REGISTER

*
*
*
*
*
Fields marked with an asterisk (*) are required.
Senin, 06 Februari 2012 | Welcome : Tamu |
Home Story Nasional Hujan Ikan di Honduras
Suci Gulangsari
Ditulis oleh Suci Gulangsari   
Posted : Selasa, 07 September 2010 13:54


Hujan Ikan di Honduras PDF Print E-mail



fenomena2_hujan_ikanPeristiwa ini terjadi di Departamento de Yoro, Honduras antara bulan Mei dan Juli 1998 lalu. Namun hingga kini, masyarakat setempat terus mengenang peristiwa langka itu dengan rutin menggelar perayaan yang dikenal dengan "Festival de la Lluvia de Peces" ( Festival Hujan Ikan). Dalam festival, seluruh warga berpesta pora dengan memasak berbagai macam menu dari ikan.

Sejumlah saksi yang mengalami fenomena menakjubkan itu menuturkan, hujan ikan itu diawali dengan awan gelap di langit. Kemudian  diikuti oleh petir, guntur, angin kencang dan hujan lebat selama 2 sampai 3 jam. Setelah hujan berhenti, ratusan ikan hidup ditemukan di tanah. Orang-orang pun membawa pulang ikan-ikan itu untuk dimasak dan disantap.


Bukan hanya warga Honduras,  warga kota Lajamanu Australia juga pernah dibuat heran dan bingung dengan jatuhnya ribuan ikan dari langit saat hujan badai melanda wilayah tersebut. Sebagian ikan-ikan yang jatuh dari langit itu dalam keadaan hidup. "Mula-mula kami mencium bau amis, lalu berjatuhanlah ikan-ikan itu dari langit," kata sejumlah warga.  

Apakah hanya kedua kota itu saja yang pernah dilanda hujan misterius makhluk hidup? Ternyata tidak. Sejarah telah mencatat kejadian serupa di beberapa kota di sejumlah negara. Pada tahun 1864, misalnya, di Singapura juga pernah dilanda hujan ikan. Ikan-ikan itu berjatuhan dari langit di seluruh kota sehingga menyebabkan banyak kerusakan properti, bahkan tidak sedikit yang terluka akibat tertimpa binatang air bersisik itu.

Pada tahun 1900, hal serupa juga pernah terjadi di Rhode Island. Meski banyak teori dan spekulasi, bahkan diantaranya sudah diilustrasikan dalam bentuk Video (bisa dilihat di bagia n lain artikel ini), namun titik terang atau penjelasan konkrit yang mendukung fenomena ini belum terungkap hingga sekarang. Termasuk 'hujan kodok' yang melanda Prefektur Ishikawa Jepang tahun 2009 silam dan 'hujan ubur-ubur' yang jatuh dari langit Bath Inggris tahun 1894, hingga sekarang pun belum terjawab dengan gamblang.

Apa yang bisa menyebabkan fenomena alam misterius ini terjadi? Satu-satunya teori yang berkembang dalam masyarakat dan sedikit bisa menjelaskan peristiwa ini adalah adanya proses penguapan dalam volume besar. Penguapan dengan volume besar yang bisa jadi berupa tornado kecil, memungkinkan ikut terangkatnya ikan-ikan dari danau atau kolam ke langit. Lalu, setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh, perlahan semua 'benda' yang ikut dalam perjalanan tornado itu akan jatuh, sesuai dengan berat benda yang terbawa.

Benda-benda yang paling berat akan jatuh terlebih dulu dan menjadi hujan di suatu daerah, sedangkan benda-benda lain yang lebih ringan tetap  terbawa untuk selanjutnya jatuh lagi di daerah lainnya begitu seterusnya. Inilah yang menyebabkan spesifikasi hujan 'benda air' itu di satu daerah dengan daerah yang lainnya berbeda. Meski demikian, tak semua orang meyakini teori ini, bahkan tidak sedikit diantaranya yang justru menganggap fenomena ini sebagai wabah atau kutukan. Lalu manakah teori yang benar? Walahuallam bishawa ..hanya Allah SWT yang tahu kebenaran jawabnya.**

 

Berikut adalah kota-kota yang pernah dilanda hujan 'binatang air':

Hujan Ikan

* Singapura, 22 Februari, 1861
* Olneyville, Rhode Island, 15 Mei, 1900
* Bhanwad, Jamnagar, India, 24 Oktober 2009
* Lajamanu, Northern Territory, Australia, 25-26 Februari 2010
* Marksville, Louisiana, 23 Oktober 1947

Hujan Katak atau Kodok

* Ishikawa Prefecture, Jepang, Juni 2009
* Rákóczifalva, Hungary, 18-20 Juni 2010

Hujan Ubur-Ubur

* Bath, Inggris, 1894

 

 

sumber:berbagai sumber

 
Switzerland of Indonesia

Malang merupakan daerah peradaban tua yang tergolong pertama kali muncul dalam sejarah Indonesia...
Hebatnya Anggota Dewan, Teman Bobo', dan Derita 5 tahun

  Tingkah polah, sikap dan Kinerja sebagian besar anggota wakil rakyat alias Dewan Perwakilan...
Hanya 4 Jam Pelatihan, Mampu Terbitkan Majalah

Hanya dalam durasi pelatihan 4 jam, puluhan relawan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat...
PSSI Menangkan Arema Indonesia Kubu Muhammad Nur

Dualisme kepengurusan di tubuh PT Arema Indonesia berakhir sudah.Komite eksekutif (Exco) PSSI...
Kucing Bakar Segar:Menu favorit Warga China

Soal kuliner ekstrim di jagad ini, sepertinya tidak ada yang bisa mengalahkan orang China. Bukan...
Ini Dia Video 'Tragedi Yue Yue' Yang Hebohkan Cina

Tuai Kecaman, di Youtube Menghilang Peristiwa mengenaskan yang menimpa seorang bocah perempuan...
Ingin Tenang, Nyemil Abu Jenasah Suami

Kematian mendadak sang suami, Shawn, bukan hanya membuat Casie (26), warga Fayetteville, Tennessee...
Order Melimpah, Tidak Layani H-7 Lebaran

Ramadhan dan hari Raya Idul Fitri yang datang sebentar lagi membawa hikmah tersendiri bagi para...
Alternatif Penghasilan Mudah dan Menyenangkan

Ingin mendapatkan penghasilan tambahan yang mudah dan menyenangkan dari internet? Caranya...
Alternatif Logis 'Mencari Uang' di Internet

Banyak orang penasaran, bagaimana bisa internet menyediakan uang dan peluang untuk menambah income...
Syair " Tulang Belakang" Soni Farid Maulana

Soni Farid Maulana lahir di Tasikmalaya, 19 Februari 1962. Aktif menulis puisi sejak tahun 1976,...
Tuhan, Tak Ada Kata 'Cinta' Untuk-Mu

Halimi Zuhdy lahir di kota Sumenep Madura Jawa Timur. Pernah belajar di Miftahul Ulum (sekolah...
Sehalaman Surat Rasa S CheH

S Che Hidayat atau yang bernama asli Sudirta Hidayat, lahir di Bogor 15 February 1973. Sedangkan...