Ditulis oleh Admin
Posted :
|
Sabtu, 10 April 2010 21:36 |
|
Maafkan Aku Nur ..Aku Mencintainya .. |
|
Ini bukan pembelaan terhadap kaum lelaki ..bukan sama sekali. Meski aku tahu, mungkin tulisan ini akan membuat para ibu, marah, sakit hati ..bahkan mungkin benci dengan orang2 sepertiku. Tapi inilah kenyataan yang harus kuhadapi dengan lapang dada dan tangan terbuka ..seperti yang pernah menimpaku.
Aku, sebut aja Andre ..memang telah melakukan kesalahan yang mereka sebut sebagai ..kesalahan fatal itu. Entahlah ..aku sendiri tak tahu bagaimana hingga diriku yang dilahirkan dari keluarga dengan latar agama yang sangat baik, dengan pendidikan tinggi, dengan jabatan mentereng akhirnya toh tak bisa menghadapi godaan itu
..Semuanya kuanggap misteri ..sangat misterius
..Padahal dia (istriku yg sekarang), sebut aja Aisyah ..toh juga bukan tipe perempuan penggoda. Sebaliknya, dia adalah perempuan yang sangat santun, berpendidikan, dan sederhana ..Itulah yang justru membuatku jadi begitu memujanya ..padahal saat itu aku telah memiliki seseorang ..seorang istri yang baik malah sangat baik ..dan tetap akan menjadi yang terbaik ..sebut saja Nur ..
Sebenarnya bukan seperti ini yang kuharapkan semula ...sampai kapanpun sebenarnya aku tak menghendaki Nur ..cahaya hidupku ..akan pergi dari sisiku.. Tapi apa dayaku ..aku tak bisa mencegahnya ..dia telah bulat dengan keputusannya waktu itu ..menggugat cerai aku ..setelah aku memberikan pengakuan ..kejujuran itu ...
Yah ..tak selamanya kejujuran itu melegakan ..di lain sisi memang iya ..tapi di sisi yang lain ..kejujuran itu telah memporakporandakan bangunan indah cinta kasih yang telah kutata sekian tahun ..hingga hancur luluh lantak berkeping-keping begitu saja ..
Vonis demi vonis menyakitkan harus aku terima ..bukan hanya sebagai laki2 kurang ajar ..tapi juga ..pengkhianat ..dan cacian lain yang sepertinya memang pantas dialamatkan padaku ..yaa ..sekali lagi karena kejujuran itu ...
Aku jujur pada Nur ..kalau aku jatuh cinta pada Aisyah ..pegawai baru di kantorku ..karyawanku ..anak buahku. Aku bilang pada Nur ..tak bisa melepaskan bayang-bayang wajah Aisyah .. yang ayu ..pintar ..bersahaja ..sopan ..sederhana ..dan nampak alami ..dalam balutan jilbab yang senantiasa serasi dengan penampilannya yang terkesan innocent ...
Tapi sungguh ..sebenarnya aku hanya ingin mengeluarkan semua perasaan yang terpendam itu ...ingin menumpahkan segala unek-unekku yang tak sempat terucap ... bahkan kepada Aisyah ..(terus terang karena aku sedikit jaim sebagai atasan) ..dan terutama karena tiba2 aku merasa sangat berdosa dengan Nur ..meski yang kurasakan baru sebatas perasaan menggila itu ..tak lebih ...
Tapi reaksi Nur ..sungguh di luar dugaan. Dia begitu emosi ..bahkan tak bisa mengendalikan diri ...Meski sudah kujelaskan beberapa kali bahwa aku sama sekali tidak berselingkuh dan hanya mengungkapkan semua yang ada di hati agar ringan ..tapi dia tak mau mengerti. Aku tak menyalahkannya ..mungkin dia syok ..tidak percaya dengan pengakuan jujurku .. Meski sebenarnya yang kuharapkan adalah sebuah kalimat bijak yang menyejukkan ..atau paling tidak menenangkan hatiku ...tapi aku ..sekali lagi tak bisa menyalahkan kemurkaan Nur ...
Begitulah ...kata demi kata yang kuungkapkan kepada Nur ..seperti hembusan angin yang tak bertepi. Nur tetap tak mau mendengarku ..bahkan dia menganggap perasaan itu sebagai sebuah pengkhianatan yang tak termaafkan ..meski aku sudah memberhentikan Aisyah dgn dalih beberapa alasan yang sebenarnya tidak masuk akal sekalipun ...Padahal sungguh ..sebenarnya aku sangat dan hingga kinipun masih teramat sayang kepada Nur ..apalagi dia sudah memberiku seorang buah hati perempuan cantik usia 9 tahun yang kini ikut dan berada dalam asuhannya ..
Sebulan ..dua bulan ..hampir setengah tahun ..aku terus berupaya 'membujuk'nya agar kembali padaku ..namun toh tetap sia-sia ..sepertinya luka itu begitu mendalam ..meski yang kulakoni baru sebatas pengakuan ..Kalau boleh waktu berulang ..aku mungkin akan memilih kebohongan itu ..seumur hidupku ...
Hingga akhirnya ..penantian dan upayaku sia-sia karena ternyata ..Nur ..entah karena memang menginginkan atau entah karena membalasku ..mengabariku akan segera menikah dengan seorang yang lain ..Hancur luluh ..pedihhh rasanya ...Bahkan, aku tak bisa menutupi rasa cemburu itu ..sempat terfikir olehku untuk melakukan sesuatu agar pernikahan mereka gagal ...Tapi untunglah dibalik perasaan cemburuku yang membabi buta akau masih mengingat-Nya ..Aku telah melukai Nur ..dan tak ingin membuat dia lebih terluka ..Biarlah dia berbahagia dengan orang yang dianggap lebih mampu menjadi imam dia selanjutnya ...semoga bahagia Nur ...
Dan kini ..aku telah merelakannya ..dan kucoba untuk menapaki hari depanku dengan Aisyah ..kira-kira setahun setelah pernikahan Nur dengan pria pujaannya yang baru. Itupun sebenarnya tanpa kesengajaan ...Setelah sempat loss contact sekian lama.. Kami , aku dan Aisyah dipertemukan lagi dalam sebuah Lokakarya Kewirausahan ..Dan begitulah akhirnya ..kami pun menikah ...
**Dituliskan Andre untuk
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
|