REGISTER

*
*
*
*
*
Fields marked with an asterisk (*) are required.
Sabtu, 11 Februari 2012 | Welcome : Tamu |
Banner
Home Story Ekonomi-Bisnis Mendulang Untung dari Bisnis Bunga Krisan
Admin
Ditulis oleh Suci Gulangsari   
Posted : Kamis, 04 Maret 2010 23:37


Mendulang Untung dari Bisnis Bunga Krisan PDF Print E-mail

 

krisan1krisan2Bisnis bunga potong, terutama bunga jenis Krisan, Krisantemum atau lebih dikenal sebagai bunga Seruni hingga saat ini masih menjanjikan. Salah satu sentra budidaya bunga yang banyak dipakai buket dalam acara perkawinan, maupun acara seremonial lain itu, adalah di Desa Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang.


Menurut salah seorang pelopor budidaya bunga dengan nama latin Chrysanthemum indicum L ini, Andry, permintaan pasar dalam dan luarnegeri cukup bagus. Bahkan, pada hari-hari tertentu semisal pada saat hari besar, permintaannya bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat. "Untuk konsumsi lokal (Malang) saja masih kurang, apalagi untuk kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Denpasar. Begitu juga pasar luar negeri, seperti Singapura, masih sangat kurang," kata Andry yang juga Ketua Paguyupan Petani Apel Poncokusumo.

Untuk saat ini, Malang memang termasuk  kota besar keempat setelah Jakarta, Bandung, dan Denpasar, yang banyak menyerap produk bunga potong, khususnya Krisan."Mungkin karena ditunjang keberadaan Malang sebagai kota tujuan wisata, banyak hotel yang memerlukan bunga ini untuk buket maupun acara-acara seremonial lainnya, selain untuk pesta pernikahan tentunya," paparnya kepada Jongjava.krisan4

 

Ditambahkan Andry, di tingkat pasar, harga bunga jenis ini juga cukup stabil, berkisar antara seribu sampai dua ribu rupiah per tangkai. "Harganya lumayan stabil" ungkapnya.
Beberapa varietas bunga Krisan yang menjadi idola pasar, diantaranya jenis spray dan standar.

Spray adalah jenis bunga yang dalam satu tangkainya terdapat beberapa kuntum dengan ukuran yang lebih kecil dengan diameter sekitar 5,5 cm dengan pajang tangkai sekitar 65,70 cm. Sedangkan standar, dalam satu tangkai terdapat satu kuntum bunga saja dengan ukuran diamater yang mencapai dua kali lipat jenis spray. "Dibandingkan yang spray, yang standar lebih banyak dicari," kata Andry.


Lumayan Mudah

Sementara itu, proses budidaya Krisan sendiri tidak terlalu rumit. Pada masa pertumbuhan krisan harus diberi naungan (green house) dan sinar buatan selama 16 jam sehari. Saat kuntum bunga mulai bermunculan, cahaya harus dikurangi 8 jam sehari agar warna bunganya sempurna. "Cuacalah yang paling banyak mempengaruhi pertumbuhan kuntum Krisan. Misalkan kalau di Malang ini, turunnya kabut,'' jelas Andry.

Turunnya kabut, tambahnya, bisa membuat masa panen mundur lantaran kurang sempurnanya masa pemekaran. Selain itu, kabut dan cuaca yang kurang kondusif bisa menimbulkan tumbuhnya jamur."Inilah yang harus diantisipasi" terangnya.krisan3

Soal bibit, saat ini, sangat mudah untuk mendapatkannya. Bahkan, beberapa petani Krisan di kelompok Andry sudah mulai melakukan pembibitan sendiri. Kualitasnya pun tidak perlu diragukan."Jadi soal bibit, tidak usah khawatir," ungkap bapak dua orang putra ini.

Dibandingkan dengan daerah lainnya, cara tanam bunga krisan Poncokusumo ini berbeda dengan yang lainnya. Misalkan di KOta Batu. Di kota Batu, Krisan banyak ditanam di tegal (kebun terbuka) dan bisa berbunga lebih dari satu kali. Karakteristik tanahnya memungkinkan tanaman bisa lebih dari sekali potong. Sedangkan Krisan Poncokusumo, sekali potong. Artinya, sekali tanam, setelah panen, tanaman harus dicabut dan diganti lagi dengan tanaman/bibit baru. Masa tanam hingga masa panen berkisar antara tiga sampai empat bulan. Sehingga, rata-rata, petani Krisan bisa memanen hasil kebunnya tiga sampai empat kali dalam setahun. **Foto-foto by: Suci

 

krisan5krisan6krisan7

 

Comments 

 
0 Foto Posted :2010-03-24 20:27
Gie

Mb Suci, bagus bangets artikelnya, kasi infonya donk kl ada yg mo nrima krisan dari saya, jumlah banyak stiap hari.... hubungi lewat email di
 
Switzerland of Indonesia

Malang merupakan daerah peradaban tua yang tergolong pertama kali muncul dalam sejarah Indonesia...
Hebatnya Anggota Dewan, Teman Bobo', dan Derita 5 tahun

  Tingkah polah, sikap dan Kinerja sebagian besar anggota wakil rakyat alias Dewan Perwakilan...
Hanya 4 Jam Pelatihan, Mampu Terbitkan Majalah

Hanya dalam durasi pelatihan 4 jam, puluhan relawan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat...
PSSI Menangkan Arema Indonesia Kubu Muhammad Nur

Dualisme kepengurusan di tubuh PT Arema Indonesia berakhir sudah.Komite eksekutif (Exco) PSSI...
Kucing Bakar Segar:Menu favorit Warga China

Soal kuliner ekstrim di jagad ini, sepertinya tidak ada yang bisa mengalahkan orang China. Bukan...
Ini Dia Video 'Tragedi Yue Yue' Yang Hebohkan Cina

Tuai Kecaman, di Youtube Menghilang Peristiwa mengenaskan yang menimpa seorang bocah perempuan...
Ingin Tenang, Nyemil Abu Jenasah Suami

Kematian mendadak sang suami, Shawn, bukan hanya membuat Casie (26), warga Fayetteville, Tennessee...
Order Melimpah, Tidak Layani H-7 Lebaran

Ramadhan dan hari Raya Idul Fitri yang datang sebentar lagi membawa hikmah tersendiri bagi para...
Alternatif Penghasilan Mudah dan Menyenangkan

Ingin mendapatkan penghasilan tambahan yang mudah dan menyenangkan dari internet? Caranya...
Alternatif Logis 'Mencari Uang' di Internet

Banyak orang penasaran, bagaimana bisa internet menyediakan uang dan peluang untuk menambah income...
Syair " Tulang Belakang" Soni Farid Maulana

Soni Farid Maulana lahir di Tasikmalaya, 19 Februari 1962. Aktif menulis puisi sejak tahun 1976,...
Tuhan, Tak Ada Kata 'Cinta' Untuk-Mu

Halimi Zuhdy lahir di kota Sumenep Madura Jawa Timur. Pernah belajar di Miftahul Ulum (sekolah...
Sehalaman Surat Rasa S CheH

S Che Hidayat atau yang bernama asli Sudirta Hidayat, lahir di Bogor 15 February 1973. Sedangkan...