REGISTER

*
*
*
*
*
Fields marked with an asterisk (*) are required.
Jumat, 10 Februari 2012 | Welcome : Tamu |
Home Cermin Islam Bukan Media Keakuan
Admin
Ditulis oleh Alfi Arni   
Posted : Kamis, 25 Februari 2010 09:54


Islam Bukan Media Keakuan PDF Print E-mail

alfiIslam, bagaikan pohon yang memiliki akar serabut, meski akarnya bercabang cabang, ia menyerap saripati yang sama, hingga dari akar serabut itu tumbuh pohon yang tunggal, memiliki daun yang lebat yang memberikan keteduhan, menghasilkan buah yang ranum..., yang menjadikan hilang lapar dan dahaga, dihiasi bunga yang menebar semerbak. Keindahan dan manfaatnya, menjadikan siapapun ingin berteduh di bawahnya.

Keragaman interpretasi di dalamnya, bukanlah sebuah keterpisahan. Namun bibit kesempurnaan dan kelengkapan, jika disikapi dengan kerendahan hati dan kebersamaan, bagaikan satu tubuh yang akan terhentak, jika salah satu bagiannya terluka. Kekuatan Islam bukan pada mu'jijat alqur'an dan para nabinya. Namun pada persatuan umatnya.

Islam tidak menghancurkan namun menumbuhkan, mempersatukan yang terserak, tidak menebar dendam, melainkan cinta kasih. pengayom tidak hanya bagi yang muslim, namun penunjuk arah bagi mereka yang kafir sekalipun.

Islam, tidak bersembunyi dibalik mesjid2 megah, tidak berkerumun membolak balik Alqur'an, tidak berbaris rapih dalam warna yang sama. tidak hanya mencari keteduhan diseminar2, tidak hanya berasyik mansuk diharokah2 eksklusifitas. Islam tidak sib...uk berbaku hantam antara "pemahan dan aliran". Islam bukan penonton dan pemberi nilai, bagi orang2 yang melaut dalam dosa dan kesesatan...

Mendekatkan diri kpd Allah, bukan berarti kita mengabaikan sisi manusiawi kita apalagi orang lain. Islam ada untuk memanusiakan manusia, dan setiap individu memiliki prosesnya, jadi hargailah itu. jangan abaikan proses seseorang, hanya karena keegoisan spiritualitas kita, berhentilah memperkenalkan Islam dengan kebencian dan keakuan-mu. dan kenalilah Islam dari berbagai sudut pandang, sebelum kita menyimpulkan.

Islam tidak sebatas genangan air telaga, namun Ia bagaikan turunnya hujan yang menyebarkan rahmat dan hikmah yang berbeda bagi setiap orang...kita tidak akan memahami islam yg telah terinterpretasikan dalam setiap peradabannya, hanya dari satu arah mata angin.

 

==================================================================================

 

**Alfi Arni, lahir di Bandung 4 September 1976. Dalam sebuah catatan pribadinya, Ibu dari Ghayda fitri nisaaurahmaan dan Ghina fikri nisaaurahmaan ini menulis: ..aku akan membiarkan Anda mengetahui sisi spiritualitas terintimku, dengan bahasaku yang akan aku biarkan tanpak hijab, semuanya tetentang apa yang oleh semua orang tak ingin jujur mengatakannya, yang karena egonya menyembunyikan, yang karena kediriannya mengingkari. dan,....jika ini dianggap hanya sebuah bualan, sesuatu yang mengusik kebanggaan-mu, maka biarkanlah hanya sekedar untaian teks belaka. Namun jika ada yang menyentuh sisi ruang hatimu, maka engkau menjadi temanku bertafakur. Saat ini, seluruh catatan Alfi di FB sedang dalam proses editing untuk sebuah penerbitan. Termasuk catatan di atas yg disitir dari http://www.facebook.com/?ref=home#!/note.php?note_id=196090327476 Beberapa tulisan Alfi, juga bisa ditemukan di blog http://www.alfiarni76.wordpress.com dan http://www.alfiarni.wordpress.com



 
Hati-hati Menjaga Lisan

Para pembaca yang budiman, perlu untuk kita...
Wow .. Dahsyatnya Ranjang !

  Dunia memang tidak selebar daun kelor. Tapi...
Miripnya Gayus dan Irfan ...

Irfan Bachdim dan Gayus Tambunan, dua nama yang...
Segenggam Gundah

Oleh:Much Syukri Ali Subuh tadi saya melewati...
Cinta dari Darah dan Ruh

Lelaki itu sudah mengabdi pada ibunya sampai...
Sepuluh Hari Terakhir di Bulan Ramadhan

  Dalam Shahihain disebutkan, dari Aisyah...
Bosan Jadi Pecundang

Polisi berhasil menangkap teroris (lagi) !! Good...
Ketangguhan Yang Menghibur

  Sudah banyak orang pintar mengatakan jangan...
Rasa Keadilan

  Rasa keadilan itu setiap saat ditunggu-tunggu...
Rumah Tangga Ideal

Menurut ajaran Islam, rumah tangga yang ideal...
Sengkuni, Pemimpin Cerdas dan Culas

"Yo aku sang Haryo Suman,  yo Trigantalpati,...
Lelaki yang gelisah

Dari pinggir kaca nako, di antara celah kain...
Menangislah!

    Menangislah!Ketika diri tidak ringan...
Saldo Kesalahan

Sedikit menyiksa memang jika kita melakukan suatu...
Sujud Syukur Buat Apa DOEL!

Seorang residivis kelas kakap keluar dari pintu...