| Miripnya Gayus dan Irfan ... |
|
|
|
|
Irfan Bachdim dan Gayus Tambunan, dua nama yang sama-sama lagi 'naik daun' dan berhasil menyedot perhatian publik negeri Merah Putih Indonesia. Sama-sama fenomenal, jadi bahan perbincangan di mana-mana. Wajahnya pun kini sama-sama kerap riwa-riwi menghiasi berbagai media cetak, elektronik maupun online di seluruh nusantara, bahkan bisa jadi dunia.
Sama-sama 'menggemaskan' dan sama-sama pemain bola pada sebuah tim. Nah lho ..bedanya, kalau bola yang digiring Irfan,bundar, cool, dan pasti menuju satu tujuan,gawang lawan, lain lagi bolanya Gayus. Bola yang sedang dimainkan Gayus adalah bola panas, bentuknya tidak beraturan, dan tak tahu akan menggelinding ke mana. Membuat banyak pihak kelabakan dan deg-degan.
Terlalu banyak gawang di lapangan Gayus .. kipernya pun jauh lebih tangguh dari para penjaga gawang di ajang piala AFF beberapa waktu lalu. Bukan hanya bermodal ketangguhan tangan dan kaki, para kiper yang menjaga gawang-gawang Gayus ini juga membentengi diri dengan trik dan intrik, setangkup kekuasaan, dan pastinya segepok ... UANG. (lho, kan sama dengan 'gawang lapis kedua', ketiga Irfan yang juga tak jauh-jauh dari unsur-unsur itu. Kalau yang ini sih, walahua'lam).
Irfan semakin fenomenal ketika menyatakan diri lebih memilih klub yang dibelanya,Persema. Padahal siapa yang tidak tahu bila klub asal Malang itu kini tengah menjadi salah satu seteru PSSI, gara-gara keputusannya menyeberang dari debut Indonesia Super League (ISL) milik PSSI dan memilih hengkang merumput di Liga Primer Indonesia (LPI). Bayang-bayang namanya bakal dicoret dari daftar pemain Timnas Garuda pun tak membuat langkahnya surut.
Meski keputusan itu tentunya tidak sefenomenal Gayus yang memilih 'berkicau' sendiri dan membidik banyak pihak yang bermain dalam kasusnya. Namun, yang jelas, keduanya telah sama-sama membuat suasana negeri ini jadi semakin meriah, ramai, riuh rendah oleh berbagai suara dari bejibun komentator. (Sayangnya, kenapa para native LIAR DETECTOR semacam Rommy Rafael dan Uya Kuya tidak ikut bersuara ya? Kan oke juga tuh dicoba ..untuk ngetes kebohongan si Gayus ..Ups! sorry agak nyimpang dari topik he he..)
Kembali soal Irfan dan Gayus. Satu lagi yang membuat Irfan dan Gayus memiliki kemiripan 'pesona' adalah keduanya sama-sama mampu menginspirasi banyak orang, banyak seniman untuk menciptakan tren baru, khususnya di dunia fashion. Sebagaimana sosok Irfan yang pernah menjadi inspirasi model salah satu motif batik pengrajin tradisional di Malang, Gayus juga membuat tren baru, terutama soal urusan tata model rambut, wig dan kacamata seksinya !!
Gayus dan Irfan, bintang yang akan tetap hangat menjadi perbincangan di dunia digital dan dunia nyata. Selama masih ada negeri yang bernama Indonesia, berikut berbagai carut marut peristiwa yang melingkupinya, kehangatannya tak tak akan pernah surut. Pun oleh kemunculan CROP CIRCLE yang misterius dan tiba-tiba di saat kicauan Gayus makin sumbang dan bola panas yang digiringnya semakin liar.
Yang justru saya khawatirkan adalah munculnya lagu "Andai Aku Jadi Gayus" bakal menjadi inspirator bagi para generasi muda negeri ini. Jangan-jangan .. alur sejarah bangsa yang pernah (berulangkali) dibolak-balik dan dimanipulasi oleh suatu generasi ini akan menjadi semakin kacau dan samar. Jangan-jangan ... anak-anak mulai berfikir Gayus adalah seorang pahlawan .. yang lebih layak diidolakan, dipujapuji, bahkan diimpikan menjadi sosok mereka di masa depan.
Sisi kelamnya sebagai seorang koruptor dan kini terpidana akankah terabaikan? Pesona 'kesaktian dan kekayaan semu' Gayus jauh lebih menarik dibanding heroisme Pangeran Diponegoro, nasionalisme BungKarno dan yang lainnya. Kalau memang itu yang terjadi ..Sungguh Terlalu ...begitu menyitir kata Bang Roma Irama.
Kayaknya perlu bikin lagu tandingan nih "Andai Aku Jadi Irfan", atau "Sorry Sorry Jek .. Ku bukan Gayus Tambunan" .. atau apalah ..yang penting tak membuat arah mimpi para anak negeri jadi salah kaprah. Mau jadi kaya seperti Gayus ... tapi dengan menggadaikan harga diri dan hati nurani? Mau menyandang predikat narapidana? Semoga setelah ini tidak muncul lagu "Andai Aku Jadi Nurdin", "Andai Aku Jadi Ariel Peterpan", "Andai Aku Jadi Aulia Pohan" ... dan andai-andai yang lainnya ..yang hanya akan menjadi nyanyian semu .. bagi kehidupan bangsa ini ...amin ..amin ya rabbil Alamin ..
Justru satu yang menggelitik fikiran saya adalah ketika membaca salah satu komentar pembaca di sebuah artikel warta digital yang berbunyi : " ..jangan sampai apa yang terjadi di bumi Indonesia tercinta ini lantaran ulah orang-orang yang merasa gajinya tak naik-naik .." Hmm ..
**Semoga tulisan ini tidak akan membuat fans Irfan maupun simpatisan Gayus menjadi berang. Seperti tulisan iseng saya soal 'Dahsyatnya ranjang' yang menuai banyak kritik dan kecaman dari penggemar setia AaGym. Dari yang meminta saya untuk meminta maaf sampai menuntut saya untuk meralat tulisan lantaran seolah-olah menuding kyai kondang itu menikah semata -mata karena urusan ranjang. (Meski faktanya memang demikian .. Kalau enggak, mana mungkin teh Nini yang disebut-sebut oleh sang simpatisan sebagai istri mulia dan pilihan, akan pilih berlalu dan tidak tahannn ...Piss ...)
Salam satu jiwa, Indonesia
===================================================================
Penulis adalah perempuan biasa
ilustrasi:aryacell.com
|