REGISTER

*
*
*
*
*
Fields marked with an asterisk (*) are required.
Senin, 06 Februari 2012 | Welcome : Tamu |
Home Cermin Rasa Malu ...
Admin
Ditulis oleh Rofieq Sidqy   
Posted : Kamis, 01 Juli 2010 20:13


Rasa Malu ... PDF Print E-mail

 

Oleh:Rofieq Sidqi

 

Ada sebuah ungkapan warisan para nabi, yang menyatakan bahwa sudah rahasia umum, orang yang hilang perasaan malunya tak lain dari orang yang sudah terbiasa berbuat kemungkaran dan kemaksiatan dalam segala jenis dan bentuknya. Ia mau melakukan kejahatan, kelaliman dan kekejian....



rofiqRasa malu bagi seseorang merupakan daya kekuatan yang mendorongnya berwatak ingin selalu berbuat pantas dan menjauhi segala perilaku tidak patut. Orang yang memiliki watak malu adalah orang yang cepat menyingkiri segala bentuk kejahatan. Sebaliknya, yang tidak memiliki rasa malu berarti ia akan dengan tenang melakukan kejahatan, tidak peduli omongan, bahkan, cercaan orang lain. ''Anjing menggonggong kafilah tetap berlalu,'' begitu mottonya.

Islam menilai, watak malu itu merupakan bagian dari iman. Dengan demikian, orang yang tidak mempunyai rasa malu adalah orang yang hilang imannya. Orang hidup bermasyarakat sudah tentu harus mendengarkan apa kata masyarakat tentang dirinya. Masyarakat tak pelak lagi sebenarnya mengetahui apa yang dilakukan anggotanya. Masyarakat pula yang berhak mengoreksi apa-apa kelakuan yang tidak baik atau tak pantas anggotanya. Bagi yang tak punya malu, omongan atau koreksi masyarakat akan dianggapnya angin lalu.

Ada sebuah ungkapan warisan para nabi, yang menyatakan bahwa sudah rahasia umum, orang yang hilang perasaan malunya tak lain dari orang yang sudah terbiasa berbuat kemungkaran dan kemaksiatan dalam segala jenis dan bentuknya. Ia mau melakukan kejahatan, kelaliman dan kekejian.

Rasulullah bersabda: ''Sesungguhnya, yang dapat diambil sebagai pelajaran dari para nabi terdahulu ialah, apabila kamu sudah tidak mempunyai perasaan malu maka berbuatlah semaumu;'' riwayat Imam Bukhari dan Muslim. Itu berarti, orang yang demikian sulit untuk mau mawas diri, meski berhadapan dengan umpatan dan kecaman orang banyak pun.

Berdasar riwayat Ibnu Umar, Rasulullah bersabda: ''Sesungguhnya Allah yang Maha Mulia dan Maha Agung, bila berkehendak menjatuhkan seseorang maka Allah cabut dari orang itu rasa malunya. Ia hanya akan menerima kesusahan (dari orang banyak yang marah kepadanya. Melalui ungkapan kemarahan itu, hilang pulalah kepercayaan orang kepadanya. Bila kepercayaan kepadanya sudah hilang maka ia akan jadi orang yang khianat. Dengan menjadi khianat maka dicabutlah kerahmatan dari dirinya. Bila rahmat dicabut darinya maka jadilah ia orang yang dikutuk dan dilaknati orang banyak. Dan bila ia menjadi orang yang dilaknati orang banyak maka lepaslah ikatannya dengan Islam.

 

=========================================================================
* Penulis adalah Pimpinan Klinik LABBAIKA Samarinda dan staff PKM Tenggarong, Kalimantan Timur

 
Pelajaran Hidup ...

Saat kau berumur 1 tahun dia menyuapi dan...
Ayo Pah .. Lawan !

Kepada suaminya mereka berkata: (istri pejabat...
Sepuluh Hari Terakhir di Bulan Ramadhan

  Dalam Shahihain disebutkan, dari Aisyah...
Baju Ketat dan Aliran Sesat

Sebenarnya saya malu menuliskan cerita ini....
Hai Bung, Berani Mendobrak Patron??

Di koran, di televisi, di berbagai  media...
Malinda, Rekam Mata Si Bocah Teka

Ada yang menggelitik fikiran saya pagi ini....
Balada Empat Istri

Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang...
Cinta, Halal Atau Haram

              Jika menuruti kata hati...
Jangan Kamu Bolak Balik !

Setelah turun dari masjid selesai sholat subuh,...
Lelaki yang gelisah

Dari pinggir kaca nako, di antara celah kain...
Islam Bukan Media Keakuan

Islam, bagaikan pohon yang memiliki akar serabut,...
Saldo Kesalahan

Sedikit menyiksa memang jika kita melakukan suatu...
Filosofi Semar

Semar adalah salah satu karakter 'pamomong'...
Sabar Hadapi Perjuangan

"Sabar dalam menghadapi perjuangan ialah...
ABG sayang, ABG malang

ABG (Anak Baru Gede) adalah sebutan bagi remaja...