Home Fenomena Misteri Segitiga Bermuda (14)
Misteri Segitiga Bermuda (14)
Sabtu, 14 Juni 2008 10:37

.................................

Penulis Amerika Charles Berlitz menjadi kaya karena bukunya yang meledak The Bermuda Triangle, terbitan Doubleday & Co, New York, tahun 1974. Sebanyak 18 juta jilid laku keras seperti pisang goreng. Berlitz mengemukakan dugaan, bahwa pesawat naas itu diserang makhluk angkasa luar dalam piring terbang bercahaya putih. Atau mungkin juga tersedot ke dalam lubang lorong waktu seperti hilangnya semua materi kalau masuk ke dalam black hole ruang angkasa.

..............................


Spekulai Piring Terbang


Itu semua jelas spekulasi, tetapi pada tahun 1974, masyarakat memang masih percaya pada spekulasi-spekulasi quasi ilmiah. Menurut para [eneliti ilmiah yang menangani masalah ini, kompas para penerbang pesawat Grumman itu rusak, dan penerbangnya harus berjuang mengatasi keadaan dengan hanya mengandalkan pada penglihatan dan posisi matahari, untuk terbang lebih lanjut.


Pada suatu saat mereka mengira terbang di atas kepulauan sebelah selatan Florida. Berdasarkan posisi yang salah ini mereka bernavigasi lebih lanjut. Tetapi sebenarnya mereka terbang zig-zag di utara Kepulauan Bahama, menuju ke Samudera Atlantik. Karena tangki bensinnya kemudian kosong, terjunlah mereka ke laut, dan hancur berkeping-keping.


Kalaupun ada yang berhasil lolos dari maut ketika mendaratkan pesawatnya di permukaan air, ia jelas tidak dapat bertahan dalam air yang dingin, lalu tewas tenggelam. Tetapi apa penyebab rusaknya kompas itu, dan mengapa itu terjadi di segi tiga Bermuda? Apakah ini berhubungan dengan air bercahaya putih yang dilaporkan oleh para penerbang, dan yang kemudian juga dilihat oleh para awak pesawat ruang angkasa Apollo 12? Menurut Bill Dillon dari U.S. Geological Survey, Woods Hole Field Center, air bercahaya putih itulah penyebabnya. Di daerah segi tiga maut Bermuda, tapi juga di beberapa daerah lain sepanjang tepi pesisir benua, terdapat "tambang metana".


Tambang ini terbentuk kalau gas metana menumpuk di bawah dasar laut yang tak dapat ditembusnya. Gas ini dapat lolos tiba-tiba kalau dasar laut retak. Lolosnya tidak kepalang tanggung. Dengan kekuatan yang luar biasa, tumpukan gas itu menyembur ke permukaan sambil merebus air, membentuk senyawaan metanahidrat.


Peristiwa ini mirip dengan blow out yang sering terjadi pada pengeboran minyak bumi. Pada blow out di daratan, yang dibakar gas adalah udara yang tidak begitu menimbulkan malapetaka, kecuali kebakaran yang mudah dikendalikan. Tetapi kalau di dasar laut segitiga maut Bermuda? (berlanjut)


Baca Juga :

Segi Tiga Bermuda 1 Segi Tiga Bermuda 2 Segi Tiga Bermuda 3 Segi Tiga Bermuda 4 Segi Tiga Bermuda 5

Segi Tiga Bermuda 6 Segi Tiga Bermuda 7 Segi Tiga Bermuda 8 Segi Tiga Bermuda 9 Segi Tiga Bermuda 10

Segi Tiga Bermuda 11 Segi Tiga Bermuda 12 Segi Tiga Bermuda 13 Segi Tiga Bermuda 14 Segi Tiga Bermuda 15

 

 

 

Add comment

Security code
Refresh

    advertisement
    Banner
    Banner
    Kambing Pemanjat di Moroko

    Kambing-kambing Maroko ini memang berbeda...
    Ditemukan, Bunga yang Mekar 3000 Tahun Sekali

    Bunga langka yang diyakini hanya mekar setiap...
    Aneh, Telur Berbentuk Pisang

    Unik dan aneh. Itulah telur ayam milik seorang...
    Kebohongan-kebohongan Besar Dunia Maya

    Ingat legenda monster danau lochness yang...
    Misteri dibalik 'Pohon Perempuan'

    Foto-foto ini pertama kali beredar di dunia...
    Misteri Awan 'MataLangit' Gempa

    Beberapa hari terakhir, video pergerakan awan...
    Misteri Segitiga Bermuda (5)

    ................... Misteri lain yang masih belum...
    Wow .. Arab Bersalju ....

    Cuaca tak menentu melanda Kota Hael di barat laut...
    Misteri Segitiga Bermuda (12)

      ............................ Bulan Oktober...
    Matahari Telah Terbit dari Barat?

    Sebuah hadist menyebutkan bahwa salah satu...