|
INI KISAH unik dari peristiwa yang saya saksikan di depan mata, beberapa tahun yang lalu. Seorang kawan yang Alhamdulillah sekarang menjadi anggota DPRD Propinsi di sebuah wilayah timur Indonesia. Ia masih muda, dinamis, tetapi pemberani dalam bisnis. Makanya sering “nabrak” dan “tertabrak” keadaan.
Tapi banyak misteri dalam kehidupannya. Ia rajin bersilaturahmi ke kiai dan pesantren, tetapi tidak bisa lepas dari dunia malam dan glamour sebagai bagian dari kerjaaannya.Maka berkah dan “bencana” pun silih berganti. Kesuksesan bisa datang tiba-tiba, tetapi kegagalan dan kehancuran bisnisnya juga datang di luar nalar dan perhitungan manajemen yang normal.
Hampir empat tahun saya sudah tidak bertemu. Tapi sebuah berita kecil beberapa minggu yang lalu di koran mengingatkan saya tentang dia. Lagi-lagi misteri yang ia peroleh. Kabarnya ia sempat frustasi karena gagal masuk dewan, tiba-tiba caleg diatasnya meninggal, maka jadilah masuk gedung dewan yang terhormat. Pasti ini karena energi positif yang dilahirkan, berkah rajinya ia silaturahmi. Kita doakan energi negatif tidak sempat mampir ke dirinya, sehingga bisa abadi di posisi itu sampai amanah tuntas.
Kembali ke soal kisah hajinya (mumpung ini musim persiapan haji berangkat), juga cukup unik, diluar nalar manusia, bahkan ia “tabrak” beberapa ketentuan yang tidak diperbolehkan pergi haji, misalnya kalau masih punya hutang harus diselesaikan semua hutangnya sebelum berangkat.
Saya tahu betul kawan ini saat berangkat haji adalah ketika mencapai titik puncak akan kesumpekannya menghadapi gejolak bisnisnya. Ia punya hutang menumpuk karena kesalahannya berhitung dalam sebuah usaha. Tidak pernah henti menghadapi debt collector. Kalau dihitung dengan ONH, mungkin bisa ratusan kali jumlah “hutang” bisnisnya.
Dan saya tahu psikologi dia sebagai anak muda yang pemberani, nekad bahkan untuk mengadu kepada Tuhanpun ia nekad. Saya bisa membaca kira kira doanya dalam kesuntukan itu. “Ya Allah aku sudah tidak punya jalan lain di dunia ini untuk mengatasi masalahku. Dan hanya kepadaMu lah aku pasrah dan minta tolong. Tidak ada satupun orang yang bisa mengatasi masalahku selain diriMu ya Allah.”
Dan berangkalh dia haji dalam keadaan ditagih terus menerus oleh banyak mitra bisnisnya. Sesuatu yang misteri dan hanya Allah yang berhak menilai keabsahan hajinya kalau dilihat dari satu sisi syariat. Bahkan ia naik dengan ONH Plus, karena milik seorang kawannya. Lagi lagi misteri menghampiri dia. Sepulang dari haji, ia mulai bangkit. Ia banyak dikenalkan oleh Allah dengan orang orang sukses. Ia kemudian menjalin kerjasama dengan sesama jamaah itu untuk merintis usaha. Bahkan diluar nalar manusia, dalam waktu singkat dia bangkit.
Bahkan, dia sudah bisa mengatasi banyak hutang2nya. Ia malah bisa mendirikan sebuah perusahaan cukup besar dengan kawan-kawannya. “Allah memang punya rahasia sendiri terhadap setiap hambaNya.” Begitu seorang kawan mengomentari misteri ini. Yang lebih misteri lagi, karena sepulang haji ternyata ia belum bisa menghindari energi negatifnya karena pekerjaannya yang memang akrab dengan dunia malam dan kemewahan. Maka perusahaan besar itu kabar terakhir yang saya dengar, juga tutup. Sebuah keniscayaan sebenarnya, tapi kalau Dia sudah menghendaki, manusia tidak bisa menghindar.
Kini pak haji muda ini sudah menjadi anggota dewan terhormat. Kita doakan dia menjadi anggota dewan yang haji. Selamat selama lima tahun di depan manusia dan Tuhan, ditutupi aib2 dunia olehNya dan diberkahi baroqah dariNya. Karena misteri yang dititipkan oleh Tuhan kepadanya harusnya dimaknai sebagai titipan untuk memberikan solusi bagi kebanyakan ummatNya yang masih menderita, keadilan yang compang camping. Dan dengan misteri yang dimilikinya itulah, banyak hal bangsa yang susah bisa menjadi gampang dipecahkan. Kalau mau melakukannya. Semoga.
**Yusron Aminulloh, lahir 45 tahun. Pencarian hidupnya tidak pernah berhenti. Setelah menjadi guru SD, SLB-E, SMP hingga jadi wartawan selama lima belas tahun, mulai dari FAKTA, Surabaya Post dan berbagai media lain. Ia kini ia nekuni TV lokal di Propinsi Kepri. Namun cita-cita hanya satu, ingin menebarkan energi positif ke penjuru negeri. Bapak tiga anak ini, Mirza, Rachel dan Jordan ini, disamping bekerja di dunia televisi dan menjadi Sekjen Afiliasi TV Lokal Indonesia, juga Ketua Pokja Unggulan Lokal ICMI Pusat. MEP (Menebar Energi Positif) adalah ikon yang ia kampanyekan kemana-mana. Kini ia aktif menjadi trainner guru, pemuda, dan keluarga2 di seluruh Indonesia dalam berbagai pelatihan dan acara.
|