REGISTER

*
*
*
*
*
Fields marked with an asterisk (*) are required.
Sabtu, 11 Februari 2012 | Welcome : Tamu |
Home Story Internasional Ritual-ritual Pengobatan Paling Mengerikan dari India
Admin
Ditulis oleh Suci Gulangsari   
Posted : Jumat, 23 April 2010 08:43


Ritual-ritual Pengobatan Paling Mengerikan dari India PDF Print E-mail


tradisibrutalIndia2tradisibrutalIndia3tradisibrutalIndia1Miris! Begitulah gambaran terapi pengobatan yang dilakukan seorang laki-laki asal India Timur, Jamun Yadav, 50 tahun, yang mengklaim dirinya sebagai manusia setengah dewa. Dengan dalih bisa menyalurkan dan menransfer energi Ilahi melalui kakinya, dia berdiri dan menginjak leher serta tenggorokan anak-anak penderita pilek dan penyakit-penyakit lain akibat udara dingin untuk mengobatinya. 'Orang suci' itu mengklaim dirinya hanya berbicara untuk Tuhan, dan dengan demikian tidak memerlukan pertahanan lain.

Akibat kegiatan ritualnya yang membahayakan tersebut, akhirnya Jamun ditangkap pihak kepolisian setempat.Santosh Singh, pejabat sekaligus juru bicara polisi dalam kasus ini, menyatakan bahwa orangtua yang menyerahkan penanganan pengobatan anaknya kepada 'orang suci' macam Jamun kemungkinan tidak menyadari betapa berbahayanya metode pengobatan yang diterapkan Jamun.

Dilempar dari Menara

 

 

 

Tradisi konvensional yang berbahaya bagi keselamatan manusia seperti yang dilakukan Juman itu, bukanlah satu-satunya di India. Ada beberapa tradisi lain yang ngeri untuk dilihat, yang tersebar di wilayah atau di desa-desa terpencil di India. Misalkan ritual melemparkan bayi dari atas sebuah menara dengan ketinggian lima puluh kaki yang dilakukan masyarakat Hindu dan muslim di Distrik India Solapur, Maharashtra. Tradisi yang diyakini oleh masyarakat pinggiran India sebagai sarana mencapai kesehatan yang baik dan membawa keberuntungan bagi sang anak sepanjang hidupnya itu, konon sudah berlangsung selama 500 tahun.

Anak-anak itu dilempar dari atas menara dengan selembar matras yang menunggu di bawahnya, dan setelah mental, kemudian ditangkap dan diserahkan kepada ibu mereka. Sebelum acara pelemparan tersebut, sebelumnya si orang tua bayi telah diambil sumpahnya terlebih dulu di Baba Sheikh Umar Dargah Sahib, atau kuill. Meski hingga saat ini ritual aneh dan berbahaya itu belum mencatat adanya korban jiwa, namun tetap tiak berhenti menuai kritik dan kecaman.

 


Dipukuli dengan Sadis


Metode pengobatan tradisional yang aneh dan sadis  juga dilakukan Nek Singh, seorang guru India asal Kabupaten Etah, Uttar Pradesh, yang melakukan pukulan-pukulan secara brutal dan membabibuta untuk penyembuhan penyakit 'apa saja' termasuk kanker.Anehnya, semua "pasien"nya adalah perempuan. Perlakuan liar Nek Singh, bukan hanya menendang dan meninju, dia bahkan berdiri di atas kepala penderita. Sejumlah guru spiritual lainnya menyatakan bahwa Nek Singh sedang dirasuki Dewi Ali, sehingga dia memiliki kekuatan untuk menyembuhkan 'pasien' melalui kekerasan fisik.

Akibat kegiatannya yang dianggap membahayakan, polisi akhirnya menggerebek praktik sadis Nek. Namun pria yang memproklamirkan diri sebagai 'penyebuh spiritual' itu berhasil lolos dan kabur.

 

 

Dikubur Enam Jam Saat Gerhana

Satu lagi metode pengobatan masyarakat pinggiran di India, tepatnya di Gulbarga atau Karnataka Utara yang lumayan sadis, adalah mengubur anak cacat hidup-hidup sampai leher mereka, selama enam jam saat gerhana matahari. Hal ini tampaknya dilakukan untuk mengimbangi efek negatif yang diperkirakan disebabkan oleh efek negatif dari gerhana matahari sebelumnya.

Meski banyak para ibu yang menyatakan bahwa anak-anak mereka mengalami mobilitas yang membaik setelah ritual mengerikan itu, namun sampai saat ini, hasil uji ilmiah belum menarik kesimpulan adanya hubungan antara terapi lumpur dengan gerhana. Menurut para ahli di NIMHANS (Nationation Institut Kesehatan Mental dan Neuro Ilmu) Bangalore, dua dekade lalu, mereka telah melakukan beberapa kajian terkait dengan gerhana. Dalam studi ini mereka menemukan adanya beberapa pengaruh pada otak  selama gerhana matahari. Tapi terapi lumpur yang dilakukan selama gerhana di Gulbarga, tidak dapat diterima sampai bernar-benar bisa dibuktikan secara ilmiah.

 

**sumber:wanc

 
Switzerland of Indonesia

Malang merupakan daerah peradaban tua yang tergolong pertama kali muncul dalam sejarah Indonesia...
Hebatnya Anggota Dewan, Teman Bobo', dan Derita 5 tahun

  Tingkah polah, sikap dan Kinerja sebagian besar anggota wakil rakyat alias Dewan Perwakilan...
Hanya 4 Jam Pelatihan, Mampu Terbitkan Majalah

Hanya dalam durasi pelatihan 4 jam, puluhan relawan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat...
PSSI Menangkan Arema Indonesia Kubu Muhammad Nur

Dualisme kepengurusan di tubuh PT Arema Indonesia berakhir sudah.Komite eksekutif (Exco) PSSI...
Kucing Bakar Segar:Menu favorit Warga China

Soal kuliner ekstrim di jagad ini, sepertinya tidak ada yang bisa mengalahkan orang China. Bukan...
Ini Dia Video 'Tragedi Yue Yue' Yang Hebohkan Cina

Tuai Kecaman, di Youtube Menghilang Peristiwa mengenaskan yang menimpa seorang bocah perempuan...
Ingin Tenang, Nyemil Abu Jenasah Suami

Kematian mendadak sang suami, Shawn, bukan hanya membuat Casie (26), warga Fayetteville, Tennessee...
Order Melimpah, Tidak Layani H-7 Lebaran

Ramadhan dan hari Raya Idul Fitri yang datang sebentar lagi membawa hikmah tersendiri bagi para...
Alternatif Penghasilan Mudah dan Menyenangkan

Ingin mendapatkan penghasilan tambahan yang mudah dan menyenangkan dari internet? Caranya...
Alternatif Logis 'Mencari Uang' di Internet

Banyak orang penasaran, bagaimana bisa internet menyediakan uang dan peluang untuk menambah income...
Syair " Tulang Belakang" Soni Farid Maulana

Soni Farid Maulana lahir di Tasikmalaya, 19 Februari 1962. Aktif menulis puisi sejak tahun 1976,...
Tuhan, Tak Ada Kata 'Cinta' Untuk-Mu

Halimi Zuhdy lahir di kota Sumenep Madura Jawa Timur. Pernah belajar di Miftahul Ulum (sekolah...
Sehalaman Surat Rasa S CheH

S Che Hidayat atau yang bernama asli Sudirta Hidayat, lahir di Bogor 15 February 1973. Sedangkan...