|

Ingat Amanda, 'ayam kampus' yang pernah menuturkan pengalaman pahitnya dalam kisah duka ayam kampus di rubrik Kisah Jongjava?
Setelah redaksi beberapa kali mengalami kesulitan kontak untuk menanyakan kabar dan keberadaannya sekarang, akhirnya Rabu (2/9), secara mengejutkan Amanda menghubungi redaksi. Berikut penuturan Amanda yg disampaikan melalui e-mail ke redaksi.
Kepada Redaksi Jongjava ..
Terimakasih atas kesediaannya telah menjadi tempat curhatku di masa lalu. Aku sendiri tidak menyangka bila respon dan simpati pembaca begitu luar biasa. Terimakasih semuanya.. aku sangat terharu dibuatnya .. Rasanya tidak pantas aku mendapatkan empati begitu tinggi, sedangkan aku cuma seorang mantan 'ayam kampus' yang pernah mendedikasikan tubuh dan harga dirinya, semata-mata hanya untuk sex, kesenangan dan uang , untuk kepentingan duniawi yang memuakkan.
Aku juga minta maaf kepada redaksi yang telah berulangkali menghubungi via e-mail, namun tidak aku balas. Bukannya aku mengabaikan ..tapi hanya karena aku benar-benar tidak tahu apa yang harus aku tulis, aku butuh waktu yang tepat. Apalagi adik-adik yang pernah kukuliahkan sekarang sudah mulai melek internet. Aku takut dan khawatir bila aib yang sampai saat inipun masih aku simpan rapat ini terbaca mereka.
Oh ya ... anakku sekarang sudah berumur hampir setahun, laki-laki, sedang lucu-lucunya. Dia kini sedang belajar jalan .. Aku menamainya persis seperti nama ayahnya ..sebut saja Ramzy (maaf aku tidak bisa menyebutkan nama sebenarnya). Laki-laki kecil yang tampan dan cerdas persis seperti ayahnya ...
He is my only life! Aku akan selalu menjaganya, menyayanginya, melindunginya dari segala apapun itu .. Karena hanya dia satu-satunya peninggalan terindah yang pernah kudapatkan dari suami terbaikku Ramzy yang hampir setahun pula telah pergi menghadap sang Khalik ..
Ya .. Ramzy telah tiada ... dia pergi dengan segala kemuliaan hatinya sebagai seorang suami yang terbaik, yang terindah, yang bijaksana .. semua yang paling baik untuknya. Penyakit jantung-demikian analisa dokter, telah merenggutnya dari sisiku, empat puluh hari tepat setelah kelahiran anak semata wayang kami ... Padahal sebelumnya aku sempat berharap, biarlah aku yang mati dulu, agar dia bisa menyalatkan jenazahku kelak ..
Tapi takdir berkehendak lain. Aku juga tidak tahu rahasia apa yang tersimpan dari semua rentetan kehidupan pahit yang tak henti menderaku ini.Ramzy telah lebih dulu meninggalkan kami untuk selamanya ...meninggalkan jejak yang terdalam dalam hati dan jiwaku .. Rasanya sakit sekali .. tapi kucoba relakan, agar kedamaian selalu bersamanya ..
Aku sempat terguncang, sulit rasanya menerima kenyataan itu .. namun seiring waktu, seperti pesan almarhum sebelum meninggal,yang seharusnya kusadari itu sebagai firasat ..aku harus menjadi perempuan yang lebih kuat lagi, agar bisa membimbing anak kami agar nantinya bisa menjadi anak yang tegar dan soleh. ".. sebab kita tidak tahu kapan akan mati," begitu katanya yang disampaikan dengan nada sangat berhati-hati waktu itu.
Semula aku hanya menganggapnya sebagai nasihat biasa ..tapi ternyata itu firasat. Dan kini aku berjanji dalam hati, akan selalu menjaga amanat itu, sampai kapanpun itu, sampai aku mati. Aku juga berjanji tetap akan menyimpan rapat-rapat sosok dan cinta Ramzy hingga akhir ku menutup mata nanti .. dia adalah laki-laki paling sempurna yang pernah kutemui, tak akan pernah terganti ..
Sedikit flashback .. Dulu, setelah tahu tentang 'kedok'ku di masa lalu, Ramzy memang sempat sock, mengurung diri dan sepertinya tak mau menyentuh aku lagi. Dibiarkannya aku dalam ribuan pertanyaan, takut, khawatir, penyesalan, sedih berkepanjangan .. bahkan hampir lebih tiga bulan .. dia mengabaikan kehadiranku sebagai istrinya.
Namun di tengah kegundahanku, di saat aku berfikir bahwa dia pasti akan menceraikan aku .. ternyata dugaanku keliru. Ramzy tidak sejahat itu! Di mataku .. ternyata dia adalah 'jelmaan' malaikat yang tidak pernah berfikir serendah itu. Itulah .. yang membuatku menyesal akibat terlalu suudzon memiliki pemikiran seperti itu.
Ternyata .. Ramzy dengan sangat tulus ... memaafkan aku, memaafkan semua kesalahanku. Bahkan dengan penuh kasih sayang dia membimbingku untuk Istigfar dan mengajakku untuk bersimpuh meminta pengampunan-Nya. Setelah itu dia memandangiku lamaa sekali, ada butiran air menetes di pipinya, aku tak mampu menatapnya .. aku hanya bisa tertunduk .. berbagai perasaan berkecamuk di dadaku .. lalu dia memelukku erat .. erat sekali seakan-akan tak mau melepaskan aku ..
Maaf ... bila mengingat saat itu, rasanya aku tak bisa berkata apa-apa .. rasanya aku tak bisa membendung luapan emosi, haru, sedih .. maaf .. cucuran airmata pun rasanya tak kan sanggup mewakili perasaanku .. maaf ... aku tak bisa menulis lebih banyak lagi .. terima kasih .. terima kasih ..
|
Comments
byk cobaan,aturan, yg smuanya membatasi gerak lgkah kt.
Kalo mbk mrasa spt itu, bhagialah anda adlh org iman,
masa lalu adlh prtnyaAn utk jwbn masa skrg,hny org yg cerdas dlm hal agama yg bisa menjawabnya, jwbnya yg tak lain adlh taubat..
Salut to:KAMU mbk.
Firstian eka
SMAN 1 karanganyar
alumNi,pondok LDII kediri,
alumNi kelas bukhory purworejo.
085647555928
tianz.firenze
suami mbak hebat, bner" luar biasa..
smoga alm suami mbak dpt diterima disisi-Nya & ditempatkan ditempat yg paling indah, amien..
untuk mbak & anak, tetap tegar yah..