REGISTER

*
*
*
*
*
Fields marked with an asterisk (*) are required.
Sabtu, 19 Mei 2012 | Welcome : Tamu |
Banner
Home Cermin Sengkuni, Pemimpin Cerdas dan Culas
Foto
Ditulis oleh Dwi Rusdiono   
Posted : Selasa, 08 Desember 2009 03:28


Sengkuni, Pemimpin Cerdas dan Culas PDF Print E-mail
mas_dwi7"Yo aku sang Haryo Suman,  yo Trigantalpati, yo...Haryo Sengkuni."
Dengan gaya bertutur klemak-klemek, sang patih  Hastina ( Astina, Ngastina)  mengungkapkan jatidirinya. Suaranya datar seribu makna.



Haryo Sengkuni adalah tokoh sentral dalam alur cerita pewayangan. Tanpa  kehadiran sang patih ini cerita wayang menjadi hambar. Tiada intrik, tiada trik,  tiada pertikaian.

Sengkuni adalah Patih di Negara Astina, negara Kurawa. Berperawakan kurus, wajahnya  pucat kebiru-biruan,  gaya bicaranya klemak-klemek. Dan, tak jarang  terkesan menjengkelkan. Cerdas, pandai bicara dan tangkas.

Namun,  prilakunya cenderung berbuat licik, senang menipu, munafik, senang memfitnah,  menghasut,  mencelakakan orang lain, dan iri hati. Selalu menyimpan  dorongan sadis,  “biarlah orang lain menderita yang peting saya bahagia.”

Berbekal Ajian Pancasona, Sengkuni  termasuk  tokoh sakti. Ia berhasil mewujudkan apa yang ia inginkan. Pun mampu mengambil kesempatan dalam kesempitan ketika terjadi pertikaian. Ia berhasil melumuri tubuhnya  dengan Lenga (minyak) Ta la ketika pusaka  milik Pandu ini  diperebutkan Pandawa dan Kurawa, sepeninggal Pandu.

Sebelum mangkat  Pandu menitipkan  Lenga Tala kepada Dretarastra untuk  kelak diserahkan kepada para Pandawa ketika  dewasa. Lenga Tala merupakan  pusaka pemberian dewa sebagai hadiah kepada  Pandu yang berhasil  mengalahkan Nagapaya, musuh kayangan.

sengkuni-1Beberapa tahun kemudian, terjadi perebutan antara  Pandawa dan  Kurawa. Dretarastra memutuskan untuk melemparkan minyak tersebut beserta wadahnya jauh-jauh agar tidak menjadi sumber perikaian antarsaudara. Pandawa dan Kurawa segera berpencar untuk bersiap menangkapnya.

Sangkuni tetap mendampingi Destarastra. Dengan licik ia  menyenggol tangan Dretarastra ketika hendak melemparkan cupu manik. Dan, sebagian Lenga Tala pun tumpah. Sengkuni segera melepas  semua pakaian dan bergulingan di lantai untuk membasahi seluruh kulitnya dengan Lenga Tala. Lumuran Lenga Tala membuatnya sakti mandraguna ora mempan kapan palune pande atau   kebal terhadap senjata apa pun.

Dalam silsilah pewayangan Jawa Harya Sengkuni  atau Trigantalpati adalah putra kedua Prabu Gandara, raja negara Gandaradesa dengan permaisuri Dewi Gandini. Saudara kandungnya Dewi Gandari, Arya Surabasata dan Arya Gajaksa.

Ketika dewasa Arya Sengkuni menikah dengan Dewi Sukesti, putri Prabu Keswara raja negara Plasajenar.  Dari perkawinan ini ia  memperoleh tiga keturunan: Arya Antisura/Arya Surakesti, Arya Surabasa dan Dewi Antiwati yang kemudian diperistri Arya Udawa, patih negara Dwarawati.

Arya Sengkuni ahli dalam siasat, tata pemerintahan  dan ketatanegaraan. Juga mahir dalam olah keprajuritan. Dengan Cis, pusakaka yang  berbentuk tombak  mampu memerintah gajah dan mendatangkan sumber air ketika ditancapkan ke tanah.

Selain  patih, Sangkuni merupakan penasihat utama Duryudana, raja Hastina. Memang, dalam cerita pewayangan Sengkuni adalah patih atau perdana menteri. Tapi pada hakikatnya ia lah sebenarnya pengendali Hastina.

Berawal dari ide dan strategi  Sengkuni, Kurawa  berhasil mengusir Pandawa dari Kerajaan Indraprastha yang didirikan Pandu melalui permainan dadu. Dan membuat Pandawa berserta Kunti,  merana puluhan tahun karena harus kehilangan negara dan diasingkan.


Manakala Duryudono berkeluh kesah bila negara Indraprasta lebih baik ketimbang Hastinapura, Sengkuni menyarankan tidak perlu membangun Hastina meniru Indraprasta. Yang perlu dilakukan adalah merebutnya dari tangan Pandawa.  Duryudono setuju dan Sengkuni ditunjuk sebagai pimpro pengambilan kekuasaan.

 

Dengan tipu muslihatnya Sengkuni  berhasil mengundang Pandawa untuk bermain dadu di Hastinapura. Sesuai rencana Sengkuni bertindak sebagai pelempar dadu Kurawa. Kesaktiannya berhasil mengalahkan  Pandawa. Sedikit demi sedikit harta benda, istana Indraprastha, kemerdekaan para Pandawa dan  Drupadi jatuh ke tangan Duryudana.

Namun Dewi Gandari, ibu para Korawa tidak setuju dengan hasil permaianan judi itu karena juga mempertaruhkan wanita.  Duryudana yang kecewa karena Drupadi dan Indraprasta batal menjadi miliknya mendesak  Dretarastra, ayahnya untuk menyetujui permainan judi dadu diulang.

Pada  permainan dadu kedua, Pandawa kembali kalah di tangan Sengkuni.  Sebagai hukuman, mereka harus menjalani hidup selama 12 tahun di dalam hutan, dan dilanjutkan dengan menyamar selama setahun di suatu negeri. Jika penyamaran mereka sampai terbongkar, mereka harus mengulangi kembali selama 12 tahun hidup di dalam hutan dan begitulah seterusnya. Ini hanyalah tipu daya Sengkuni untuk bisa menguasai Indraprasta selamanya.

Sengkuni tewas dalam perang Bharatayuda di tangan Bima (penegak Pandawa). Berbekal nasihat Kresna, Bima berhasil membunuh Sengkuni dan mengulitinya. Setelah kulit terlepas, tubuh  Sengkuni dihancurkan dengan godho Rujakpolo

...............

Dalam tataran kehidupan sehari-hari  Sengkuni bisa ada di mana-mana. Di tengah-tengah masyarakat, di tengah pemerintahan  atau bahkan dalam diri kita. Semua orang berpotensi menjadi Sengkuni. Tak juga kiai, pendeta, atau mereka yang secara lahir terlihat berlaku baik, bahkan presiden sekali pun.


Sengkuni adalah potret dari orang-orang yang licik, penuh intrik politik dengan tujuan utama untuk menyelamatkan diri sendiri dan kepentingan  udelnya sendiri.  Tak peduli itu mengorbankan orang lain. Menyebar fitnah. Menyalahkan orang lain dengan cara-cara licik. Menuduh orang lain melakukan fitnah untuk menutupi kesalahan dan prilaku buruk diri sendiri. Yang terpenting dari jiwa Sengkuni adalah "menyucikan diri, tetap terlihat baik dan jujur  meski berlumur kesalahan dan dosa dengan cara menyalahkan orang lain."

Sesakti apa pun manusia  pasti akan mati. Demikian pula dengan Sengkuni yang tewas mengenaskan di tangan Bima, orang yang pernah ditipunya. Tiadalah pantas  menipu orang yang memberi amanah karena suatu saat ia bisa  menggilasmu.
 
Umar Bin Khatab, Teladan Suami Sabar

Assalamu'alaikum Warahmatullahi...
Sepuluh Hari Terakhir di Bulan Ramadhan

  Dalam Shahihain disebutkan, dari Aisyah...
Cerita Secangkir Kopi Pahit

Ini kisah tentang kopi!Secangkir kopi yang mampu...
Wow .. Dahsyatnya Ranjang !

  Dunia memang tidak selebar daun kelor. Tapi...
Ayo Pah .. Lawan !

Kepada suaminya mereka berkata: (istri pejabat...
Jangan Kamu Bolak Balik !

Setelah turun dari masjid selesai sholat subuh,...
Baju Ketat dan Aliran Sesat

Sebenarnya saya malu menuliskan cerita ini....
Sujud Syukur Buat Apa DOEL!

Seorang residivis kelas kakap keluar dari pintu...
'Takwa' Bagi Calon Pemimpin

Dalam salah satu kata Mutiara, ada ungkapan...
Cinta dari Darah dan Ruh

Lelaki itu sudah mengabdi pada ibunya sampai...
Negara Tanpa Penjara

Ide yang terbaca dalam judul tersebut, mungkin...
Pelajaran Hidup ...

Saat kau berumur 1 tahun dia menyuapi dan...
Rasa Keadilan

  Rasa keadilan itu setiap saat ditunggu-tunggu...
Filosofi Semar

Semar adalah salah satu karakter 'pamomong'...
ABG sayang, ABG malang

ABG (Anak Baru Gede) adalah sebutan bagi remaja...