| Keris Tak Sekedar Antik |
|
Artinya hanya bisa dinikmati oleh orang-orang tertentu.Keris atau tosan aji lainnya (logam berharga bentuknya bisa : keris, tombak, pedang, kudi, rencong, clurit dan lain-lain) pada umumnya juga menyimpan nilai-nilai sebagai barang antik, karya seni dan kelangkaan bahkan juga bisa ditambahkan punya daya spiritual tertentu.
Nilai seninya berada pada ukiran dan lukisan logam (pamor) pada bilahnya, ukiran dan jenis bahan yang dipakai pada pegangannya, ukiran dan bahan pada sarung wadahnya, batu permata, batu mulia dan emas yang dipasang pada tosan aji serta kapan dan siapa pembuat serta pemiliknya. Keris berpenampilan jelek tapi kalau itu pernah menjadi milik Sang Mahapatih Gajah Mada maka harganya bisa ratusan juta rupiah.
Namun orang yang menghargai sesuai dengan nilai-nilai itu belum banyak bahkan jauh lebih banyak yang mengabaikan, sehingga sering tidak disadari bahwa keluarganya misalnya memiliki keris Sang Patih Majapahit itu.
Tosan aji yang masih mendapat perawatan dan dikeramatkan boleh dikata hanya yang disimpan para penggemar tosan aji, Keraton Yogyakarta dan Surakarta sehingga cukup terjamin keantikan dan keutuhannya. Tosan aji milik keraton memang secara turun temurun disimpan di tempat penyimpanan tosan aji yang dianggap keramat dan askaral. Hanya boleh dikeluarkan pada hari-hari tertentu saja.
Di Bali keris dan tombak memang masih berperanan dalam masyarakat, namun keris-keris yang mengandung karya seni tinggi sudah banyak yang lari ke luar negeri. Sementara itu untuk keperluan adat dan perlindungan diri maka yang digunakan keris-keris sederhana asal "isi" nya sesuai dengan kebutuhan.
Namun empu keris yang msaih memegang teguh cara-cara pembuatan keris tradisional di P. Jawa, tinggalah seorang dan saat ini umurnya lebih dari 60 tahun yaitu Empu Djeno Harumbrodjo di desa Gatak yogyakarta yang menurut silsilahnya masih keturunan ke-15 Empu Supo dari Majapahit. Sedang di Bali Empu tradisonal tak lebih dari 5 orang dan umumnya mementingkan "isi" bukan keindahan pamornya.
Ini memang sempat membuat kesal para penggemar keris kuno sehingga mereka harus meneliti ciri-ciri keris baru yang direkayasa supaya seperti keris kuno. Maklum keris baru yang harganya hanya sekisar 3-6 puluh ribu rupiah dengan rekayasa itu bisa laku dijual ratusan ribu sampai jutaan rupiah. Dengan suatu proses kimia keris baru utuh bisa dibuat gripis (aus) dan berpenampilan kuno.
Prinsip pengamatannya adalah keris kuno yang dibuat sebelum abad 19 masih menggunakan bahan bijih logam mentah yang diambil dari alam/tambang (karena belum ada pabrik peleburan bijih besi, perak, nikel, dan lain-lain) sehingga logam yang dipakai masih mengandung banyak jenis logam lainnya misalnya bijih besi yang juga mengandung titanium, cobalt, perak, timah putih, nikel, tembaga dan lain-lain.
Kekerasannya melebihi baja namun jauh lebih ringan banyak digunakan untuk membuat pesawat roket dan ruang angkasa, jadi belum hadir di Indonesia. Titanium banyak ditemukan pada batu meteorit dan pasir besi yang banyak terdapat di pantai selatan Jawa dan kemungkinan juga pada bijih besi dari Sulawesi.
Empu Djeno mengambarkan keunikan dan kesul itan membuat keris dengan menggambarkanbahwa untuk membuat keris tangguh Sedayu maka dibutuhkan 15 kg besi, 1,5 kg besi pa mor (batu meteorit) dan 0,5 kg g baja dan dengan cara pemanasan, penempaan n dan pelipatan untuk penyelesaiannya memerg luk an 4098 lipatan. Dan seluruh bahan yang berjumiah 17 kg itu hanya akan tinggal beberapa ratus gram saja, tak lebih sekil o keris jadi.
Dalam pasar tosan aji yang menentukan harganya bukan hanya keindahan tapi yang lebih kuat adalah sejarah dan tuah keris, sebuah keris bisa mencapai harga Rp 900 juta karena keris itu milik seorang raja di Surakarta dan raja ini terkenal karena karya budaya maupun perjuangan politiknya.
Oleh karena itu iebih baik kalau masing-masing empu memasang "logo" (merek dagang) masing-masing pada keris bersangkutan. Empu yang memproduksi jenis klasik, perlu memberi tan da tambahan pada logo itu untuk membeda kan kualitasnya dengan keris produksi yang untuk cinderamata (karya seni profan saja). |
Pria asal Beijing, Guo Yuen, termasuk kolektor yang unik. Terhitung sejak 2004 lalu, dia mulai mengoleksi kolektor laptop IBM. Dalam jangka waktu...
Dari waktu ke waktu, adu ketangkasan mengendalikan mobil remote control tetap menjadi tren. Bahkan untuk memenuhi hobbi yang satu ini, para...
Aeromodelling adalah kegiatan olahraga dirgantara yang terkait dengan perencanaan, perancangan, pembuatan, dan penerbangan pesawat model. Sedangkan...
Kesabaran dan kasih sayang merupakan kunci utama memelihara perliharaan. Apakah itu kucing, anjing, unggas atau binatang lainnya. Pengetahuan...
Kita sering mendengar lukisan Raden Saleh atau Van Gogh telah terjual dalam suatu lelang seharga sekian ratus ribu dolar AS atau porselin Cina dari...
Ingin membeli anjing peliharaan? Sebaiknya Anda mengetahui jenis dan harganya dengan tepat, agar tidak kecewa belakangan. Ada banyak jenis anjing di...
Bukan hanya sebagai simbol kerukunan dan cinta bagi yang memeliharanya, kini burung Love Bird telah menjadi komoditi baru yang bisa dijadikan...
Jakarta Peugeot Club (JPC) berdiri di penghujung akhir tahun ‘99 tanggal 5 Desember dengan jumlah anggota awal 18 orang. Belum setahun berdiri,...
Sebagai kelompok pencinta dan penyayang kucing, mitos tentang keunikan dan keindahan kucing Madura memang telah lama terdengar. Konon kucing Madura...
Comments
mungkin aku bs bantu
saya punya 1 (satu)
sip : aryo dimas
saya punya