REGISTER

*
*
*
*
*
Fields marked with an asterisk (*) are required.
Senin, 06 Februari 2012 | Welcome : Tamu |
Home Hiburan Celeb Artis dan Waspada Puber Kedua
Admin
Ditulis oleh Admin   
Posted : Kamis, 07 Januari 2010 18:00


Artis dan Waspada Puber Kedua PDF Print E-mail

lonely-girlDisadari atau tidak, kasus pertikaian dalam rumah tangga seleb yang dipicu oleh isue hadirnya orang ketiga sepanjang lima tahun terakhir ini, menimpa para artis yang rata-rata berusia 30-40 tahun. Sebut saja, yang paling gress, Krisdayanti alias KD (lahir tahun 1975) yang ketika isu keretakan rumah tangganya muncul, dalam usia 34 tahun.

Begitu pula Maia Estianty (lahir 1976). Perempuan penuh talenta ini mengawal kemelut rumah tangganya ketika usia 33 tahun. Tak jauh berbeda dengan Elma Theana  yang lahir 1974 dan kini telah beberapa tahun mengarungi biduk perkawinan dengan pria pengusaha yang sebelumnya disebut-sebut sebagai orang ketiga dalam perkawinannya dengan Fachry. Begitu juga Tamara Blezinky yang lahir 1974, Reza Artamevia yang lahir 1975 dan Annisa Tri hapsari  yang lahir pada 1976. Ketika isu hadirnya orang ketiga berhembus, rata-rata usia mereka berkisar antara 30-35 tahun.

Terlepas dari benar atau tidaknya isu yang berkembang, yang jelas, gonjang-ganjing yang ada rata-rata dipicu oleh hadirnya orang ketiga di dalam kehidupan rumah tangganya.Apakah ini suatu kebetulan belaka?

Benarkah pada usia sekian perempuan tengah memasuki masa 'puber kedua'??Apakah puber kedua itu memang ada? Dan apakah puber kedua ini juga terkait dengan upaya pencarian identitas diri sebagaimana yang terjadi pada puber pertama? Belum ada penelitian yang pasti tentang hal ini. Memang banyak teori yang terangkat ke permukaan terkait masalah ini. Namun, paparan tentang apa dan bagaimanakah sebenarnya kondisi fisik dan kejiwaan seseorang, terutama perempuan yang sedang memasuki masa puber kedua ini belum satupun yang menjelaskan secara gamblang. Berikut adalah salah satu teori tentang masa pubertas kedua ini.  


Mitos atau Realitas

Begitu banyak masalah pernikahan yang terjadi dalam kurun usia  tertentu, tepatnya pada usia 40- 60 untuk pria, dan 30-40 untuk perempuan. Pada umumnya, kita mengaitkan  gejala itu dengan pubertas kedua. Pertanyaannya adalah apakah ada  pubertas kedua, dan jika ada, apakah yang dapat kita lakukan untuk mencegah terjadinya masalah dalam pernikahan?

Fakta:

1. Sesungguhnya, masalah yang dikaitkan dengan pubertas adalah   masalah-masalah perubahan akibat perkembangan fisik. Masa remaja  adalah masa pubertas yang sarat dengan perubahan fisik yang   menyebabkan munculnya perubahan cara berpikir, keterampilan   menjalin relasi, dan pengelolaan emosi. Dalam pengertian ini,   kita dapat menyandingkan pengalaman usia paruh baya dengan usia   remaja di mana pada usia paruh baya terjadi banyak perubahan   fisik pula. Perbedaannya, perubahan fisik pada usia paruh baya   ditandai dengan penyusutan kapasitas, sedangkan pada masa remaja,   karakter utama perubahan fisik adalah penambahan kapasitas.

2. Perubahan fisik pada usia paruh baya memunculkan pembatasan     aktivitas fisik. Ada yang dapat menerimanya, namun ada pula yang     tidak dapat menerimanya. Perilaku kita yang tidak dapat     menerimanya ditandai dengan bertambahnya upaya untuk melestarikan     usia muda, misalnya meningkatkan frekuensi berolah raga,     memerhatikan berat tubuh, mengurangi kerut wajah, dan sebagainya.     Kerap kali perilaku inilah yang dikaitkan dengan perilaku "genit"
dan pubertas kedua, padahal motif utama di sini adalah memperlambat proses penuaan.

3. Namun, apakah ada yang bertambah genit dalam artian yang sesungguhnya sebagai akibat proses penuaan ini? Jawabnya, ada.Jika kita tidak dapat menerima proses penuaan ini, mungkin saja kita lari kepada faktor daya pikat terhadap lawan jenis. Kita terperangkap ke dalam perilaku menguji "kesaktian": apakah lawanjenis masih tertarik kepada kita? Dalam pengertian ini, memang ada kesamaan antara masa remaja dan masa paruh baya di mana pada kedua kurun ini ada kebutuhan untuk mendapatkan peneguhan identitas diri.

4. Bertambah rawannya usia paruh baya terhadap godaan selingkuh juga disebabkan oleh bertambah mapannya kita secara sosial dan ekonomi. Kemapanan ini menambah daya tarik sebab cukup banyaklawan jenis dari usia yang lebih muda yang mendambakan kemapanan sosial dan ekonomi.

5. Bertambahnya godaan selingkuh juga ditimbulkan oleh bertambah matangnya emosi dan proses berpikir kita. Pada umumnya, di usia paruh baya kita telah mencapai kematangan yang membuat kita lebih bijak dan stabil dalam menghadapi hidup. Ini adalah daya tarik  bagi sebagian lawan jenis dari usia yang lebih muda. Mereka merindukan ketenteraman dan kita menawarkan hal tersebut.

6. Perubahan pada usia paruh baya dapat pula mendatangkan hal yang sebaliknya, bukan kemapanan yang kita cicipi, melainkan kejatuhan. Biasanya ini disebabkan oleh PHK atau kebangkrutan yang sudah tentu dampaknya dapat berbeda pula. Di tengah proses penuaan dan penyusutan kapasitas fisik, kejatuhan ekonomi membawa  perubahan sosial yang besar. Tiba-tiba kita kehilangan lingkup pertemanan, baik karena perubahan lingkup kerja maupun karena inisiatif pribadi untuk menarik diri.

7. Selain menarik diri, ada pula orang yang melarikan diri ke hal-hal negatif. Salah satunya adalah penerimaan lawan jenis dan  kepuasan seksual sesaat. Di saat krisis, kelemahan purbakala cenderung muncul kembali dan daya tahan untuk mengatasi godaan cenderung menurun.

8. Godaan untuk selingkuh bertambah besar pada usia paruh baya karena faktor kebosanan dan perbedaan biologis antara pria dan wanita. Pada usia paruh baya, aktivitas seksual mulai kehilangan  kesegarannya. Tanpa kasih dan komitmen yang kuat, perubahan ini membuka peluang masuknya godaan. Juga ada masalah perubahan biologis yang dialami wanita akibat proses menopause sehingga tidak jarang gairah seksual berkurang dan kenikmatan seksual terganggu akibat rasa sakit. Tidak jarang pada masa ini pria tergoda mencari wanita lain untuk memenuhi kebutuhan seksualnya dan wanita menerima uluran tangan pria lain karena kesepian dan haus kasih sayang serta perhatian.

9. Godaan untuk selingkuh juga bertambah seiring dengan mengendurnya ikatan keluarga-anak menginjak akil balig dan ketika orang tua telah tua atau meninggal. Perubahan ini menciptakan kebebasan. Jika tidak hati-hati, rasa bertanggung jawab akan merosot pula.

Kesimpulan

1. Setiap perubahan menuntut penyesuaian, tidak terkecuali perubahan pada masa paruh baya. Penyesuaian menuntut kerendahan hati dan kesabaran. Tanpa kerendahan hati kita tidak akan bersedia menyesuaikan diri. Dan tanpa kesabaran, kita hanya menuntut orang lain untuk menyesuaikan diri dengan kita.broken-heart

2. Setiap perubahan memunculkan krisis, baik dalam kadar yang kecil maupun besar. Setiap krisis harus dilalui dengan ketabahan dan kerja sama. Krisis menimbulkan rasa sakit dan tidak berdaya, namun di saat ini kita mesti tabah alias bertahan dalam suasana  yang tidak nyaman. Di masa krisis, kita pun cenderung menyalahkan orang lain. Padahal yang sebenarnya diperlukan adalah kerja sama.**

 

**jongjava/berbagai sumber

 
Masih Seperti Dulu

Insiden buah dada Dewi Persik yang digerayangi penggemarnya saat malam ulang tahun TPI pada 23 Januari 2008 lalu banyak mendapatkan perhatian....
Artis, Popularitas, Free Sex, dan Narkoba

Lagi, seorang artis muda, Sheila Marcia tertangkap tangan tengah 'pesta shabu-shabu' dengan rekannya. Kaget? Mungkin ya, bagi sebagian orang....
Jessica Alba: #3 FHM Sexiest Women

Jessica Alba atau Jessica Marie Alba lahir di Pomona, California, Amerika, 28 April 1981. Perannya begitu dikenal saat memerankan karakter Max...
Hmm .. Miss USA Muslim Pertama ..

Rima Fakih yang lahir di Libanon 2 Oktober 1985 adalah pemenang gelar Miss USA 2010. Dia mewakili negara bagian Michigan di kontes Miss USA 2010. ...
Afgan, Seleb Pria Paling Dipuja

Pesona Afgan Syah Reza memang mampu mengundang histeria kaum hawa. Kehadirannya sebagai sosok yang cool telah menempatkan pelantun tembang Sadis ini...
Film-Film yang Laku Karena Jual Sensasi

Setelah dunia perfilman Indonesia bangkit, persaingan di kancah Industri layar lebar tanah air semakin ketat. Berbagai cara pun dilakukan para...
Britney Spears Tampil Topless di "Womanizer"

Bukan Britney Spears kalau tak bisa bikin sensasi. Dalam salah satu adegan video klip lagu terbarunya yang berjudul "Womanizer", lagi-lagi Britney...
Anna Friel: #9 Sexiest Women

Anna Friel atau yang punya nama lengkap Anna Louise Friel lahir pada 12 July 1976 di Rochdale, Lancashire. Sukses di layar lebar, bintang film...
Keeley Hazell: #5 FHM Sexiest Women

Keeley Hazell, pemilik tinggi badan 168 cm ini lahir di Lewisham, London, Inggris pada tanggal 18 September 1986. Saat berumur 16 tahun, Keeley...
Aktor dan Aktris Korea 'Rame-rame' Bunuh Diri

Popularitas, kekayaan, kecantikan, dan ketampanan terbukti bukan jaminan kebahagiaan. Setidaknya bagi belasan aktor dan artis kenamaan Korea yang...