REGISTER

*
*
*
*
*
Fields marked with an asterisk (*) are required.
Sabtu, 11 Februari 2012 | Welcome : Tamu |
Home Story Nasional Di Balik Heboh Hujan Darah
Admin
Ditulis oleh suci gulangsari   
Posted : Minggu, 22 Agustus 2010 13:05


Di Balik Heboh Hujan Darah PDF Print E-mail


hujan_darahSatu lagi fenomena alam yang menghebohkan publik Indonesia, hujan darah di India! Beberapa hari terakhir adanya hujan darah di India itu telah menjadi perbincangan hangat di berbagai media di Indonesia, bahkan RCTI menyajikannya secara khusus melalui programnya SILET. Forum2 dunia maya juga menggunjingkannya, setelah rekam tayang hujan berwarna merah di stasiun Mivo tv itu diposting di youtube.

Anda ingin tahu, kapan sebenarnya fenomena hujan darah itu terjadi? Sudah cukup lama .. tanggal 25 Juli hingga 23 September 2001 ..atau tepatnya sembilan tahun yang lalu! Bila tidak percaya, silahkan browsing di mesin pencari: "India blood rain" akan gamblang Anda dapatkan informasi di sana.

Namun, meski tergolong sangat telat, tidak ada salahnya juga kita saling berbagi informasi tentang fenomena ini. Seperti yang disarikan jongjava dari berbagai sumber, banyak opini dan spekulasi yang terus berkembang seiring peristiwa tumpahnya darah berkapasitas lebih 500.000 meter kubik air dari langit di tahun 2001 itu.

Awalnya para ilmuwan berspekulasi bila air hujan berwarna merah itu dikarenakan polusi oleh pasir gurun. Namun, dalam perkembangannya, para Ilmuwan menemukan sesuatu yang mengejutkan : unsur merah darah di dalam air hujan itu adalah kumpulan berjuta sel hidup yang bukan berasal dari bumi.

Berdasarkan berita, hujan Darah pertama jatuh di distrik Kottayam dan Idukki di wilayah selatan India. Bukan hanya merah, sebelumnya tepat 10 hari pertama dilaporkan juga telah turun hujan berwarna kuning, hijau dan hitam. Setelah 10 hari, barulah intensitas curah hujan aneh itu mereda.

Contoh air hujan darah tersebut langsung dibawa untuk diteliti oleh pemerintah India dan ilmuwan setempat. Salah satu ilmuwan independen India yang melakukan penelitian yang bernama Godfrey Louis dan Santosh Kumara dari Universitas Mahatma Gandhi. Mereka telah mengumpulkan lebih dari 120 laporan dari para penduduk India setempat dan mengumpulkan contoh air hujan darah dari wilayah sepanjang 100 km. Sungguh merupakan kejadian aneh bukan, seperti adanya gosip Video Malaikat yang juga sempat menghebohkan kita semua.


Aktifitas Meteor

Adanya penjelasan tentang Hujan Darah India tersebut adalah sel hidup, sempat membuat para ilmuwan mengajukan teori bahwa partikel merah itu adalah darah. Menurut mereka, ada kemungkinan batu meteor yang meledak dan telah membantai sekelompok kelelawar di udara. Namun, teori Hujan Darah ditolak karena tidak adanya bukti-bukti yang mendukung, misalkan tidak adanya potongan-potongan tubuh atau sayap kelelawar yang jatuh ke bumi.

Dengan menghubungkan antara suara ledakan dan cahaya yang mendahului hujan darah di India tersebut, Louis mengemukakan teori bahwa sel-sel merah tersebut adalah makhluk ekstraterestrial (ET). Louis menyimpulkan, materi merah tersebut datang dari sebuah komet yang memasuki atmosfer bumi dan meledak di atas langit India.

Sebuah studi yang dilakukan mahasiswa doktoral dari Universitas Queen, Irlandia, bernama Patrick McCafferty, menemukan catatan sejarah yang menghubungkan hujan berwarna dengan ledakan meteor. McCafferty menganalisis 80 laporan mengenai hujan berwarna, 20 laporan air berubah menjadi darah dan 68 contoh fenomena mirip seperti Hujan Darah hitam, hujan susu, atau Hujan Darah madu yang turun dari langit. Sebanyak 36 persen dari contoh tersebut ternyata terhubung dengan aktivitas meteor atau komet.

Peristiwa-peristiwa Hujan Darah terjadi mulai dari Romawi kuno, Irlandia, dan Inggris abad pertengahan, hingga ke Kalifornia pada abad 19. Jadi, apakah hujan merah di Kerala berasal dari luar bumi? Sebagian ilmuwan yang skeptis serta merta menolak teori ini.

Namun, sebagian ilmuwan lain yang belum menemukan jawabannya segera melirik kembali ke sebuah teori usang yang diajukan ahli fisika Sir Fred Hoyle dan Dr Chandra Wickramasinghe. Teori Hujan Darah mereka disebut Panspermia, yang menyatakan bahwa kehidupan di bumi berasal dari luar angkasa.

Sampai kini belum ada jawaban pasti mengenai penyebab hujan merah ini. Jawaban yang ada masih sebatas teori. Dan The Sky is Bleeding sepertinya bakal terus menjadi sebuah misteri.




Lebih gamblangnya silahkan kunjungi :
http://en.wikipedia.org/wiki/Red_rain_in_Kerala

 

sumber: berbagai sumber

 
Switzerland of Indonesia

Malang merupakan daerah peradaban tua yang tergolong pertama kali muncul dalam sejarah Indonesia...
Hebatnya Anggota Dewan, Teman Bobo', dan Derita 5 tahun

  Tingkah polah, sikap dan Kinerja sebagian besar anggota wakil rakyat alias Dewan Perwakilan...
Hanya 4 Jam Pelatihan, Mampu Terbitkan Majalah

Hanya dalam durasi pelatihan 4 jam, puluhan relawan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat...
PSSI Menangkan Arema Indonesia Kubu Muhammad Nur

Dualisme kepengurusan di tubuh PT Arema Indonesia berakhir sudah.Komite eksekutif (Exco) PSSI...
Kucing Bakar Segar:Menu favorit Warga China

Soal kuliner ekstrim di jagad ini, sepertinya tidak ada yang bisa mengalahkan orang China. Bukan...
Ini Dia Video 'Tragedi Yue Yue' Yang Hebohkan Cina

Tuai Kecaman, di Youtube Menghilang Peristiwa mengenaskan yang menimpa seorang bocah perempuan...
Ingin Tenang, Nyemil Abu Jenasah Suami

Kematian mendadak sang suami, Shawn, bukan hanya membuat Casie (26), warga Fayetteville, Tennessee...
Order Melimpah, Tidak Layani H-7 Lebaran

Ramadhan dan hari Raya Idul Fitri yang datang sebentar lagi membawa hikmah tersendiri bagi para...
Alternatif Penghasilan Mudah dan Menyenangkan

Ingin mendapatkan penghasilan tambahan yang mudah dan menyenangkan dari internet? Caranya...
Alternatif Logis 'Mencari Uang' di Internet

Banyak orang penasaran, bagaimana bisa internet menyediakan uang dan peluang untuk menambah income...
Syair " Tulang Belakang" Soni Farid Maulana

Soni Farid Maulana lahir di Tasikmalaya, 19 Februari 1962. Aktif menulis puisi sejak tahun 1976,...
Tuhan, Tak Ada Kata 'Cinta' Untuk-Mu

Halimi Zuhdy lahir di kota Sumenep Madura Jawa Timur. Pernah belajar di Miftahul Ulum (sekolah...
Sehalaman Surat Rasa S CheH

S Che Hidayat atau yang bernama asli Sudirta Hidayat, lahir di Bogor 15 February 1973. Sedangkan...