|
Agak telat ketika saya pulang ke rumah dan menyalakan teve untuk menyaksikan pertandingan laga final leg 1 piala AFF 2010 antara Indonesia vs Malaysia. Begitu melihat para pemain Indonesia memakai kostum PUTIH HIJAU, spontan saya nyeletuk. "Wah kok pakai putih ijo, memangnya benderanya siapa tuh putih hijau. .. kok kesannya sudah nyerah sebelum tanding. Memangnya kenapa tuh pa ..kok gak pakai kostum kebesaran merah putih?" tanyaku ke suami yang ternyata juga sama-sama punya rasa penasaran yang sama.
Sungguh, saya tidak tahu. Mungkin pertanyaan yang sama juga terbersit di benak jutaan masyarakat Indonesia yang pastinya 'tidak mau tahu' dengan alasan tim offisial timnas kita, sehingga memilih putih hijau sebagai kostum kebesaran. Jangan-jangan .. ada 'invisible hand' soal kostum yang ingin tampil sok 'damai' nih (biar dapat simpati gitu ..) Pasalnya ada background perseteruan dan dendam kesumat antara masyarakat Indonesia yang 'cinta mati' kepada negri ini dengan mayoritas publik Malaysia yang selalu menempatkan orang-orang kita sebagai 'indon' alias masyarakat kelas bawah.
Atau mungkin, ada yang 'merasa terganggu' dengan warna MERAH, khawatir ada klaim dari pihak-pihak tertentu sehingga harus segitunya mengganti warna kostum MERAH PUTIH menjadi PUTIH HIJAU? Kalau benar karena alasan ini ..wow parah!! Naif bangett .. kayaknya yang begini ini harus ditatar habis-habisan soal wawasan kebangsaan .. soal nasionalisme ..atau jangan-jangan 'beliau'nya buta sejarah lagi ..
Namun, sekali lagi itu semua hanya reka-reka alias tebak-tebak buah manggis yang ada dalam pikiran saya. Tapi bukan tidak mungkin ini juga yang menjadi pemikiran para supporter timnas yang lain. Para supporter yang sudah sangat terbiasa dengan teka-teki, pertanyaan-pertanyaan atas semua peristiwa aneh di negeri ini. Duh .. kasihan saya .. eh maksudnya masyarakat bangsa kita tercinta ini.
Kembali lagi soal kostum. Lepas dari filosofi warna merah sendiri yang melambangkan heroisme, keberanian, atau yang menurut fengshui China merupakan warna hoki yang mampu membangkitkan gairah berusaha, yang jelas kesan pertama saya dalam melihat pertunjukan akbar ini adalah KETIDAKNYAMANAN.
Dan awal yang kurang mengenakkan ini, semakin menjadi manakala melihat pola permainan timnas tidak terarah dan tidak terkendali. Antisipasi pemain, misalnya Maman yang tidak akurat sama sekali, serta terulangnya (kembali, setelah terjadi berkali-kali dalam laga penyisihan) kecerobohan penjaga gawang Markus yang membuat lini pertahanan belakang timnas yang lain jadi kocar-kacir, benar-benar membuat gerah. Dan .. gol !! .. pett !! Saya matikan teve .. thenger-thenger ... menunggu hingga waktunya tiba .. aku tebak .. skornya pasti 4-0 atau malah 5-0 .. Untungnya 'cuma' 3-0 untuk Malaysia .. Itulah kabar yang langsung saya terima begitu mampu 'menata hati' untuk kembali menyalakan teve.
yah itulah bola, bundar .. begitu kata beberapa orang yang mencoba menghibur diri atas kekalahan di pertandingan pertama away timnas Indonesia di ajang AFF ini. Bola memang bundar, tapi lapangan sepakbola juga selalu datar, mata pelatih, mata penonton, mata pemain, juga masih tetap dua .. semua bisa melihat dengan gamblang apa yang terjadi di lapangan.
Tinggal satu yang mungkin sulit ditebak adalah isi hati dan pikiran-pikiran yang menyertai mereka .. dan tentu saja KEHENDAK MUTLAK TUHAN. Termasuk RAHASIA, kenapa harus Malaysia yang harus berhadapan dengan timnas Indonesia di partai final, bukan yang lainnya??
Begitulah faktanya. Kekecewaan yang lumrah kan? Kalaupun ada yang sedikit menghibur dan membuat geli, justru adalah ketika saya membaca sms komentar supporter yang difasilitasi dan ditampilkan di layar kaca oleh sebuah teve swasta yang membahas kekalahan telak 0-3 ini. Diantaranya: .. kekalahan ini gara-gara Nurdin Halid ikut nonton langsung. Kemarin2 Nurdin di Australia menang tuh ..// .. kayaknya bukan hanya 3 striker yang musti diturunin ke lap. tapi 3 kiper juga ..// .. supaya tidak ada mis komunikasi di pertahanan lini belakang sptnya pr pemain perlu dilengkapi HP.. ..//.. tenaga Markus sudah habis di malam pertama ..// ..doa kyai dan para petinggi negeri gak ampuh lagi ..tll byk dosa ..// .. PSSI perlu bkjsm n bljr byk dr travel agen soal penjualan tiket ..// ..pejabat PSSI tmsk Menporanya perlu dinaturalisasi .. dan sebagainya.
Ha ha .. setidaknya dalam kondisi sedih, gusar, dan kecewa, saya masih bisa tertawa .. Mau dibawa ke mana sepakbola kita ..(sorry nyomot lyric lagunya Amada)
Salam satu jiwa, Indonesia
==================================================================================================================== Penulis adalah perempuan biasa
|