REGISTER

*
*
*
*
*
Fields marked with an asterisk (*) are required.
Jumat, 10 Februari 2012 | Welcome : Tamu |
Home Cermin Jangan Kamu Bolak Balik !
Admin
Ditulis oleh Pak De Azemi   
Posted : Rabu, 03 Maret 2010 09:06


Jangan Kamu Bolak Balik ! PDF Print E-mail

pakdheazemiSetelah turun dari masjid selesai sholat subuh, sudah menjadi kebiasaan keluarga untuk membuka forum pengajian keluarga. Saat itu tak seperti biasanya bapakQ mengajak bincang serius mengenai, cara mengeluarkan harta/sodaqoh.

Perbincangan dengan bapak-Q


Bapak-Q : Leh ! (azemi), kalau kamu nanti sudah berkeluarga, tolong jangan berdo’a untuk minta kaya
aQ : Kenapa, Pak ?”
Bapak-Q : “Bukan dilarang berdo’a untuk minta kaya, tetapi ketahuilah bahwa beban orang kaya itu lebih banyak dibandingkan orang biasa saat dunia lebih lebih nanti di akherat, karena pertanyaan lebih banyak.
aQ : “kenapa begitu, Pak?”
Bapak-Q : “Karena dalam harta itu ada hak fakir miskin, pertanyaan apakah sudah diberikan
Bapak-Q : “Kalau kamu berdo’a minta kaya, siapkan mental, hati dan Lidah kamu
aQ : “Kenapa Pak ?
Bapak-Q : “Tatkala kamu kaya, yang dulu bukan teman ngaku teman, yang dulunya bukan saudara mengaku saudara, pokoknya kamu harus siap direpoti orang lain, karena mereka anggap kamu bisa jadi tumpuhan mereka.
Saat itulah mental (hati) dan lidah kamu di uji oleh Allah, mampukah kamu dijadikan tumpuhan orang yang membutuhkan bantuan dari kamu.
Kalau kamu tak kuat, maka akan keluar kata kata kasar atau kamu menghindar dari mereka, padahal makin kamu memberikan, rejeki Allah akan bertambah bagaikan pohon yang beranting, tiap ranting tumbuh 10 ranting dan seterusnya
.
Bapak-Q : “Leh ! (azemi), banyak orang setelah kaya, jauh dari saudara kandungnya sendiri, kalau saudara pingin silaturahim, dikira mau minta/pinjam duit, ini membuat pekewuh (sungkan) saudaranya untuk silalturahim, belum lagi pasangannya tak mendukung nilai kebaikan, menambah terputusnya silaturahim, belum lagi kerabat agak jauh…. Wuuushhtttt.

Sambil nyeruput Kopi Tubruk buatan Ibu-Q. dan roti mariyam di cocol dengan gulai kambing, bapak-Q melanjutkan percakapannya :

Bapak-Q : “kenapa Bapak berikan ini kepada kamu?
aQ : “ga tahuuuuu!
Bapak-Q : “Jangan kamu bolak balik cara memberikan harta /sodaqoh milik kamu
coba kamu perhatikan ayat al-quran di bawah ini

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebaktian, akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah kebaktian orang yang beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat, dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
QS. al-Baqarah (2) : 177

Pembicaraan dilanjutkan :
Bapak-Q : “kenapa bapak menegaskan ini untuk kamu ?. Karena bapak takut nanti kamu bolak balik seperti orang melaksanakan rukun islam, puasa tapi ga sholat, belum zakat sudah HAJI, opo tumon ? inilah yang bapak takutkan, kamu membaca Perintah Allah itu sak sak enak’e udelmu (seenak kamu)”.
Ingat ga kamu dengan ayat : Selamatkan dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka!.

Ayat ini mengandung tanggung jawab Keluarga yang sugih (mampu), harus dapat menempatkan kerabatnya : bapak, ibu, kakak, adik untuk bisa melaksanakan ibadah dengan sempurna, misalnya bagaimana sarungnya, bagaimana mukenahnya, sudahkah kamu berikan uang agar mampu sekolah, agar mampu mandiri dll.

Jangan dibolak balik :


Keluarganya masih KERE, ehhhh justru orang lain diberikan harta bermewah-mewah, akibatnya orang lain memuja dirinya, sedangkan keluarganya justru terhina didepan orang lain.
Ini yang bapak maksud memberikan harta kebolak balik (salah urutan)
Semoga kamu bisa merenungi yang satu ini !!!!
Coba kamu perhatikan di TV, koran Bagaimana banyaknya orang membantu anak YATIM padahal kelaurganya masih kekurangan (yatim itu urutan no 2)

Ada beberapa hal yang perlu perhatikan saat kamu berkeluarga nanti :
1. Jangan kamu memusuhi keluarga kamu yang kurang mampu, datangi mereka karena mungkin mereka malu untuk datang kepada anda.
2. Jangan kamu sembunyi sembunyi dari pasanngan, saat kamu memberikan sesuatu kepada keluarga, karena ini akan menyebabkan preseden buruk pada keluarga kamu nanti.
3. Angkat bapak ibu (juga mertua), kakak, adik (termasuk ipar) apabila mereka membutuhkan bantuan.
4. Setelah keluarga / kerabat sudah kamu penuhi, maka melanghkahlah keluar dari keluargaMU.

Sekian sekedar pencerahan semoga bermanfaat

Dibuat di Surabaya 19 pebruari 2010
Sambil nyeruput Kopi Cap Kapal Nabi NUH
!

 

================================================================================================

**Penulis adalah Staf pengajar di SMUN 2 Bangkalan

 
Sabar Hadapi Perjuangan

"Sabar dalam menghadapi perjuangan ialah...
Pengakuan Dosa di Atas Jembatan

Kuperhatikan, diriku semakin tidak terkendali!...
Sengkuni, Pemimpin Cerdas dan Culas

"Yo aku sang Haryo Suman,  yo Trigantalpati,...
"Jihad" Ataukah Bunuh Diri?

Islam adalah Agama Yang Sempurna ,tidak ada...
Rasa Keadilan

  Rasa keadilan itu setiap saat ditunggu-tunggu...
Ling Ling 26 (Azam dan Merah Delima)

Berkali-kali Ling Ling mencoba mencari jawaban...
Baju Ketat dan Aliran Sesat

Sebenarnya saya malu menuliskan cerita ini....
Kipas-Kipas Mimpi

  Pesan Bapak kepada anaknya sebelum pergi…:...
Menangislah!

    Menangislah!Ketika diri tidak ringan...
Sepuluh Hari Terakhir di Bulan Ramadhan

  Dalam Shahihain disebutkan, dari Aisyah...
Hai Bung, Berani Mendobrak Patron??

Di koran, di televisi, di berbagai  media...
Malu, Takut, dan Cinta

Tiga sifat, yakni malu, takut, dan cinta ternyata...
Burung Gereja dan Paku di Pagar

(Dua kisah teladan antara bapak dan anak)...
Cerdas Pendengaran, Melatih Kepekaan

SEORANG guru mengeluh dan datang berkonsultasi....
Miripnya Gayus dan Irfan ...

Irfan Bachdim dan Gayus Tambunan, dua nama yang...