REGISTER

*
*
*
*
*
Fields marked with an asterisk (*) are required.
Jumat, 10 Februari 2012 | Welcome : Tamu |
Banner
Home Cermin Ketangguhan Yang Menghibur
Admin
Ditulis oleh Beni Mulya Darma   
Posted : Sabtu, 04 September 2010 16:58


Ketangguhan Yang Menghibur PDF Print E-mail

 

Sudah banyak orang pintar mengatakan jangan ragu memulai dgn nol,,maksudnya jika kita sudah menempuhi usaha dan kebetulan tidak menemui kelancaran jangan ragu memulai langkah lagi dengan perhitungan nyata disertai sebab-sebab terjadinya kegagalan.Tapi sedikit orang mampu menilai diri sendiri termasuk diri ini.mungkin ada baiknya kita berbagi dengan orang lain yang ikut menyaksikan pekerjaan kita dan menjalin komunikasi dekat dengan mereka sehingga diharapkan mereka dengan senang hati memberikan penilaian atas jerih payah kita.


bennyJarang ada suatu kesuksesan bertumbuh dalam satu musim,yang cukup sering terjadi yaitu kita mesti belajar dari pengalaman dari kelemahan2 kita.Biasanya jalan yang tersedia adalah dengan banyak membaca,dengan banyak berkumpul dengan pergaulan yang semestinya,dengan banyak iktiar dan dapat diselipkan dalam perjalanan ibadah kita yang bersifat rutin jika menghendaki hasil yang maksimal.

Disamping hal diatas adalah pendirian pribadi yang kuat dan tidak terombang-ambing dengan keyakinan sekeliling yang tentunya belum tentu sama dengan kapasitas kita.


Iktiar keras yaah iktiar keras itu maksud saya.

Dan penting juga diusahakan adalah mental menanam serta ideology ‘benih, yang kan menjadi kajian.Jika anda berusaha tanamkanlah keyakinan kuat bahwa kita sedang ‘menanam.karena proses menanam itu membutuhkan waktu juga penjagaan ketat agar terlindung dari hama bencana.Dan selalu ingat bahwa masa bertumbuh tiap jenis tumbuhan dan juga buah berbeda masa tuainya..setelah menuai jangan lupa segera sisihkan sebagian pajak atau zakatnya seiklas kita(lbh byk lbh baik)agar pekerjaan kita banyak yang meridloi.


Saya percaya juga kalimat banyak motivator bahwa ‘apa yg kau inginkan segeralah mungkinkan dan segalanya kan mungkin.Yah itu benar juga pendapat saya,namun di banyak agama setelah saya mempelajarinya kok lebih banyak juga kita dianjurkan menahan diri dalam bentuk ibadah2 yang diajarkan atau berpuasa atas sesuatu pada waktu tertentu dan jangka waktu tertentu juga.Tidak lain bertujuan mulia agar kita sanggup mengendalikan diri pada banyak persaingan ketat karena satu hal yang tidak dipungkiri bahwa leadership butuh mentalitas dan kadar rezki tiap insan sudah ada perhitungan ghaibnya di sisi Yang Maha Kuasa sehingga kita tak boleh bebas2 mginginkan kemauan kita jika tak mau dianggap sebagai orang bebas yang hidup sebebasnya serta memakan apapun yang tersedia.

 

Karena ideologi (bhw ‘apa yg kau inginkan segeralah mungkinkan dan segalanya kan mungkin) akan terbawa dalam sikap hidup keseharian yang mungkin bebas juga.Padahal bagi sikap hidup kebanyakan muslim adalah menjaga kehati-hatian karena ideologi (‘kematian kan menjemput sewaktu-waktu maka psiapkanlah) hidupnya yang mengharuskan bersikap seperti itu sehingga dapat menemui kehidupan surga nantinya.


Berjuang dan berjuang lagi.

Dalam mempercayai firman juga sabdaNya tentu akan sangat menolong kita.Hanya itu satu2nya kendali serta tali kita.Dan ingat kurangilah menebar  aura negatip bagi alam,krn keadaan alam seperti air dia berputar dia mengalir maka demikian juga kita.Apapun yang meresahkan kita karena ketidaksesuaian dengan pribadi pada hakikinya terdapat negatip ion pada tubuh kita dan bukan alamnya.Sehingga kita wajib mawas diri.Janganlah membenci salah satu Rasul pun apalagi dengan tiada alasan kuat membencinya.

Bagaimanapun mereka rasul apapun jeleknya masih lebih berharga dimata Tuhan di banding kita manusia biasa karena jiwa pengabdian mereka juga karena kecintaan rasul pada sang pencipta serta makluk manusia.Jika kita merasa lebih hebat alangkah indah jika kita mampu menyimpan peninggalannya dan jika mugkin mengkaji sehingga terang buruk baiknya.


Rekan sekalian,dalam hidup kita juga berkumpul dengan kehidupan yang masih dipenuhi mimpi seperti pada keadaan kanak2 bahkan dewasa pun dihalalkan punya mimpi.Karena pengaruh vision itu yang menyebabkan beberapa orang tertentu mempecayai harapannya dan segera dituangkan dalam doa rutin keseharian pada jam tertentu.Hal yang wajar punya mimpi dan mugkin harus.

Kejar mimpi tersebut dalam krangka gapai keridloanNya terebih dulu dengan laku mulia tentunya dengan dasar  jujur dan disiplin diri sndiri.


Bahwa Tuhan ada bahwa Tuhan mampu meng adakan yang belum ada menjadi ada.

Baik dengan sebab yang dapat dimengerti ataupun sebab yang diluar pengetahuan manusia keadaannya. Mungkin itu sedikit gambaran iman.

Berpacu terus dalam kebisaan

Panjang jalan mesti ditempuh

Beronak juga mendaki

Tapi jiwa satria pantang kendur

Dalam suka mulut tertawa

Dalam duka mata berkaca

Dalam kaku pikir terpaku

Dalam waktu langkah satu-satu

Ada batu semangat tak mati kutu

Ada lubang jatidiri tak hilang

Terseok-seok menyusur jalan berkelok-kelok

Jatuh bangun namun tetap tekun

Demi masa depam

Demi kesejahteraan

Demi kebahagiaan

Demi Tuhan, terus berjuang…

Mengejar potensi dalam rahmat ilahi

Tapi jiwa yang teguh berupaya dalam keselarasan

Berburu keridloan menggali kesejatian

Dalam iman dalam restu jiwa luhur

Dan yang tersedia begitulah indah karunia Tiada punah juga selalu cukup

Jika selanjutnya datang badai juga memporak poranda

Hanya kepercayaan jiwa dalam teduh Hyang Karsa Yang menguatkan

Keiklasan menjalani dengan indah budi Kan mengurai awan-awan hasut diri

Jalan yang terbentang penuh kilau juga lapang

Jadi tanda kemurahan juga keberkatan firman

Jika yang lain mampu bergembira Tentu kita pun bisa dengan baik sangka

Segera kita bangun karsa Tuhan Dalam hikmah menghamba ditiap didikan

Serta janji suci tuk saling memuliakan disaat mampu

Dibawah ini saya tentukan aturan untuk diri saya sendiri sukur jika bermanfaat,,

1. Aturan no 1,Cintai pekerjaanmu.

2. Aturan no 2,Tinggikan kewajibanmu dalam banyak hal.

3. Aturan no 3,Berhibur diwaktu tertentu tetapi tidak pada jam sibuk pekerjaanmu juga saat menjalani kewajiban.

4. Aturan no 4,Engkau wajib pandai membedakan mana kepentingan pekerjaan dan harus diutamakan serta yang mana juga kesenangan pribadi diluar pekerjaanmu.

5. Aturan no 5,Sampaekan pertanggung jawaban atas pekerjaan yang sudah dilaksanakan segera agar dapat dinilai,dikoreksi jika terdapat kesalahan atau di sharing kan jika hasilnya ideal.

6. Aturan no 6,Pandailah menghargai diri sendiri.

7. Aturan no 7,Di mana tempat bekerja selalu ada persaingan hal tersebut sebaiknya dianggap sebuah tantangan yang rahasia antara engkau dengan lainnya.karena menginginkan kelapangannya sendiri pada segala tempat adalah ketamakan manusia dan hal tersebut dipandang wajar oleh sejarah.Seindah apapun ia rekan kerja pastinya kan selalu bangga jika mampu bertumpu pada pijakan dan menaiki kesuksesannya sendiri ga berhitung siapa terinjak.

8. Aturan no 8,Kontrol dini dapat memudahkan selisih pekerjaan waktu berikutnya.

9. Aturan no 9,Diantara banyak rahasia sukses ada salah satunya yang menarik dicermati yaitu ideology ‘Don’t trust anybody.Berikan kepercayaanmu sepotong pada lainnya pada saat kehidupanmu yang mengijinkan.Heling dan waspada.

10. Aturan no 10,Bergembiralah selalu melihat pengorbanan banyak orang pada saat bekerja bahkan pada saat mereka tidak menyimpan kasih melihat yang lain diujung rapuh.Hakikinya mereka sedang merindukan etika benar yang masih bersembunyi daripadanya.

11. Aturan no 11,Mulailah segala dengan baik dan akirilah segala dengan baik pula.Hal demikian terdapat pada banyak nilai yang dibangun penumbuh kesempatan.Check and recheck!

Nah pada penjelasan diatas sedikit hal penting diutamakan demi indahnya cita hari depan,,


Ucaplah terimakasih karena ucap terimakasih dapat menumbuhkan kepercayaan.Jika kepercayaan bertambah kan lapang juga swasana tuk bkerja.Tapi jika kita meremehkan kurnia barang sekecil pun dan selalu lupa terimakasih maka tergolong takabur dan jiwa tersebut membawa kebodohan.Sedikit sekali kebodohan dapat menguntungkan. Bukanlah cahaya mencari kita tapi kita yang mencari cahaya. Tajamnya lidah seperti belati yang diasah licin dan sanggup melukai wajibnya berhati-hati..bertemulah belati tajam dengan buah ranum dalam kupasan juga tumbuhan liar.pasti potensi menjadi suguhan lezat mengenyangkan serta jalan lapang yang terbuka rimbun dahan..belati oh belati dalam lidahku.mudah2an ada yang memelihara juga menyimpan.agar kau terarah juga guna dalam iman. Kepercayaan sungguh berharga juga langka..jika sudah didapatkan segera disemikan dalam amanat2 yang ditunaikan tuntas juga disukuri dalam kewajiban yang diiktiarkan.


Kesungguhan dalam menjaga kepercayaan menunjukkan poin bersosial yang berkait dengan karakter yang diamanati.Dari kebiasaan2 kecil jika dikembangkan pasti kan dapat mewujudkan kegembiraan dunia juga akirat karena kesukaannya memuliakan kepercayaan menguatkan dirinya sndiri.

Kesuksesan bukan sebuah kelancaran yang terus menerus tapi sebuah kesadaran untuk menyikapi segala yang tersedia didepan mata dengan baik sangka,menyambut dengan jeli dan myongsong hasilnya dalam terangnya sinar visi yang diraih dengan iktiar keras dalam keyakinan bahwa perbuatan tegas untuk masa depan serta dalam harapan tumbuh penguat.


Ya allah tata hukummu lengkap dan rapi.mohon ingatkanlah ku selalu agar mengutamakan ibadat kepadaMu diatas kesenanganku sendiri.dan jadikanlah perbuatan aklakqu pada laenxa sebagai timbangan amal mulia sebagai pembersih juga penimbang keridloanMu.Kuatkan kepercayaan kami bahwa mencukupi makluk adalah pekerjaanMu sebagai keyakinan juga arah iman.


Terimakasih semoga bermanfaat,

Wassalamualaikum wabbaraakah

 


 
Ayo Pah .. Lawan !

Kepada suaminya mereka berkata: (istri pejabat...
'Takwa' Bagi Calon Pemimpin

Dalam salah satu kata Mutiara, ada ungkapan...
Jejak Indah Sang Pemimpin

Malam telah pekat, selimut-selimut semakin...
Dalam Hal Apa Aku Harus Ikhlas

Sebagian manusia menyangka bahwa yang namanya...
Haji dalam 'Kejaran' Debt Collector

INI KISAH unik dari peristiwa yang saya saksikan...
Pelajaran Hidup ...

Saat kau berumur 1 tahun dia menyuapi dan...
"Jihad" Ataukah Bunuh Diri?

Islam adalah Agama Yang Sempurna ,tidak ada...
Tak Punya Gincu, Bukannya Saya Simpan Peluru

  "Apa kabar mbak, masih ingat saya?” sapa...
Segenggam Gundah

Oleh:Much Syukri Ali Subuh tadi saya melewati...
Hati-hati Menjaga Lisan

Para pembaca yang budiman, perlu untuk kita...
Menuju Kesempurnaan Beragama

  Menyebut fluralisme dalam beragama ternyata...
Kipas-Kipas Mimpi

  Pesan Bapak kepada anaknya sebelum pergi…:...
Malinda, Rekam Mata Si Bocah Teka

Ada yang menggelitik fikiran saya pagi ini....
Pengakuan Dosa di Atas Jembatan

Kuperhatikan, diriku semakin tidak terkendali!...
Rasa Malu ...

  Oleh:Rofieq Sidqi   Ada sebuah ungkapan...