REGISTER

*
*
*
*
*
Fields marked with an asterisk (*) are required.
Senin, 06 Februari 2012 | Welcome : Tamu |
Home Kisah Balada Istri Pertama Sang Ustadz ..
Admin
Ditulis oleh Admin   
Posted : Kamis, 22 April 2010 08:24


Balada Istri Pertama Sang Ustadz ..

 

Aku tak tahu lagi apalah artinya ini, apakah cinta, apakah belas kasihan, ataukah hanya ingin sekedar menjalankan hidup sesuai takdir yg kuyakini. Aku kini berusaha dengan sekuat tenaga untuk ikhlas menerima kembali kehadiran suamiku yang telah sekian lama pergi meninggalkan noda hitam dan pernah menelantarkan begitu saja hatiku yang tercabik-cabik oleh pengkhianatan.Bukan hanya itu, bahkan sekarang akupun harus berupaya ikhlas merawat tubuh perkasanya yang kini telah renta,lemah, tiada berdaya dalam sakit, kelelahan, dan kepayahan.


heart6Aku bukan malaikat, aku juga bukan perempuan perkasa yang berhati baja. Aku hanya perempuan biasa yang punya rasa, punya cinta, dan punya ..airmata. Aku tak pernah mengerti apalagi meminta agar takdirku seperti ini. Dilahirkan dan dibesarkan oleh keluarga yang hangat dan penuh cinta ..ternyata bukan jaminan bahwa akupun akan mendapatkan aura kebahagiaan yang sama ketika dewasa ..apalagi setelah menapaki hidup berkeluarga. Bukan kehangatan dan ketulusan cinta seperti yang kurasakan saat bocah yang aku temui, tapi justru kepahitan, kebekuan hati dan pengkhianatan.

Mas Heri (nama samaran) bukanlah pilihan orangtuaku. Aku mengenalnya, berpacaran dengannya ketika kuliah, hingga akhirnya dia meminangku dan menjadikannya ayah bagi ketiga buah hatiku .. juga atas kemauan dan pilihanku sendiri. Pesonanya ..memang harus kuakui sejak dulu ..sering membuat aku jengah dan cemburu. Wajahnya yang ganteng, ditambah perawakan yang proporsional, ramah, supel dan aktifis kampus ..membuat dia banyak dilirik teman2 perempuanku ketika kuliah dulu. Bahkan ada yang terang-terangan tetap mengejarnya meski tahu dia telah pacaran dengan aku. Itulah realitasnya. Di sisi lain aku amat bangga dengan pesonanya itu, di sisi lain aku sering dibuatnya was-was, takut bila ada yang berbuat nekad menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan Mas Heri.


Tapi untunglah ..perasaan ragu dan was-was itu hilang dengan sendirinya setelah melihat dan merasakan kesungguhan Mas Heri dalam menjalin hubungan dengan aku. Ini yang membuatku semakin sayang dan cinta kepadanya.  

Kebahagiaan itu bertambah sempurna ketika pasca kelulusan Mas Heri diterima kerja di sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang jasa. Apalagi setengah tahun setelah itu, Mas Heri langsung meminangku ... betapa indah dan sempurnanya dunia. tak henti-hentinya aku bersyukur telah diberi anugerah, keindahan, dan kelancaran hidup yang bertubi-tubi.

Begitulah ..semuanya berjalan wajar, normal, dan penuh kebahagiaan ..sampai lahirlah putra-putri kami hingga berjumlah tiga orang. Cobaan itu datang ketika anak bungsu kami berusia tiga tahun .. Mas Heri yang karirnya lumayan cepat menanjak, tiba-tiba saja menjadi orang yang 'asing'. Perubahannya positif sih ..dia jadi rajin membaca buku-buku agama ..dia juga semakin rajin menjalankan ibadah ..puasa,shalat,dan hal-hal positif lain yang awalnya kusikapi dengan sangat baik dan bersyukur. Mungkin ..diam-diam Mas Heri sudah mendapatkan Hidayah dari-Nya ..begitulah fikirku. Cuman anehnya ..kenapa sejak dia berubah baik, justru bukan kehangatan keluarga berlebih yang kami dapatkan?? Mas Heri jadi agak tertutup denganku
.. begitu juga dengan anak2nya ..hubungannya tak lagi seakrab dan seceria sebelumnya. Bahkan dia juga mulai telat pulang ...tanpa menjelaskan apa dan dari mana dia ..seperti kebiasaannya yang sudah-sudah.  

Ketika kucoba dengan hati-hati menanyakan perubahannya itu, tanpa ekspresi diapun mengatakan bahwa itu cuman perasaanku saja ..dia merasa tidak berubah sedikitpun. Bahkan dia mulai 'menceramahi' aku agar menjadi istri yang lebih solehah lagi ..tidak cukup hanya berjilbab, beribadah, dan menjadi pengabdi suami seperti sekarang ini. Katanya, aku harus jadi ahli syurga ..harus begini harus begitu dan sebagainya ..Memang benar ..tapi sejak kapan Mas Heri jadi rajin menghitung kekuranganku seperti ini?? Dia juga bilang, kalau aku harus jadi teladan yang baik karena sekarang dia telah menjadi seorang ustadz di kantornya ..yang sering memberikan tausiyah, pencerahan bahkan menjadi guru ngaji bagi beberapa teman kantornya. Pertanyaanku ..sejak kapan??? Mengapa baru terungkap setelah aku menanyakannya
..mengapa bukan kesadarannya sendiri untuk menceritakan kegiatannya itu padaku ..bukankah dulu tak ada satupun 'dusta' antara kami ..kami biasa saling berbagi cerita ..sekecil apapun itu ...ada apa denganmu mas Heriku???

Pertanyaan itu akhirnya terjawab sudah. Ketika dengan tiba-tiba Mas Heri mengajakku bicara serius malam itu .. dia mengungkapkan ingin menikah lagi ..dengan seorang ustadzah yang lumayan aku kenal karena sering memberikan siraman rohani di grup pengajianku. Aku tak percaya ..aku anggap semua itu gurauan semata ..aku bahkan sempat mengungkapkan bahwa becandaannya keterlaluan. Tapi mas Heri seius .. aku memang melihat keseriusan itu di matanya ..dan aku tak berdaya. langit bagaikan runtuh ..dan saat itu tiba-tiba aku merasakan dunia yang gelap gulita. Aku pingsan.

Dan ketika terjaga ..semuanya belum berakhir. Semakin hari ..semakin sakit saja ..berbagai perasaan, dilema, berkecamuk di dalam dada ..aku benar-benar merasa tlah mati, bahkan jujur aku sempat terfikir untuk bunuh diri ..tak sanggup rasanya melepas mas Heriku ..pun aku tak sanggup juga bila harus dimadu. Apa salahku?Apa kurangku? ..dan ..meski sulit dan berat ..demi anak-anakku ..akhirnya aku memberi izin itu ..Padahal jauh di lubuk hatiku, aku menangis darah, aku tak ridho, aku benci ..bahkan sangat benci dengan perempuan itu ..ustadzah yang telah ditinggal mati suaminya dan kini 'merebut' Mas Heri dari sisiku ..untuk dibawanya pergi dari kehidupanku ..dan hidup bersamanya di sebuah perumahan mewah yang masih sekota denganku ..

Begitulah, hari-hari kulalui dengan siksa yang tiada tara ..tiap hari hanya cemburu, cemburu, dan cemburu .. antara setan dan malaikat berperang dalam diriku ..sungguh tidak membuat tenang hidupku. Di sisi lain aku merasa diinjak-injak harga diriku dan ingin menggugat cerai suamiku, namun di sisi lain, bila melihat anak2ku yang masih butuh tunjangan kehidupan yang layak (inilah lemahnya perempuan yang tidak bekerja), aku tak bisa melakukan itu. Toh nyatanya ..lambat laun Mas Heri juga benar-benar melupakan kami ..setelah dipindahtugaskan ke kantor pusat di Jakarta ..dia ..sungguh ..lepas dan hilang ..

Tinggallah aku dan anak-anak ..bagaikan anak-anak ayam tak berinduk. Aku sempat depresi berat, bahkan sempat dirawat inap di rumah sakit selama beberapa hari dengan biaya pengobatan dari beberapa saudara yang bersimpati dengan hancurnya kehidupanku. Sedangkan anak-anakku ..sepertinya nyaman dalam perlindungan budhe-ku atau kakak dari almarhum ibuku.

Laun namun pasti ..dengan support dari orang-orang terdekatku ..akhirnya aku bangkit kembali dari keterpurukan itu ..bahkan Alhamdulillah akhirnya akupun diterima kerja di sebuah perusahaan jasa transportasi ternama di kotaku. Gajinya lumayan untuk menunjang kehidupan kami berempat ..aku dan ketiga anakku yang hingga sekarangpun masih dalam asuhan neneknya (budheku).

Tak cukup hanya jadi pegawai, akupun mulai melakukan bisnis rumahan yang hasilnya cukup lumayan ..bahkan dalam waktu dua tahun ..aku bisa menabung untuk pergi berhaji ..Alhamdulillah.Akupun mulai menikmati cahaya itu dengan kesendirianku dengan berbagai kegiatanku yang membuatku tak lagi berfikir soal laki-laki di kehidupanku. Meski secara Islam dengan tidak adanya kabar kejelasan, tidak adanya nafkah lahir bathin dari suami selama bertahun-tahun harusnya kusudah sah menjadi janda ..tapi itu tak terlalu kufikirkan. Yang terpenting dalam hidupku hanyalah anak-anakku.

Hingga suatu hari, tepatnya dua minggu sebelum kutuliskan ini ..tiba-tiba sebuah ambulans berhenti di depan rumah ..menurunkan seorang laki-laki yang duduklemah tiada daya di kursi roda ke hadapanku ..tatapannya begitu kosong ke arahku ...namun jelas kulihat telaga itu menggenang di ujung-ujungnya. Dia datang bersama perempuan itu ..sang ustadzah yang telah menjadi bayang2 kelamku di masa lalu ..perempuan itu bersimpuh dan menyentuh kakiku... dia menangis di sana ..memohon ampun kepadaku ..tanpa aku bisa bicara sepatah katapun ..aku hanya berdiam diri ..tak tahu harus berkata apa. Dari penuturan yang sempat kutangkap dibalik sesenggukan tangisnya ..baru kutahu bahwa Mas Heri terkena stroke akut ..dan dia memohon kepada istri mudanya itu untuk membawanya kepadaku ..untuk memohon ampun atas segala salah yang pernah diperbuatnya selama ini.

Entahlah ..aku tak tahu ..mengapa aku begitu lemah dan tak berdaya untuk kesekian kalinya??Harusnya inilah kesempatanku untuk menyumpahserapahi mereka, menghamburkan kata-kata nista untuk melampiaskan perasaan sakit hatiku selama bertahun-tahun ..dan saatnya membuka mata mereka akan adanya karma. Tapi ..bukan itu yang kulakukan ..aku bahkan memeluk perempuan itu ..memeluk Mas Heri ..dengan linangan air mata ..hanya air mata ..tanpa ucap sepatah katapun. Dan lebih 'gila'nya aku meminta kepada perempuan itu untuk meninggalkan Mas Heri bersamaku ..aku yang akan merawatnya ..Meski semula dia menolak karena merasa tak enak dengan keadaan seperti itu ..tapi dengan minta pengertiannya aku mengatakan padanya bahwa aku tak mungkin dan tak bisa merawat Mas Heri bersama-sama ..dan aku mohon kepadanya agar memberikan kesempatan kepada Mas Heri untuk menikmati sisa umurnya dengan aku dan anak-anaknya ..Akhirnya dia menerima .. Bahkan tanpa bermaksud mengecilkan arti ketulusannya, mungkin itu lebih baik bagi dia yang kini menjadi publik figur .. dan menjadi teladan bagi jamaahnya ..semoga ..


==================================

**seperti dituturkan 'someone' kepada  This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

 
Cinta Terlarang 'tuk Pak Ustadz dan Bupati

Aku sudah tak tahan lagi dengan kisah sembunyi...
Hadiah 'Aib' di Penghujung Tahun ..

Ini adalah pengalaman buruk yang bisa menjadi...
Dia Bukan Anak Suamiku ...

Orang Jawa bilang, kacang ora ninggal lanjaran....
Kisah Duka 'Ayam Kampus'

Sebut saja aku Amanda, usia 25 tahun, calon ibu...
Aktris VCD Syurr itu ... Istriku

    Tak ada yang bisa menebak jalan hidup...
Terbelenggu Asmara 'Tege'

Sebelumnya maaf bila aku memakai istilah 'tege'...
Oh Ustadzku ..Haramkah Ku Mencintaimu??

Kubukan berasal dari keluarga broken home. Ku...
Tabir Khianat di Gempa Padang

Aku tak tahu, perasaan seperti apa yang harus...
Ketika Pelacur 'Baik-Baik' Jatuh Cinta

Klise. Seorang pelacur jatuh cinta pada...
Karma Akibat Pengasihan ...??

Tuhan ..benarkah karma itu ada? Aku memang pernah...