REGISTER

*
*
*
*
*
Fields marked with an asterisk (*) are required.
Jumat, 10 Februari 2012 | Welcome : Tamu |
Home Cermin Sabar Hadapi Perjuangan
Admin
Ditulis oleh Abriansyah M. Noor   
Posted : Minggu, 22 Agustus 2010 23:58


Sabar Hadapi Perjuangan PDF Print E-mail
"Sabar dalam menghadapi perjuangan ialah menyadari sepenuhnya,  bahwa setiap perjuangan itu mengalami masa naik (menang) dan masa jatuh (kalah)."
abri2Apabila perjuangan belum berhasil atau sudah nyata mengalami kekalahan, hendaklah berlaku sabar menerima kenyataan yang ada. Sabar dalam arti tidak putus asa, tidak patah semangat. Harus berusaha menyusun kekuatan kembali, melakukan koreksi dan intropeksi tentang sebab-sebab dan mengambil pelajaran darinya.

Jika perjuangan itu berhasil dan menang, harus pula sabar mengendalikan emosi yang meluap-luap yang biasanya timbul sebagai akibat kemenangan itu, seperti sombong, congkak, berlaku kejam, membalas dendam dan lain-lain.

Sabar disini harus diliputi rasa syukur.Apabila suatu perjuangan itu dikendalikan oleh sifat sabar, maka dengan sendirinya akan timbul ketelitian, kewaspadaan, usaha-usaha yang bersifat memperkuat kedudukan dan lain-lain.

Orang yang tidak sabar dalam perjuangan kerap kali mundur ditengah jalan atau setelah sampai di medan juang, kalah sebelum mengangkat senjata.

Ditilik dari sudut kekuatan dan kelemahan menghadapi suatu keadaan atau situasi, tingkat kesabaran manusia terbagi menjadi tiga macam;

1. Yang dapat menguasai dan menaklukkan hawa nafsu terus menerus. Maka tetap mempunyai pendirian yang kuat (Istiqomah). Senantiasa menuruti  jalan lurus, teguh hati mematuhi segala perintah dan larangan agama.

Mereka inilah yang dinamakan kaum Shiddiqiin atau Muqorrobiin, yaitu orang-orang yang lurus, jujur dan selalu mendekatkan diri kepada Allah. Mereka senantiasa melaksanakan kehidupan yang digariskan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Dalam hadits Qudsi yang bersumber dari Anas Radhiyallahu'anhu, Allah Ta'ala berfirman yang artinya;

"Jika seorang hamba mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya sehasta dan jika ia mendekat kepada-Ku sehasta. Aku mendekat kepadanya sedepa dan jika datang kepada-Ku berjalan, Aku akan datang kepadanya  dengan berlari."(HR. Bukhari).

2. Yang dikuasai hawa nafsunya, yang selalu menyerah berlutut kepada keinginannya dalam setiap saat. Hidupnya dikendalikan oleh hawa nafsunya, dia tidak mampu mengendalikannya. Hidupnya selalu dalam buaian-buaian dunia. Mereka inilah yang dinamakan Ghofiluun, kaum yang lalai lengah.

Mereka yang ini yang disebut dalam Al-Qur'an surat Al-A'raaf ayat 179, yang artinya;

"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah) dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu bagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai."  (QS.Al-A'raaf:179).

3. Orang yang terus menerus berjuang (berjihat) melawan hawa nafsunya, dalam perjuangan itu pula silih berganti dia mengalami bangkit dan jatuh. Kadang menang dan kadang kalah. Tetapi dia tidak kehilangan kemauan dan semangat, tidak putus asa. Mereka itu dinamakan kaum Mujahidin, kaum yang berjihad, berjuang.

Terhadap mereka Allah memberikan jaminan di dalam Al-Qur'an surat Al-Ankabut ayat 69, yang artinya;

"Dan orang-orang yang berjihat untuk (mencari keridhaan). Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik."(QS. Al-Ankabut:69).

Allah Subhanahu Wa Ta'ala, juga berfirman (yang artinya);

"Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah."
(QS.Al-Muzammil:20).


Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.


Wallahu'alam bishawab

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarkatuh.
 
Bosan Jadi Pecundang

Polisi berhasil menangkap teroris (lagi) !! Good...
Mengapa Kibarkan Bendera Putih

  Agak telat ketika saya pulang ke rumah dan...
'Takwa' Bagi Calon Pemimpin

Dalam salah satu kata Mutiara, ada ungkapan...
Sengkuni, Pemimpin Cerdas dan Culas

"Yo aku sang Haryo Suman,  yo Trigantalpati,...
Hai Bung, Berani Mendobrak Patron??

Di koran, di televisi, di berbagai  media...
Miripnya Gayus dan Irfan ...

Irfan Bachdim dan Gayus Tambunan, dua nama yang...
Jiwa Yang Nyangkut ...

Rasanya hampir semua orang dewasa, termasuk kita...
Kipas-Kipas Mimpi

  Pesan Bapak kepada anaknya sebelum pergi…:...
Rasa Keadilan

  Rasa keadilan itu setiap saat ditunggu-tunggu...
Pelajaran Hidup ...

Saat kau berumur 1 tahun dia menyuapi dan...
Filosofi Semar

Semar adalah salah satu karakter 'pamomong'...
Allah Menerima Taubatmu ...

Allah Subhaanahu Wa Ta'ala denga Firman-NYA "....
"Jihad" Ataukah Bunuh Diri?

Islam adalah Agama Yang Sempurna ,tidak ada...
Sabar Hadapi Perjuangan

"Sabar dalam menghadapi perjuangan ialah...
Cinta, Halal Atau Haram

              Jika menuruti kata hati...