|
Maraknya berita Perceraian artis tanah air belakangan ini mengingatkan kita pada prosesi pernikahan yang pernah mereka gelar pada awal mengucap ikrar. Selain pesta pernikahan yang megah dan mewah, beberapa diantaranya memilih melangsungkan pernikahan di Mekkah.
Kemesraan dan kesakralan itu ditampakkan di depan para juru warta infotainment saat mereka berangkat bersama para kerabat ke tanah suci. Apa yang terlintas dalam benak mereka sebenarnya, Walahualam Bishawab, tapi yang jelas pernikahan sakral di depan Ka'bah ternyata tak menjamin kelanggengan rumah tangga mereka.
Beberapa artis yang menikah di depan Ka'bah dan berakhir kurang manis, bahkan berujung pada perceraian, diantaranya:
Cici Paramida dan Ahmad Suhaebi. Bukan hanya sekedar perceraian, akhir rumah tangga artis dangdut dengan pengusaha asal Kediri ini malah berujung pada perseteruan seru. Sejumlah kasus kriminal ikut menjadi 'bumbu' dalam akhir mahligai rumah tangga mereka yang baru seumur jagung.
Selain Cici Paramida, terdapat sederet artis lain yang menggelar pernikahan di depan Ka'bah dan berakhir berantakan, diantaranya:
Tamara Bleszynski dan Teuku Rafly Pasya yang menikah pada tahun 1997. Kemesraan dan kerukunan mereka di depan publik sempat membuat mereka dianggap sebagai lambang dari keharmonisan keluarga.Tapi keduanya bercerai pada 3 Januari 2007.
Paramitha Rusady dan Gunawan Paramita dan Gunawan menikah di Jeddah pada 9 Juni 2000 tapi hanya bertahan dua tahun. Mereka bercerai 2002. Masih ada sederetan nama lawas yang juga melakukan hal yang sama, yakni melangsungkan pernikahan mereka di tanah suci.
Tya Subiakto dan Rudy Hamid menikah di Jeddah pada 14 Januari 2001. Pada 21 Maret 2002 terjadi konflik antar keduanya dan bahkan Tya sendiri sempat menuntut cerai suaminya, namun perseteruan itu akhirnya berakhir dengan rujuk.
Manohara dan Tengku Fahri yang kisah rumah tangganya sempat menghebohkan itupun juga melangsungkan pernikahan di depan Ka'bah.
Moment perceraian ini sempat menjadi sorotan publik, dalam sejumlah situs infotainment maupun kajian Islam, beberapa orang mengungkapkan pandangannya bahwa dimanapun kita menikah, asal dilandasi dengan iman dan ketulusan untuk menerima pasangan kita apa adanya, juga niat untuk benar-benar menjaga keutuhan rumah tangga, niscaya pernikahan kita akan langgeng.
Selain pasangan nikah, saat ini tidak sedikit pasangan artis yang juga membuat sensasi serupa dengan menuliskan nama mereka di Jabal Rahmah ketika mereka umrah bareng, meski belum resmi sebagai suami istri. Mereka sudah mengumbar kemesraan di tanah suci. Sebagian kalangan mengkhawatirkan banyak orang yang akan melakukan hal yang sama, yaitu mengajak pacarnya umrah bareng lalu melakukan takhyul yang sama dengan kedua pasangan publik figur ini.
Lalu apa hasilnya dari pernikahan di depan Ka’bah serta menulis nama pasangan di Jabal Rahmah? Semua itu memang mitos, tak ada keberkahan apapun dari kedua aksi itu selian takhyul yang menyesatkan akidah. Andai itu baik, tentu para ulama dan salafus shalih sudah berduyun-duyun menikah di depan Ka’bah, sehingga Masjid Al-Haram berubah menjadi gedung serba guna.
Bila memang bukan jodoh, biarpun akad nikahnya di dalam Ka’bah, bulan madu di Mekah-Madinah, kemudian membangun kamar pribadi di bekas kamar Rasulullah SAW dan Khadijah, tetap saja akan berpisah. Sehingga, bagi pasangan muda yang ingin menikah, atau ingin menikah lagi, hendaknya menyadari bahwa faktor terpenting dari sebuah kerukunan rumah tangga adalah pemahaman semua pihak tentang apa dan bagaimana sebuah rumah tangga yang ideal. Tentu ada tuntunan dalam hal ini, ada tuntunan adat, ada tuntunan sekuler, ada pula tuntunan Islam.
Menurut tuntunan Islam (dan itulah yang benar dan terbaik bagi orang yang beriman) setiap pasangan hendaknya melandasi keinginan berumah tangga atas dasar takwa. Takwa adalah penyemangat di kala lelah, penyelamat di waktu susah, rem di saat melangkah dan petunjuk ketika kehilangan arah.**
Dari Berbagai sumber
|