REGISTER

*
*
*
*
*
Fields marked with an asterisk (*) are required.
Sabtu, 19 Mei 2012 | Welcome : Tamu |
Home Cermin Sujud Syukur Buat Apa DOEL!
Suci Gulangsari
Ditulis oleh Suci Gulangsari   
Posted : Minggu, 01 November 2009 05:41


Sujud Syukur Buat Apa DOEL! PDF Print E-mail

sujud

Seorang residivis kelas kakap keluar dari pintu tahanan dan mencium bumi, menangis dia, air matanya bercampur tanah, bersujud syukur, mengungkapkan rasa bahagia. Bebas sudah segala penderitaan lahir bathin dalam penjara selama bertahun-tahun. Ah, mengharukan. Begitu juga ketika berita siang itu mengabarkan seorang Prita Mulyasari-perempuan yang tertuduh melakukan pencemaran nama baik atas sebuah rumah sakit- bersimpuh, bersujud syukur atas dikabulkannya permohonan penangguhan tahanan, saya terlarut dalam trenyuh.

Sayapun masih tetap tersentuh dan bisa begitu memahami ketika seorang tukang becak bersujud syukur karena mendapatkan hadiah, seorang pegawai hononer bersujud syukur lantaran diterima sebagai Pegawai Negeri Sipil, dan seorang ibu menjatuhkan tubuh memeluk bumi, bersujud syukur atas ditemukannya kembali anaknya yang hilang.Saya menikmati atmosfir kebahagiaan yang membuncah ruah, kerelaan dan keikhlasan yang tiada terkira atas anugerah dan keajaiban yang diberikan Allah SWT kepada mereka.

Tapi tiba-tiba ada perasaan aneh, ganjil, dan terganggu dalam hati ketika sore itu televisi menayangkan seseorang yang hmmm ..tentunya paham dan kredibel di bidangnya, bersujud syukur lantaran namanya disebut sebagai salah satu anggota Kabinet!  Ups ..pertanyaan besar mengusik naluri saya.. sujud syukur atas apa? Atas jabatan yang diterimanya? Atas kemenangannya 'mengalahkan' kandidat lainnya? Ataukah atas terwujudnya satu obsesi yang begitu ingin diraihnya? Ambisi? 'kehidupan ekonomi' yang lebih baik? Entahlah Wallahualam bishawab ..Maaf bila saya berikan titel "Sujud Syukur Buat Apa..Doel!" Karena hingga detik inipun saya masih tetap berfikir.. itu aneh. Dan kusebut Doel karena ..Doel adalah panggilan Jawa buat teman atau sahabat yang sering melakukan hal-hal konyol!

Saya mencoba berfikir positif dan tidak suudzon, mungkin dia bersyukur lantaran terlalu bahagia karena diberi amanat dan dipercaya mengemban tugas berat jabatan dari negara .. dia menganggap jabatan itu sebagai ni'mat adanya. Tapi masih saja saya terus bertanya, bahkan sampai saat ini pun saya belum pernah menemukan satu dalilpun yang menyebutkan bahwa sebuah jabatan adalah suatu ni'mat yang harus disikapi dengan cara berlebihan. Kalau memang ada, syukurlah ..berarti memang saya yang kurang referensi.

Saya pernah membaca, "Bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam apabila datang padanya suatu perkara yang menyenangkan, beliau langsung bersungkur sujud [HR Abu Dawud 2774, Tirmidzi 1578, Ibnu Majah 1394. Hadits ini dinyatakan shahih oleh Imam Al-Albani dalam Sunan Abu Dawud].

Apakah 'perkara yang menyenangkan' itu termasuk jabatan? Sepanjang pengetahuan saya "Yang dimaksud nikmat di sini adalah nikmat yang baru datang yang suatu ketika seorang tidak menjumpainya". Oleh karena itu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak melakukan sujud syukur kecuali atas nikmat yang baru datang yang sebelumnya tidak dijumpainya. Tapi bisa saja, jabatan 'menteri' itu memang baru datang sekali dalam hidup sang publik figur. Kalau terpilih kembali ..aha ..baru tak perlu sujud syukur kedua ..

Sujud syukur adalah ungkapan rasa terima kasih seorang hamba kepada Allah SWT atas segala karunia yang diberikan kepadanya. Sujud ini juga bisa dilakukan karena dia terhindar dari marabahaya yang mengancam dirinya.Sujud Syukur merupakan sujud terima kasih, yaitu sujud satu kali di waktu mendapat keuntungan yang menyenangkan atau terhindar dari kesusahan yang besar. Apa kesusahan yang selama ini terpendam? Susah karena tidak bisa tidur lantaran harap-harap cemas pada sebuah jabatan?

Ada satu lagi kutipan yang saya ambil dari catatan seorang teman: Dari Al-Baraa', ia berkata: Nabi SAW pernah mengutus Khalid bin Walid kepada penduduk Yaman  untuk menyeru mereka kepada Islam, tetapi mereka belum mau masuk Islam. Kemudian Nabi SAW mengutus 'Ali dan  memerintahkannya supaya menyusul Khalid. Kemudian ’Ali  RA menulis surat kepada Rasulullah SAW bahwa orang-orang disana sudah masuk Islam. Maka setelah Rasulullah SAW membaca surat itu, beliau menyungkur sujud". [HR. Baihaqijuz 2, hal. 369]

Dari keterangan hadits tersebut dapat diambil pengertian bahwa Sujud syukur itu dilakukan karena satu keuntungan yang didapat atau satu kesusahan yang tertolak.

Sebagai seorang muslim kita sangat dianjurkan agar selalu memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT. Terutama ketika kita memperoleh nikmat dari-Nya atau diselamatkan dari suatu musibah. Adapun cara menyampaikan rasa syukur kepada-Nya Rasulullah saw dan Ahlul baitnya (sa) telah mencontohkan kepada kita, antara lain melalui shalat, sujud dan doa.

Tentang mensyukuri nikmat Allah SWT menegaskan di dalam firman-Nya: “Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambahnya. Tetapi, jika kamu mengingkarinya sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Ibrahim: 7).

Maha Suci Allah, Tuhan yang sebenarnya, hamba bersujud kepada-Mu ya Rabbi sebagai pengabdian dan penghambaan. Ya Allah, sungguh amalku lemah, maka lipat gandakan pahalanya bagiku. Ya Allah, selamatkan aku dari siksa-Mu pada hari hamba-hamba-Mu dibangkitkan, terimalah taubatku, sesunguhnya Engkau Maha Menerima taubat dan Maha Penyayang. Dan jangan biarkan aku memuja-Mu karena jabatan karena kekuasaan dan segala sesuatu yang akan menjerumuskan aku pada jurang kehancuran, ambisi, dan ketamakan. Semoga ..

 

 

======================

*Penulis adalah perempuan biasa

 

ilustrasi:detik.com

 

==================================================================================================

 

 

Tanggapan dari sahabat FB:

 

totokTotok Yudiadnanto:menurut saya ada beberapa kemungkinan dalam sujud2 mereka :
1. sujudnya adalah permohonan untuk diberi kekuatan menjalankan amanah dan tanggung jawab.
2. sujudnya adalah bahagia karena diberi amanah dan kesempatan untuk lebih bermanfaat bagi rakyat.
3. sujudnya adalah terpuaskan jiwanya oleh jabatan tsb, senang karena jadi Pejabat. Nah, orang dengan sujud kategori ini kesenangan pribadinya lebih dominan dibanding keinginannya untuk mengemban amanah rakyat. Dikhawatirkan nantinya akan menjadi pejabat yg ngga bener. Pejabat seharusnya 100% kebijakan dan pekerjaannya hanyalah untuk rakyat dan yang mendominasi jiwa dan pikirannya adalah amanah dan tanggung jawab untuk rakyat.
Karena kita ngga tahu apa sebenarnya sujud macam apa yg mereka cetuskan dalam hati, kita tetap berprasangka baik. Tapi jika sujud mereka kategori nomor 3, kita mohonkan agar segera dijauhkan orang ini dari menyakiti rakyat, dari akses2 yg akan membuat rakyat sakit hati karena dia tidak cocok untuk menjadi seorang pemimpin.



usdeuUsman Deu:Sujud syukur para petinggi adalah mensyukuri Nikmat Hidup yaitu karena beroleh Pangkat, jabatan dan harta, yang menurut orang-orang bijak bahwa nikmat hidup mempunyai dua tabiat , yakni kalau bukan nikmat yang akan meninggalkan kita maka kita yang akan meninggalkannya sedangkan nikmat yang kekal adalah nikmat Iman dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Adapun nikmat hidup (pangkat, jabatan dan harta) adalah Amanat yang akan diminta pertanggungan jawabnya dihari kiamat dihadapan Allah SWT.
Oleh karena itu alangkah menyesalnya seorang yang beriman dan Takwa seandainya mendapatkan Amanah , kemudian menyia-nyiakan amanah tersebut. sebagaimana Firman Allah SWT ; " Sesungguhnya kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan menghianatinya, dan dipikullah oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat Zalim dan amat bodoh " . (Al Ahzab [33] 72 ).

 
Orang Islam Wajib Kaya

  Oleh:Taufiq El-Rachman     Judul tulisan...
"Jihad" Ataukah Bunuh Diri?

Islam adalah Agama Yang Sempurna ,tidak ada...
Posisi Strategis Al Qurán Dalam Pendidikan

Bagi umat Islam, al Qurán adalah kitab suci yang...
Ling Ling 26 (Azam dan Merah Delima)

Berkali-kali Ling Ling mencoba mencari jawaban...
Islam Bukan Media Keakuan

Islam, bagaikan pohon yang memiliki akar serabut,...
Haji dalam 'Kejaran' Debt Collector

INI KISAH unik dari peristiwa yang saya saksikan...
Jangan Kamu Bolak Balik !

Setelah turun dari masjid selesai sholat subuh,...
Malinda, Rekam Mata Si Bocah Teka

Ada yang menggelitik fikiran saya pagi ini....
Pelajaran Hidup ...

Saat kau berumur 1 tahun dia menyuapi dan...
Ayo Pah .. Lawan !

Kepada suaminya mereka berkata: (istri pejabat...
Balada Empat Istri

Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang...
Miripnya Gayus dan Irfan ...

Irfan Bachdim dan Gayus Tambunan, dua nama yang...
Saldo Kesalahan

Sedikit menyiksa memang jika kita melakukan suatu...
Malu, Takut, dan Cinta

Tiga sifat, yakni malu, takut, dan cinta ternyata...
Allah Menerima Taubatmu ...

Allah Subhaanahu Wa Ta'ala denga Firman-NYA "....