|
===============================================================================================
kerinduan SakaiSetiap rotasi bumi Adakah wajah merdeka tersenyum di bibir Ibu Seperti hari lahir kita kemaren Seluruh daratan dan lautan tak tersisa flora Dan fauna gembira mendengar sajak itu Waktu sama halnya dengan kanvas Menerima warna apa adanya dan bercerita tentang Keberadaan diri sesuai dengan goresan dan ukiran Tangan-tangan kita tempo dulu Bila Soekarno dan Hatta lengkap sudah memberikan Nafasnya pada teks proklamasi Namun kenapa yang lahir pada ini hari Belum leluasa mengecup puting susu Ibunya Dan damai dunia sana adalah impian belaka adikku Barangkali pesta tafakur tahun ini hanya sekedar membangun sejarah Lantas dimana sakai sejati bernafas Mengalunkan sajak tanah leluhurnya |