|
Namaku Suci, lahir 27 Januari. Perempuan biasa yang belajar berkesenian, kepemimpinan, pertemanan, dan kemandirian setelah bergabung dan menjadi Ketua Teater NISBI Malang 1991-1995.Selain aktif di Unit Aktifitas Kepenulisan Mahasiswa dan beberapa kali 'ngamen' dalam kegiatan musik dan teater, juga iseng bikin2 lagu, menulis naskah drama, puisi, cerpen, cerita anak, novel anak dan novel popular . Dari kegiatan yang ternyata sangat menunjang profesiku sebagai jurnalis, ya ada-lah beberapa prestasi yg numpang lewat, misalnya puisi "Gemetar Aku di Jendela Subuh" 2 kali dpt the best poem and performance Festival Seni Islami se-Malang Raya, Cerpen "Jangkrik" dan "Mbok Mitro" dapet penghargaan dari festival pekerja seni Jatim dan beberapa penghargaan di bidang karya tulis ilmiah populer ..satu lagi yang agak 'nyimpang' ..menangin lomba Lukis Poster ..
.. ==============================================================================================
Aku dan Kata Tak Sempurna
...bukan di puncak gunung, di kaki bukit, di bawah langit, di dasar jurang atawa diantara riak gelombang lautan ..kutemukan-Mu ..tapi saat kuingin bersemayam dalam sakit yang menahanku untuk berteriak.. atawa menjerit .. ..lemah memilin waktu dan menunggu, ..pada kuasa nafsu yang terus saja mengganggu tuk ingkarkan-Mu, dalam segala cacat yang merajakan ribuan keluh dan hujat, .. mendesak, menyeruak di sela-sela kelemahan imani.. yang selalu saja merasa tak pantas memuja ..apalagi menyeru-Mu .. ..haq dalam genggam-Mu .. Apalah arti sang waktu, manakah ada makna dari setiap udara yang kuhirup dan helakan.. ..bila segala penentuan ini tetap bukan atas kuasaku ..tapi atas kehendak agung semesta-Mu ..berikut pundi cinta, rajabrana, dan jiwa ini yang syah milik-Mu ..
..setiap lelaku adalah ajar luarbiasa yang membatu,menjadi arca, menjadi berhala dan altar bagi persembahan cintaku.. ..bukan tuk kupuja sebagai selir-Mu ..bukan pula sebagai prasarana atas sekutu-Mu, tapi sebatas tanda kumasih zat yang tak kan pernah terizinkan, apalagi terkuasa tuk gambarkan wujud-Mu .. sebatas kata terbata yang kupunya, namun Kau beri ribuan ayat yang menjadi syair asmaraku ..hingga kumerasa begitu fakir dan pandir atas sgala indah-Mu ..Kalau begini, bagaimana bisa kuingkarkan arrohmannirahim-Mu .. ..buat apa berujar "masih siang" ketika langkah tertahan di perjalanan .. dan apa guna bisikkan "hari tlah malam" sewaktu tiba di pelataran ..bila setiap belah waktu adalah jeda yang tak kan pernah terbataskan masa, apalagi inginmu .. ..bolehlah hasrat menjadi kehendak ..tapi bukankah itu tak selalu berarti bahwa segalanya adalah hak ?? .. tak seharusnya terlalai adab dan adat, meski bagimu, sgala trasa sebagai suratan hidup dan catatan kodrat ..bukan sebagai sebuah noktah atau cacat yang menghakimimu bak penghamba khianat .. |