logo

iklan 1

Misteri Segitiga Bermuda (14)


.................................

Penulis Amerika Charles Berlitz menjadi kaya karena bukunya yang meledak The Bermuda Triangle, terbitan Doubleday & Co, New York, tahun 1974. Sebanyak 18 juta jilid laku keras seperti pisang goreng. Berlitz mengemukakan dugaan, bahwa pesawat naas itu diserang makhluk angkasa luar dalam piring terbang bercahaya putih. Atau mungkin juga tersedot ke dalam lubang lorong waktu seperti hilangnya semua materi kalau masuk ke dalam black hole ruang angkasa.

..............................


Spekulai Piring Terbang


Itu semua jelas spekulasi, tetapi pada tahun 1974, masyarakat memang masih percaya pada spekulasi-spekulasi quasi ilmiah. Menurut para [eneliti ilmiah yang menangani masalah ini, kompas para penerbang pesawat Grumman itu rusak, dan penerbangnya harus berjuang mengatasi keadaan dengan hanya mengandalkan pada penglihatan dan posisi matahari, untuk terbang lebih lanjut.


Pada suatu saat mereka mengira terbang di atas kepulauan sebelah selatan Florida. Berdasarkan posisi yang salah ini mereka bernavigasi lebih lanjut. Tetapi sebenarnya mereka terbang zig-zag di utara Kepulauan Bahama, menuju ke Samudera Atlantik. Karena tangki bensinnya kemudian kosong, terjunlah mereka ke laut, dan hancur berkeping-keping.


Kalaupun ada yang berhasil lolos dari maut ketika mendaratkan pesawatnya di permukaan air, ia jelas tidak dapat bertahan dalam air yang dingin, lalu tewas tenggelam. Tetapi apa penyebab rusaknya kompas itu, dan mengapa itu terjadi di segi tiga Bermuda? Apakah ini berhubungan dengan air bercahaya putih yang dilaporkan oleh para penerbang, dan yang kemudian juga dilihat oleh para awak pesawat ruang angkasa Apollo 12? Menurut Bill Dillon dari U.S. Geological Survey, Woods Hole Field Center, air bercahaya putih itulah penyebabnya. Di daerah segi tiga maut Bermuda, tapi juga di beberapa daerah lain sepanjang tepi pesisir benua, terdapat "tambang metana".


Tambang ini terbentuk kalau gas metana menumpuk di bawah dasar laut yang tak dapat ditembusnya. Gas ini dapat lolos tiba-tiba kalau dasar laut retak. Lolosnya tidak kepalang tanggung. Dengan kekuatan yang luar biasa, tumpukan gas itu menyembur ke permukaan sambil merebus air, membentuk senyawaan metanahidrat.


Peristiwa ini mirip dengan blow out yang sering terjadi pada pengeboran minyak bumi. Pada blow out di daratan, yang dibakar gas adalah udara yang tidak begitu menimbulkan malapetaka, kecuali kebakaran yang mudah dikendalikan. Tetapi kalau di dasar laut segitiga maut Bermuda? (berlanjut)


Baca Juga :

Segi Tiga Bermuda 1 Segi Tiga Bermuda 2 Segi Tiga Bermuda 3 Segi Tiga Bermuda 4 Segi Tiga Bermuda 5

Segi Tiga Bermuda 6 Segi Tiga Bermuda 7 Segi Tiga Bermuda 8 Segi Tiga Bermuda 9 Segi Tiga Bermuda 10

Segi Tiga Bermuda 11 Segi Tiga Bermuda 12 Segi Tiga Bermuda 13 Segi Tiga Bermuda 14 Segi Tiga Bermuda 15

 

 

PrintEmail

LatesNews

Membuat Pijakan Kaki atau Stepping Stone di Taman

on 21 November 2014
Membuat Pijakan Kaki atau Stepping Stone di Taman

Jangan menginjak rumput ! Itulah kalimat yang sering kita jumpai di taman-taman kota. Padahal, ada kalanya kita ingin l...


Anyang-anyangan, Kebiasaan, dan Mengikat Jempol Kaki

on 19 November 2014
Anyang-anyangan, Kebiasaan, dan Mengikat Jempol Kaki

Anyang-anyangan atau keinginan untuk buang air kecil sedikit sedikit dan terus menerus memang terlihat sepele. Namun kon...


Tabulampot Buah Naga

on 19 November 2014
Tabulampot Buah Naga

Buah naga .. siapa yang belum mengenal buah yang satu ini. Beberapa tahun terakhir, buah dengan bentuk unik seperti kepa...


Bromo, Eksotisme Alam yang Tak Pernah Lekang ...

on 01 November 2014
Bromo, Eksotisme Alam yang Tak Pernah Lekang ...

    Tak terasa tujuh tahun lalu aku pernah berada di tempat yang sama. Berdiri mematung di tepian kaldera yang...


25 Seleb Pria Muda Indonesia Terkeren

on 13 October 2014
25 Seleb Pria Muda Indonesia Terkeren

Hingar bingar dunia infotainment tanah air terus diwarnai dengan munculnya sosok-sosok baru yang muda, tampan, pintar, d...


Memorabilia

Sang Raja Tanpa Mahkota

Sang Raja Tanpa Mahkota

"Sang raja tanpa mahkota", demikian kaum Kompeni Belanda menyebutnya. Dia lihai, cerdas, bersemangat, ditakuti, juga di...


Pesona

Anyang-anyangan, Kebiasaan, dan Mengikat Jempol Kaki

Anyang-anyangan, Kebiasaan, dan Mengikat...

Anyang-anyangan atau keinginan untuk buang air kecil sedikit sedikit dan terus menerus memang terlihat sepele. Namun kon...


Video

iklan 1

Photos

iklan 1