Ditulis oleh gulangsari
Posted :
|
Kamis, 09 September 2010 09:22 |
|
Kambing Pemanjat di Moroko |
|
|
|
|
Kambing-kambing Maroko ini memang berbeda dengan kambing kebanyakan. Mereka punya hobi unik, yakni memanjat pohon. Kambing-kambing itu naik ke pohon-pohon karena suka makan buah dari pohon argan, yang mirip dengan buah zaitun.
Uniknya, para petanipun tiap saat mengikuti kawanan kambing yang berpindah dari pohon ke pohon itu. Bukan karena merasa aneh melihat tingkah polah para kambing, tapi mereka memungut dan mengumpulkan biji-biji buah Argan yang dimuntahkan kambing atau dikeluarkan melalui kotoran. Kambing tidak bisa mencerna dengan baik biji-biji itu, sehingga sewaktu dikeluarkan dari tubuh, biji-biji Arganpun tetap utuh.
Buah Argan sendiri berisi 1-3 kacang kernel. Biji yang jatuh alami ke tanah, selama ratusan tahun dipakai oleh masyarakat setempat untuk membuat minyak argan yang juga dimanfaatkan untuk memasak dan kosmetik. Tapi karena pemanfaatannya yang liar dan tidak terkendali, pohon argan lambat laun menjadi langka. Selain karena kayunya banyak diburu, serbuan para kambing juga ikut berperan semakin menurunnya populasi pohon ini.
Khusus untuk upaya penyelamatan pohon Argan, saat ini telah ada kelompok dan organisasi yang terbentuk untuk melindungi keberadaan mereka. Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan menjadikan lokasi utama tumbuhnya pohon-pohon Argan dengan menyatakannya sebagai biosfer pelestarian.Tujuan lain dari penyelamatan itu adalah memaksimalkan pemanfaatan biji Argan yang dipercaya memiliki sifat anti aging atau penuaan. Dengan sifatnya itu, biji Argan memiliki potensi pasar yang sangat besar. 
Namun, orang-orang yang berencana untuk memasarkan minyak itu juga tidak bisa membayangkan bila konsumen atau orang yang ingin memakai produknya itu jadi jijik, lantaran menyadari telah menempatkan minyak pada makanan atau wajah mereka dengan biji-bijian yang dikumpulkan dari kotoran kambing.
Berdasar pemikiran ini pula, organisasi penyelamatan pohon Argan ini berkampanye melarang para kambing merumput di pohon dan membiarkan buah Argan matang dan jatuh sendiri. Buah tersebut kemudian dikumpulkan dan akan diolah menjadi minyak oleh lembaga koperasi minyak. Sejauh ini, pengaturan ini tampaknya cukup efektif. **
(Foto: Saviaar Remo)
|