REGISTER

*
*
*
*
*
Fields marked with an asterisk (*) are required.
Sabtu, 19 Mei 2012 | Welcome : Tamu |
Home Hiburan Suluh Syair Sehalaman Surat Rasa S CheH
Admin
Ditulis oleh Admin   
Posted : Minggu, 25 September 2011 08:00


PDF Print E-mail

scheh

S Che Hidayat atau yang bernama asli Sudirta Hidayat, lahir di Bogor 15 February 1973. Sedangkan nama tengah "Che" yang kini melekat adalah nama kecilnya. Meski mengaku sudah agak vakum sebagai pengasuh sanggar seni daerah "Bina Saluyu" yang fokus pada pelesatrian budaya Sunda, namun S Che Hidayat tak pernah berhenti menghasilkan karya sastra, diantaranya beberapa syair dan puisi yang menggugah jiwa. " Memang sekarang agak vakum karena waktu yang tersedia kadang tak cukup untuk dibagi," katanya.

..

===================================================================================================

 

ilustrasi_sepi2

 

 

 

Sehalaman Surat Rasa

(aku tahu semestinya ini kau baca kemarin),



Dinda,…
entah berapa musim berlalu
dan kabar tentangmu lesap terhembus semilir,
hanya sisakan kenang samar di sini...
Beribu sajak tentangmu
yang setiap teringat pada waktu apa pun akanmu,
penuh kusematkan pada dinding ruang,
tempat di mana engkau pernah singgah.

Hingga dinding itu telah penuh kini,
dan pada tiap ruang yang tertatap kosong ia ku sisipkan,
entah pada tungkai jendela, cermin tempat menatap,
lapuk meja kerja, pada bantat kasur lusuh,
pada gelap malam, pada lelangit kamar yang kusam,
pada bias fajar,
dan diam- diam kubalutkan juga pada selasar hatinya.

Semula, sungguh dia tak pernah tahu
jika semua sajak rindu yang tercipta itu untukmu,
dan ia hanya tahu sajak itu adalah ungkap rasa kasih untuknya,
namun ketika waktu yang tak henti terus melangkah,
ia menyadari bahwa semua itu hanya serupa alir yang tak henti ..
tanpa dapat ia rasakan membasuh dirinya.

Dinda,…
Maka kini,
seluruh aksara yang menggumpal di ujung jemari, terbekukan.
Kau ingat saat rinai deras, ketika kau menemuiku di simpang jalan itu,
dan dalam balut basahnya kau tajam menatap tanpa berkata apa,
serupa itulah aksara itu, kelu kaku.

Ingin sesekali -meski tak mungkin-
menuliskan kembali sebait saja untukmu, untuk tiadamu,
namun di atas segala kesadaran akan adanya semua terurungkan.
Kemudian hanya ketika satu waktu saat sempat melewati tempat,
di mana terakhir kita berjumpa,
di taman itu, yang pada kokoh serindang flamboyan,
sering diam- diam kupahatkan senyummu di sana.

Entah kemudian
kupu- kupu yang sering kutemui
bersembunyi di balik rimbunnya daunan mengecupi,
hingga esoknya saat ku kembali, gurat senyum itu merubah sabit.
Apa harus ku bentuk pelangi?
tapi dari mana mendapatkan warnanya,
sedang semua indah warna itu milikmu ..
dan kau hanya tinggalkan biru di sini.

Dinda,…
Surat ini kutulis mungkin sehalaman rasa milikmu,
dan aku tak pernah miliki asa ini ..
sampai dan terbaca olehmu,
hanya berharap esok –entah esok yang mana-
kau di beri kesempatan membacanya.

Aku kini berusaha menepi
karena sampan kian lapuk, kian rapuh
sedang dermaga itu tak setitik pun nampak

Duhai...
tak kau lihatlah aku yang berlayar sendiri
hanya ikuti rasi dan berbekal selembar gambarmu
yang pada di saat purnamalah tertatap

Duhai...
tak kau rasakah hembus angin selatan
bawa harum biru rindu
yang pada saat pasang kian gelora

ah...
berdirilah di sana
pada ujung dermaga hatimu
biar kelak kau kujemput


Dinda,…
Tak ada lagi yang ingin tersampaikan padamu,

hanya nanti ketika takdir mempertemukan kita ..
di saat manapun,
ijinkan kupeluk rindu milikmu,
dan mengecup hingga leleh jadi genang ..
mungkin di matamu, mungkin di mataku dan mungkin di matanya.


Hujan kian deras di luar, dari matamu kah itu?


Kota hujan,
September, saat gerimis senja hari ini…



SCheHt ..

 
Titik Sebelas Suci

Namaku Suci, lahir 27 Januari. Perempuan biasa yang belajar berkesenian, kepemimpinan, pertemanan, dan kemandirian setelah bergabung dan menjadi...
Sajak Ibnu Tamina Said

Ibnu Tamina Said lahir di Bengkulu 20 Juli 1973, penyair yang telah melahirkan karya "Tasawuf Cinta' ini mendaulat diri sebagai'penulis mimpi'. ...
Syair Cucuk Suparno

**Cucuk Suparno, lahir di Jombang 19 Maret 1974 ..aktif sebagai pekerja seni sejak masa kuliah di fakultas Sastra Universitas Negeri Malang dan...
Sajak2 Vhieckqy Zulkifly Rauf (1)

Vhieckqy Zulkifly Rauf, yang lahir di Jakarta 12 Maret 1980 termasuk penyair generasi muda yang cukup produktif. Karya-karyanya cukup variatif, bukan...
Selangkah Lagi di Syair Gus Win

Agus Winarno atau lebih populer dipanggil Guswin lahir di Pacitan 11 Agustus 1967. Kiprah alumnus Universitas Negeri Malang yang kini menjadi pembina...
Sajak-Sajak Rama Prabu (1)

            Rama Prabu adalah sebuah nama pena dari Ki Engkos Kosnadi, alumni Univ. Sarjanawiyata Tamansiswa Jogjakarta yang didirikan Ki....
Syair S Che Hidayat

    S Che Hidayat atau yang bernama asli Sudirta Hidayat, lahir di Bogor 15 February 1973. Sedangkan nama tengah "Che" yang kini melekat adalah...
Syair Sunyi Suci (2)

Namaku Suci, lahir 27 Januari. Perempuan biasa yang belajar berkesenian, kepemimpinan, pertemanan, dan kemandirian setelah bergabung dan menjadi...
Syair Sunyi Suci

Namaku Suci, lahir 27 Januari. Perempuan biasa yang belajar berkesenian, kepemimpinan, pertemanan, dan kemandirian setelah bergabung dan menjadi...
Sajak-Sajak Tory Suryo (1)

Sensualitas.....     kunikmati sensualitas...jilatan lidah ditepian........ kauputar melintir...melinting...sepanjang batang ... biarkan bibirmu...
  • [Google]
  • [Bot]
  • [Baidu]
Now online:
  • 16 guests
  • 3 robots