REGISTER

*
*
*
*
*
Fields marked with an asterisk (*) are required.
Senin, 06 Februari 2012 | Welcome : Tamu |
Home Story Internasional Kambing Pemanjat di Moroko
Admin
Ditulis oleh gulangsari   
Posted : Kamis, 09 September 2010 09:22


Kambing Pemanjat di Moroko PDF Print E-mail


fenomena3_kambing_manjat1Kambing-kambing Maroko ini memang berbeda dengan  kambing kebanyakan. Mereka punya hobi unik, yakni memanjat pohon. Kambing-kambing itu naik ke pohon-pohon karena  suka makan buah dari pohon argan, yang mirip dengan buah zaitun.


Uniknya, para petanipun tiap saat mengikuti kawanan kambing yang berpindah dari pohon ke pohon itu. Bukan karena merasa aneh melihat tingkah polah para kambing, tapi mereka memungut dan mengumpulkan biji-biji buah Argan yang dimuntahkan kambing atau dikeluarkan melalui kotoran. Kambing tidak bisa mencerna dengan baik biji-biji itu, sehingga sewaktu dikeluarkan dari tubuh, biji-biji Arganpun tetap utuh.

Buah Argan sendiri berisi 1-3 kacang kernel. Biji yang jatuh alami ke tanah, selama ratusan tahun dipakai oleh masyarakat setempat untuk membuat minyak argan yang juga dimanfaatkan untuk memasak dan kosmetik. Tapi karena pemanfaatannya yang liar dan tidak terkendali, pohon argan lambat laun menjadi langka. Selain karena kayunya banyak diburu, serbuan para kambing juga ikut berperan semakin menurunnya populasi pohon ini.

Khusus untuk upaya penyelamatan pohon Argan, saat ini telah ada kelompok dan organisasi yang terbentuk untuk melindungi keberadaan mereka. Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan menjadikan lokasi utama tumbuhnya pohon-pohon Argan  dengan menyatakannya sebagai biosfer pelestarian.Tujuan lain dari penyelamatan itu adalah memaksimalkan pemanfaatan biji Argan yang dipercaya memiliki sifat anti aging atau penuaan. Dengan sifatnya itu, biji Argan memiliki potensi pasar yang sangat besar. fenomena3_kambing_manjat2


Namun, orang-orang yang berencana untuk memasarkan minyak itu juga tidak bisa membayangkan bila konsumen atau orang yang ingin  memakai produknya itu jadi jijik, lantaran menyadari telah menempatkan minyak pada makanan atau wajah mereka dengan biji-bijian yang dikumpulkan dari kotoran kambing.

Berdasar pemikiran ini pula, organisasi penyelamatan pohon Argan ini berkampanye melarang para kambing merumput di pohon  dan membiarkan buah Argan matang dan jatuh sendiri. Buah tersebut kemudian dikumpulkan dan akan diolah menjadi minyak oleh lembaga koperasi minyak. Sejauh ini, pengaturan ini tampaknya cukup efektif. **

 

(Foto: Saviaar Remo)

 
Switzerland of Indonesia

Malang merupakan daerah peradaban tua yang tergolong pertama kali muncul dalam sejarah Indonesia...
Hebatnya Anggota Dewan, Teman Bobo', dan Derita 5 tahun

  Tingkah polah, sikap dan Kinerja sebagian besar anggota wakil rakyat alias Dewan Perwakilan...
Hanya 4 Jam Pelatihan, Mampu Terbitkan Majalah

Hanya dalam durasi pelatihan 4 jam, puluhan relawan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat...
PSSI Menangkan Arema Indonesia Kubu Muhammad Nur

Dualisme kepengurusan di tubuh PT Arema Indonesia berakhir sudah.Komite eksekutif (Exco) PSSI...
Kucing Bakar Segar:Menu favorit Warga China

Soal kuliner ekstrim di jagad ini, sepertinya tidak ada yang bisa mengalahkan orang China. Bukan...
Ini Dia Video 'Tragedi Yue Yue' Yang Hebohkan Cina

Tuai Kecaman, di Youtube Menghilang Peristiwa mengenaskan yang menimpa seorang bocah perempuan...
Ingin Tenang, Nyemil Abu Jenasah Suami

Kematian mendadak sang suami, Shawn, bukan hanya membuat Casie (26), warga Fayetteville, Tennessee...
Order Melimpah, Tidak Layani H-7 Lebaran

Ramadhan dan hari Raya Idul Fitri yang datang sebentar lagi membawa hikmah tersendiri bagi para...
Alternatif Penghasilan Mudah dan Menyenangkan

Ingin mendapatkan penghasilan tambahan yang mudah dan menyenangkan dari internet? Caranya...
Alternatif Logis 'Mencari Uang' di Internet

Banyak orang penasaran, bagaimana bisa internet menyediakan uang dan peluang untuk menambah income...
Syair " Tulang Belakang" Soni Farid Maulana

Soni Farid Maulana lahir di Tasikmalaya, 19 Februari 1962. Aktif menulis puisi sejak tahun 1976,...
Tuhan, Tak Ada Kata 'Cinta' Untuk-Mu

Halimi Zuhdy lahir di kota Sumenep Madura Jawa Timur. Pernah belajar di Miftahul Ulum (sekolah...
Sehalaman Surat Rasa S CheH

S Che Hidayat atau yang bernama asli Sudirta Hidayat, lahir di Bogor 15 February 1973. Sedangkan...