| Mau Marah .. Silahkan |
|
|
|
"Sesungguhnya marah itu bara api yang dapat membakar lambung anak adam.Ingatlah bahwa sebaik-baik orang adalah orang yang melambatkan (menahan) amarah dan mempercepat keridhaan, dan sejelek-jeleknya orang adalah orang yang mempercepat amarah dan dan melambatkan ridha" (HR. Ahmad dari Abu Sa' id al-Khudriy)Marah dapat dikatakan sebagai reaksi kuat atas sesuatu yang tidak menyenangkan dan mengganggu pada seseorang. Ragamnya mulai dari kejengkelan yang ringan sampai angkara murka dan mengamuk. Ketika itu terjadi maka detak debar jantung semakin cepat, tekanan darah dan aliran adrenalin juga meningkat. Kalau sudah begini akan timbul reaksi agresif dan perlakuan kasar dari orang yang marah Penyebab marah dari dalam terjadi ketika menghadapi masalah-masalah pribadi, mengingat peristiwa yang sangat mengganggu pikiran, kekecewaan pada situasi lingkungan, kurang percaya diri, dsb.Sedangkan faktor dari luar bisanya timbul karena menghadapi kepadatan lalulintas, mendapat ancaman, hak-hak pribadinya diperlakukan tidak adil,dsb. Kenapa marah harus dikendalikan ? 1.Marah menyebabkan tercela Timbulnya sikap marah, biasanya akan melahirkan suatu perasaan menyesal setelah marahnya berhenti 2.Kedua, marah dapat membinasakan hati. Marah itu tidak lain merupakan salah satu penyakit hati yang kalau dibiarkan akan dapat merusak diri secara keseluruhan 3.Memutuskan tali cinta kasih , silaturahim Seseorang yang marah cenderung mengedepankan nafsunya dan mengesampingkan akal sehat dan agama. Maka berhati-hatilah karena ledakan amarah dapat menimbulkan permusuhan dan berakibat buruk terhadap kesehatan mental kita. 4.Keempat marah dapat mengubah fungsi organ tubuh. Dari penelitian terungkap marah dapat menyebabkan berbagai perubahan dalam seluruh anggota tubuh seperti hati, pembuluh darah, perut, otak dan kelenjar-kelenjar dalam tubuh. Seluruh jalan fungsi tubuh yang alamiah berubah pada waktu marah. Hormon adrenalin dan hormon-hormon lainnya menyalakan bahan bakar pada saat marah muncul Sehingga dapat menimbulkan hipertensi, maag, gangguan fungsi jantung, insomnia, kelelahan bahkan serangan jantung. Sehingga marah dapat menyebabkan kematian. Marah sebenarnya dapat berguna. Karena itu marah konon jangan dipendam sebab akan merusak emosi. Jadi lepas saja asalkan dilakukan dengan wajar dan segera bisa dikendalikan. Di sisi lain marah bisa memotivasi seseorang untuk memecahkan masalah tertentu yang sebelumnya tersembunyi. Mengapa? Karena setelah itu yang bersangkutan segera melakukan evaluasi diri. Marah disini memberi sinyal mana yang dirasakan sebagai sesuatu yang benar dan mana yang salah. Konflik-konflik secara bertahap bisa diatasi dengan emosi yang tenang. CARA UNTUK MENGENDALIKAN MARAH 1.Bacalah "ta'awwudz" (memohon perlindungan) kepada Allah SWT, sebab pada hakikatnya perasaan marah yang tidak terkendali adalah dorongan setan. Nabi saw. bersabda, "Apabila salah seorang di antaramu marah maka katakanlah: 'Aku berlindung kepada Allah', maka marahnya akan menjadi reda". (HR Abi Dunya). seraya berdoa kepada Allah agar terhindar dari provokasi syetan dan jebakan fitnah yang menyesatkan. Doanya : " Allahumma Rabban Nabi Muhammad, ighfirlii dzambi wa adzbib ghaiddha qoIbii wa ajimii min mudhilatil fitan".2. Segera memaafkan, sikap lembut dan tegar dengan mengharap ridha dan balasan baik dari Allah (QS. Al-Alraf.199, Ali Imran:134) 3 Bila Anda sedang marah maka berusahalah untuk diam atau tidak banyak bicara, sebagaimana sabda Nabi saw., "Apabila salah seorang di antara kamu marah maka diamlah." (HR Ahmad). 4. Mengingat qishas di akherat, jika kita melampiaskan kemarahan. Riwayat Abu Ya'la ketika merasa kesal dengan Washif yang lambat melaksanakan tugas. Rasulullah menegurnya secara bijak seraya berkata, " Kalaulah tidak mencemaskan pembalasan di akhirat, niscaya aku beri engkau pelajaran" 5. Mengingat pesan nabi dalam hadits Abu Dawud, " Duduk ketika sedang berdiri, tiduran ketika sedang duduk, jika masih marah, berwudhu atau mandilah dengan air dingin" 6. Memikirkan kembali dengan tenang, tentang faktor yang menjadi pemicu marah, apakah memang sepatutnya disikapi dengan marah atau tidak. 7. tersenyum. Cobalah bercermin saat anda marah, dan lihatlah betapa jeleknya anda ketika marah dan tersenyumlah, percaya atau tidak, kemarahan yang anda, rasakan akan sirna perlahan-lahan. 8. Positive thinking (husnudzon) dan mencoba memahami alasan sikap dan prilaku orang lain. Coba dekatkan diri secara fisik kepada seseorang yang anda cintai disaat anda marah untuk menetralisir kemarahan. Misalnya dengan menggenggam tangannya. Kiat ini juga bisa kita gunakan untuk meredam kemarahan orang yang kita cintai pada kita. 9. Ungkapkan kemarahan dengan tulisan. Lampiaskan marahmu diatas tulisan. Tumpahkan semua kekesalan dihatimu diatas kertas tadi sehingga lega rasa hatimu. 10. Setelah wudhu, shalat sunnat juga masih marah , duduklah dengan santai kemudian tarik nafas dalam-dalam niatkan menarik pikiran positif kedalam jiwa , tahan nafas sekuat kita , kemudian keluarkan nafas lewat mulut sembari niatkan buang semua rasa amarah. isi semua kegiatan tadi dengan dzikir. Ungkapkanlah kekesalan kita dengan tetap mengendalikan diri. Orang yang kuat menurut Islam bukanlah orang yang menakutkan ketika marah, melainkan orang yang mampu mengendalikan diri ketika marah sebagaimana hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairoh," Bukanlah disebut kuat orang yang pandai bergulat. Sesungguhnya orang yang kuat adalah orang yang dapat menahan dirinya ketika ia marah Dari berbagai sumber dan pengalaman pribadi. For my dearest sons : Putra Juragan abd Abhy Sophi Sukabumi 4 Pebruari 2010 |