| Kambing Pemanjat di Moroko |
|
|
|
|
Uniknya, para petanipun tiap saat mengikuti kawanan kambing yang berpindah dari pohon ke pohon itu. Bukan karena merasa aneh melihat tingkah polah para kambing, tapi mereka memungut dan mengumpulkan biji-biji buah Argan yang dimuntahkan kambing atau dikeluarkan melalui kotoran. Kambing tidak bisa mencerna dengan baik biji-biji itu, sehingga sewaktu dikeluarkan dari tubuh, biji-biji Arganpun tetap utuh. Namun, orang-orang yang berencana untuk memasarkan minyak itu juga tidak bisa membayangkan bila konsumen atau orang yang ingin memakai produknya itu jadi jijik, lantaran menyadari telah menempatkan minyak pada makanan atau wajah mereka dengan biji-bijian yang dikumpulkan dari kotoran kambing.
(Foto: Saviaar Remo) |
Malang merupakan daerah peradaban tua yang tergolong pertama kali muncul dalam sejarah Indonesia...
Tingkah polah, sikap dan Kinerja sebagian besar anggota wakil rakyat alias Dewan Perwakilan...
Hanya dalam durasi pelatihan 4 jam, puluhan relawan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat...
Dualisme kepengurusan di tubuh PT Arema Indonesia berakhir sudah.Komite eksekutif (Exco) PSSI...
Soal kuliner ekstrim di jagad ini, sepertinya tidak ada yang bisa mengalahkan orang China. Bukan...
Tuai Kecaman, di Youtube Menghilang Peristiwa mengenaskan yang menimpa seorang bocah perempuan...
Kematian mendadak sang suami, Shawn, bukan hanya membuat Casie (26), warga Fayetteville, Tennessee...
Ramadhan dan hari Raya Idul Fitri yang datang sebentar lagi membawa hikmah tersendiri bagi para...
Ingin mendapatkan penghasilan tambahan yang mudah dan menyenangkan dari internet? Caranya...
Banyak orang penasaran, bagaimana bisa internet menyediakan uang dan peluang untuk menambah income...
Soni Farid Maulana lahir di Tasikmalaya, 19 Februari 1962. Aktif menulis puisi sejak tahun 1976,...
Halimi Zuhdy lahir di kota Sumenep Madura Jawa Timur. Pernah belajar di Miftahul Ulum (sekolah...
S Che Hidayat atau yang bernama asli Sudirta Hidayat, lahir di Bogor 15 February 1973. Sedangkan...