REGISTER

*
*
*
*
*
Fields marked with an asterisk (*) are required.
Sabtu, 11 Februari 2012 | Welcome : Tamu |
Home Story Internasional Dede Manusia Pohon Punya 'Kembaran'
Admin
Ditulis oleh Admin   
Posted : Selasa, 22 September 2009 19:30


Dede Manusia Pohon Punya 'Kembaran' PDF Print E-mail
coralmanDede, 'si manusia pohon' asal Indonesia ternyata punya 'kembaran', namanya Lin Tianzhuan, 38, dari Shuimen, selatan Cina.

Hanya saja, Lin Tianzhuan lebih dikenal sebagai'manusia koral' karena memiliki tubuh yang banyak ditumbuhi penyakit aneh seperti koral atau terumbu karang.

Menurut Lin, penyakit anehnya itu pertama kali timbul pada saat usianya 13 tahun. Dimulai dengan timbulnya benjolan keras di tangan dan kaki.

"Awalnya hanya ada beberapa benjolan keras. Lalu saya memberinya antibiotik dan krim. Tapi ternyata keadaannya tidak membaik juga," jelasnya seperti diilis telegraph.co.uk.


Malah, kata dia, penyakitnya semakin parah." Penyakit saya semakin parah. Mereka tumbuh dan tumbuh terus, dan tak lama kemudian memenuhi  lengan dan kaki, punggung, dan bahkan kepalaku. Seolah-olah aku berubah menjadi batu dan itu mengerikan," tuturnya.

Karena malu, Lin lebih banyak mengurung diri, bersembunyi di dalam rumah. Dia pun dijauhi teman-teman dan tetangga yang menjulukinya 'Coral Boy'.


"Secara bertahap kulit saya menjadi lebih tebal dan lebih tebal dan aku tidak bisa lagi melengkungkan lengan atau kaki saya. Ini sangat menakutkan," kata Lin.

"Jika terpaksa harus keluar, aku membungkus tubuhku dengan selimut. Pasalnya, orang-orang akan berteriak begitu melihat saya," tambah Lin yang keadaannya saat ini mulai pulih.

Sementara itu,Fuzhou Pencegahan Dermatosis Rumah Sakit Dr Liu Vice President Yinghong mengaku terkejut ketika pertama kali menangani kasus ini."Tangan, lengan, kaki dan betis itu tertutup koral keras berwarna cokelat tua,tampak seperti cabang-cabang kering. Keseriusan dan sifat tahan lama penyakit cukup mengejutkan kami," jelasnya.

Sekarang setelah satu tahun pengobatan dan operasi, Lin menunjukkan tanda-tanda pulih.Saat ini Lin tengah menjalani proses pemulihan warna kulit agar tidak terlalu 'mengerikan'.

"Dia mungkin perlu radioterapi untuk beberapa waktu tetapi telah membuat kemajuan yang sangat baik," kata Dr Yinghong. (jj*/tcu)
 
Switzerland of Indonesia

Malang merupakan daerah peradaban tua yang tergolong pertama kali muncul dalam sejarah Indonesia...
Hebatnya Anggota Dewan, Teman Bobo', dan Derita 5 tahun

  Tingkah polah, sikap dan Kinerja sebagian besar anggota wakil rakyat alias Dewan Perwakilan...
Hanya 4 Jam Pelatihan, Mampu Terbitkan Majalah

Hanya dalam durasi pelatihan 4 jam, puluhan relawan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat...
PSSI Menangkan Arema Indonesia Kubu Muhammad Nur

Dualisme kepengurusan di tubuh PT Arema Indonesia berakhir sudah.Komite eksekutif (Exco) PSSI...
Kucing Bakar Segar:Menu favorit Warga China

Soal kuliner ekstrim di jagad ini, sepertinya tidak ada yang bisa mengalahkan orang China. Bukan...
Ini Dia Video 'Tragedi Yue Yue' Yang Hebohkan Cina

Tuai Kecaman, di Youtube Menghilang Peristiwa mengenaskan yang menimpa seorang bocah perempuan...
Ingin Tenang, Nyemil Abu Jenasah Suami

Kematian mendadak sang suami, Shawn, bukan hanya membuat Casie (26), warga Fayetteville, Tennessee...
Order Melimpah, Tidak Layani H-7 Lebaran

Ramadhan dan hari Raya Idul Fitri yang datang sebentar lagi membawa hikmah tersendiri bagi para...
Alternatif Penghasilan Mudah dan Menyenangkan

Ingin mendapatkan penghasilan tambahan yang mudah dan menyenangkan dari internet? Caranya...
Alternatif Logis 'Mencari Uang' di Internet

Banyak orang penasaran, bagaimana bisa internet menyediakan uang dan peluang untuk menambah income...
Syair " Tulang Belakang" Soni Farid Maulana

Soni Farid Maulana lahir di Tasikmalaya, 19 Februari 1962. Aktif menulis puisi sejak tahun 1976,...
Tuhan, Tak Ada Kata 'Cinta' Untuk-Mu

Halimi Zuhdy lahir di kota Sumenep Madura Jawa Timur. Pernah belajar di Miftahul Ulum (sekolah...
Sehalaman Surat Rasa S CheH

S Che Hidayat atau yang bernama asli Sudirta Hidayat, lahir di Bogor 15 February 1973. Sedangkan...