logo

iklan 1

Jakarta Peugeot Club

Jakarta Peugeot Club (JPC) berdiri di penghujung akhir tahun ‘99 tanggal 5 Desember dengan jumlah anggota awal 18 orang. Belum setahun berdiri, yang ikut nimbrung naik 2 kali lipat. Jumlah anggota, baik aktif ataupun nonaktif sampai saat ini telah mencapai 200-an dan tersebar di seluruh wilayah. Jika para pugers (pemilik Peugeot) berdomisili di luar, dapat bergabung dengan klub Peugeot yang sudah ada di Cirebon, Bandung, Semarang, Yogya, Magelang, Solo, Cilacap, Jember, Malang, dan Surabaya.


Segala seri, tipe, dan tahun keluaran Peugeot dapat bergabung dalam klub ini. Saat ini keanggotaan JPC hampir mencakup semua seri (206 ; 305 ; 306; 307 SW; 404; 405 {SR,SRi,STi} ; 406 {D8,D9} ; 504; 505 {GR, GTi, SW} ; 604 dan 605). “Kami secara terbuka menerima semua seri dan tidak pernah mengkhususkan seri tertentu seperti pada klub-klub Peugeot terdahulu yang pernah ada di Jakarta.,” ujar Heru Penstyobudi, Ketua Umum JPC.


Menurutnya, peleburan ini diperlukan agar tidak ada pengotak-kotakan. Mereka datang dari berbagai latar belakang dan usia yang berbeda. Ada rekan yang berprofesi dokter, bankir, mahasiswa, ibu rumah tangga, salesman sampai mantan mekanik. Semua menyatu dalam keluarga besar Jakarta Peugeot Club. “Kami tidak pernah membedakan apalagi memperlakukan orang secara khusus. Yang membedakan hanya jabatan di klub,” sambungnya.
Dengan semangat kekeluargaan, tak pelak banyak penggemar Peugeot di Jakarta menyatakan ikut bergabung. Setiap individu yang masuk klub dianggap sebagai saudara. Wajar, jika atmosfer keakraban selalu hadir setiap kali mereka kumpul. Barangkali inilah yang membedakan JPC dengan klub otomotif lain. “Semangat JPC adalah rasa kekeluargaan yang sangat tinggi. Tidak hanya di antara para anggotanya saja, bahkan juga di antara keluarga para anggota itu sendiri,” tuturnya berpromosi.
Jangan heran, Heru memberi contoh, jika setiap ada event, akan terlihat kaum istri sibuk membicarakan arisan keluarga besar JPC. Sementara, para buah hati bermain dengan rekan sebayanya JPC telah berkembang dari sekadar wadah berkumpul bagi penggila Peugeot, hingga menjadi tempat memberikan pengalaman yang sangat bermanfaat bagi sang pemilik Peugeot. “Dengan Peugeot, pengalaman dan wawasan yang luas hadir kian dekat dengan kehidupan pemiliknya. JPC, sure!” tegasnya.

Keanggotaan

Menjadi bagian dari komunitas pemuja mobil berlogo singa ini tak berbelit-belit. Cukup mengisi formulir registrasi dan membayar iuran tahunan sebesar Rp 100 ribu. Tapi yang jelas, ada satu syarat paten yang tidak bisa ditawar lagi, calon anggota kudu memiliki mobil Peugeot.
Bukan JPC namanya kalau tak mempunyai kegiatan yang khas anak-anak Peugeot. Ada coach clinic di Kafe Centong Parkir Timur di belakang hotel Hilton atau di teras hangar MBAU Pancoran di Minggu ketiga setiap bulan. Ada pula outdoors activity yang sifatnya temporer. Pertemuan bulanan menjadi sangat menarik dan seru, karena biasanya 50~60 orang yang hadir saling curhat tentang ‘singa besinya’. Diskusi bulanan yang dijadikan kalender tetap klub itu bukan cuma mau menunjukkan identitas diri, apalagi buat gaya-gayaan, tapi lebih pada penonjolan aktualisasi positif sekaligus penunjukan jati diri dan eksistensi klub.

Materi bincang-bincang bulanan yang dibawa biasanya seputar teknis perawatan, atau menyerempet soal teknologi. Pertemuan tak terbatas pada anggota JPC, namun juga terbuka untuk orang luar.Berbicara mengenai aktivitas internal, tentu ada pula outdoors activity. Sejak tahun 1999 hingga pertengahan tahun 2003 ini, tercatat 50 bentuk kegiatan outdoor yang dilakukan JPC, termasuk tampil dilayar kaca dan media cetak ataupun menghadiri undangan klub otomotif mobil Eropa atau Jepang.

ATPM dengan Klub


Menurut Heru, yang kelahiran Pensilvania (AS) itu, agen tunggal pemegang merk (ATPM) memiliki peran yang cukup vital bagi sebuah klub otomotif. Hubungan itu tidak lagi sebatas bisnis, yakni produsen dan konsumen, tapi lebih dalam lagi, yakni hubungan yang interdependensi. Fungsinya tidak cuma penyelia sukucadang dan aksesori atau instruktur mesin saja, melainkan juga sebagai penyokong aktivitas sebuah klub otomotif.
Hubungan komunikasi dan kerja sama JPC dengan PT Astra France Motor (PT AFM) berjalan harmonis. PT AFM dipandang sebagai induk yang mengayomi klub, namun tidak mencampuri kegiatan JPC. Hubungan harmonis itu sifatnya saling mengisi, misalnya ATPM akan melaunching produk baru, tentu akan mengundang komunitas Peugeot. Atau jika klub akan mengadakan event maka ATPM akan mendukung secara finansial. “Tapi kami dibiarkan mandiri, supaya tidak ada asumsi ATPM punya kepentingan,” ujarnya.


Sumber:Sinar Harapan


*Anda punya klub, geng , komunitas ? ingin berbagi profil dan info kegiatan? Posting saja di sini. Caranya kirim ke e-mail This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

PrintEmail

LatesNews

Membuat Pijakan Kaki atau Stepping Stone di Taman

on 21 November 2014
Membuat Pijakan Kaki atau Stepping Stone di Taman

Jangan menginjak rumput ! Itulah kalimat yang sering kita jumpai di taman-taman kota. Padahal, ada kalanya kita ingin l...


Anyang-anyangan, Kebiasaan, dan Mengikat Jempol Kaki

on 19 November 2014
Anyang-anyangan, Kebiasaan, dan Mengikat Jempol Kaki

Anyang-anyangan atau keinginan untuk buang air kecil sedikit sedikit dan terus menerus memang terlihat sepele. Namun kon...


Tabulampot Buah Naga

on 19 November 2014
Tabulampot Buah Naga

Buah naga .. siapa yang belum mengenal buah yang satu ini. Beberapa tahun terakhir, buah dengan bentuk unik seperti kepa...


Bromo, Eksotisme Alam yang Tak Pernah Lekang ...

on 01 November 2014
Bromo, Eksotisme Alam yang Tak Pernah Lekang ...

    Tak terasa tujuh tahun lalu aku pernah berada di tempat yang sama. Berdiri mematung di tepian kaldera yang...


25 Seleb Pria Muda Indonesia Terkeren

on 13 October 2014
25 Seleb Pria Muda Indonesia Terkeren

Hingar bingar dunia infotainment tanah air terus diwarnai dengan munculnya sosok-sosok baru yang muda, tampan, pintar, d...


Memorabilia

Sang Raja Tanpa Mahkota

Sang Raja Tanpa Mahkota

"Sang raja tanpa mahkota", demikian kaum Kompeni Belanda menyebutnya. Dia lihai, cerdas, bersemangat, ditakuti, juga di...


Pesona

Anyang-anyangan, Kebiasaan, dan Mengikat Jempol Kaki

Anyang-anyangan, Kebiasaan, dan Mengikat...

Anyang-anyangan atau keinginan untuk buang air kecil sedikit sedikit dan terus menerus memang terlihat sepele. Namun kon...


Video

iklan 1

Photos

iklan 1