REGISTER

*
*
*
*
*
Fields marked with an asterisk (*) are required.
Sabtu, 19 Mei 2012 | Welcome : Tamu |
Home Fenomena Sungai Air Tawar Di Bawah Laut
Admin
Ditulis oleh Admin   
Posted : Senin, 07 November 2011 19:54


Sungai Air Tawar Di Bawah Laut PDF Print E-mail

sungai_bawah_laut_meksikoKetika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, Mr.Jacques Yves Costeau , seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis, menemukan sebuah sungai air tawar-yang rasanya tetap segar karena tidak bercampur ataupun melebur dengan air laut di sekitarnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.

Fenomena ganjil itu membuat Mr. Costeau terheran-heran. Dia ingin mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah lautan. Ia bahkan sempat berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinasi atau khalayan sewaktu menyelam. Namun, seiring perjalanan waktu, dia tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.

 

 

 

 

sungai_bawah_laut_meksiko4

Sampai suatu hari dia bertemu dengan seorang profesor Muslim dan menceritakan fenomena ganjil itu. Sang profesor muslim pun teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan ( surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez .

Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan.." Artinya: “Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh ditembus.” Kemudian dibacakanlah surat Al Furqan ayat 53 tersebut di atas.

Diungkapkan pula, dalam beberapa tafsir kitab, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diartikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air asin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” Artinya “Keluar dari keduanya mutiara dan marjan". Pasalnya, di muara sungai tidak ditemukan mutiara.

 

sungai_bawah_laut_meksiko2

Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Berdasarkan pemikirannya: Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera.

sungai_bawah_laut_meksiko3

Artinya, mukjizat ini telah diberitakan sejak 14 abad yang silam dan dibuktikan pada abad 20. Karena itu, Mr. Costeau pun akhirnya berkata bahwa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Keyakinan ini pulalah yang akhirnya membuat orang tua berambut putih-yang sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film dokumenter tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia ini-menjadi mualaf dan memeluk agama Islam. **

 

 

sumber:allmarines.blogspot dan berbagai sumber

 
Dua Matahari Terekam Kamera

Beberapa minggu terakhir, masyarakat China...
Ditemukan, Bunga yang Mekar 3000 Tahun Sekali

Bunga langka yang diyakini hanya mekar setiap...
Petani Cina Panen 'Umbi Manusia'

Sebuah umbi  aneh berbentuk tubuh manusia utuh,...
Misteri Segitiga Bermuda (14)

................................. Penulis Amerika...
Heboh Jasad dan Peri Terbang

Berulangkali dunia maya dihebohkan dengan...
Lele Berkedip dan Berbentuk Keris

Warga Dusun Njeruk, Desa Mandesan, Kecamatan ...
Mengungkap Tabir 'Bayi Alien'

Baru-baru ini banyak berita tentang kelahiran...
Misteri Monster Loch Ness

Keberadaan Nessie, panggilan akrab untuk Monster...
Benarkah Lorong Waktu Itu Ada?

Kemunculan tiba-tiba dua korban kapal Titanic...
Danau Darah di Iraq

Warna merah darah pada permukaan air di danau...