REGISTER

*
*
*
*
*
Fields marked with an asterisk (*) are required.
Sabtu, 11 Februari 2012 | Welcome : Tamu |
Home Memorabilia Pulitzer dan Kematian Tragis Sang Jurnalis
Admin
Ditulis oleh Admin   
Posted : Sabtu, 09 Agustus 2008 06:19


Pulitzer dan Kematian Tragis Sang Jurnalis

Kevin Carter, seorang Journalist, awal tahun 1993, berangkat ke Sudan dengan niatan untuk mengambil foto pemberontakan yang terjadi di negara yang tengah dilanda konflik itu. Namun sesampainya di sana, justru bencana kelaparan yang menarik minatnya. Di jalan, dia mendapati seorang bocah perempuan kelaparan yang sedang merangkak lemah. Tubuhnya yang kurus kering tinggal tulang, dengan susah payah menuju pusat pembagian makan. Beberapa kali perempuan kecil itu berhenti di tengah jalan untuk mengumpulkan tenaga.


Tragisnya, di tengah kejadian itu, datang seekor burung bangkai, seolah-olah memperhatikan dan menunggu bocah tersebut hingga benar-benar jatuh dan mati. Carter-pun mengabadikan kejadian tersebut. Alhasil, fotonya yang menyentuh hati nurani siapapun yang melihatnya itu mendapatkan hadiah Pulitzer pada 23 Mei 1994.

Foto ini pertama dimuat di koran New York Times. Begitu muncul, reaksi keras bermunculan. Publik mengkritik Carter yang tidak menolong gadis kecil ini. Carter beralasan dia sudah mengusir burung bangkai tersebut sesudah mengambil foto, namun tidak menolong si bocah karena konvensi fotografer yang tidak boleh ikut campur dalam konflik.

Kontroversi terus menghujani Carter. Hadiah Pulitzer yang dia terima atas karya terbaiknya itu justru membuatnya semakin tertekan dan depresi. Hingga akhirnya, dua bulan setelah penerimaan penghargaan itu, Carter ditemukan tewas bunuh diri di Johannesburg, Afrika Selatan. Journalist yang kini menjadi catatan sejarah Pulitzer itu, dengan sengaja mengalirkan gas CO dari knalpot mobil ke dalam ruangannya.

Dia meninggalkan catatan yang isinya berupa penyesalan dan kesedihan karena tidak menolong si bocah, frustasi akibat terjerat hutang dan kesedihan karena sahabat karibnya tertembak. Dari cerita rekannya, ia pernah mengatakan bahwa dirinya merasa begitu berdosa karena telah meninggalkan bocah tersebut dan lebih mementingkan pekerjaan ketimbang tugas kemanusiaan. Ia kuatir burung itu benar-benar memakan si bocah yang naas itu. Dan dengan menerima hadiah penghargaan itu ia juga merasa bersalah karena menang atas penderitaan orang lain.

 


fotokevincarter
Foto ini selalu mengingatkan akan tragedi kemanusiaan di Afrika dan tragedi dalam dunia fotografi itu sendiri, keduanya memang tidak bisa dipisahkan.
 

Comments 

 
0 Foto Posted :2009-01-12 06:51
Noura

Bismillahirroch manirrochim.

Itulah manusia.
 
John F Kennedey dan Konspirasi itu ..

Pembunuhan John Fitzgerald Kennedy (JFK), presiden ke-35 Amerika Serikat, terjadi pada hari Jumat, 22 November 1963 di Dallas, Texas pada pukul 12:30...
Ki Narto Sabdo: Kreasi Baru Ibarat Bakmi

Yo konco ning nggisik gembiro Alerap lerap banyune segoro Angliyak numpak prau layar Ing dino minggu keh pariwisoto Galo praune wis nengah Byak byuk...
Pulitzer dan Kematian Tragis Sang Jurnalis

Kevin Carter, seorang Journalist, awal tahun 1993, berangkat ke Sudan dengan niatan untuk mengambil foto pemberontakan yang terjadi di negara yang...
Tragedi Canny Ong

Nama CANNY ONG mungkin tidak familiar di telinga kita. Namun kisah tragis gadis Malaysia ini bisa menjadi inspirasi dan pelajaran berharga bagi siapa...
Soekarno: Pria Seribu Pesona

Soekarno dan bintang sexy legendaris Marilyn Monroe di sebuah acara di AS Kontroversi Itu.... Setiap tanggal 21 Juni , sebagian warga Indonesia...
Sang Raja Tanpa Mahkota

"Sang raja tanpa mahkota", demikian kaum Kompeni Belanda menyebutnya. Dia lihai, cerdas, bersemangat, ditakuti, juga disegani lawan – lawan...
Akhir Tragis Sang Inspirator

Marilyn Monroe (1926 - 5 Agustus 1962) yang terlahir dengan nama Norma Jeane Mortenson adalah seorang aktris, penyanyi dan juga model terkenal asal...
Misteri di Balik Kedekatan JFK, Soekarno dan Marilyn Monroe

  Kematian Marilyn Monroe, John F Kennedy (JFK) dan runtuhnya Soekarno dari kekuasaan masih membawa spekulasi hingga kini. Spekulasi yang berkembang...
Perempuan Berkode H21 Itu ...

Sejarah spionase dunia tidak akan pernah melupakan legenda Mata Hari (versi ejaan lain: Matahari), seorang penari erotis blasteran Jawa-Belanda penuh...
Kingkong Lu Lawan

"Kingkong Lu Lawan". Mendengar kalimat itu, kita langsung teringat pada seniman legendaris, H Benyamin Sueb. Siapa tidak kenal dengan babe-nya 'Si...