Malang merupakan daerah peradaban tua yang tergolong pertama kali muncul dalam sejarah Indonesia yaitu sejak abad ke 7 Masehi. Peninggalan yang lebih tua seperti di Trinil (Homo Soloensis) dan Wajak - Mojokerto (Homo Wajakensis) adalah bukti arkeologi fisik (fosil) yang tidak menunjukkan adanya suatu peradaban. Peninggalan purbakala di sekitar wilayah Kota Malang seperti Prasasti Dinoyo (760 Masehi), Candi Badut, Besuki, Singosari, Jago, Kidal dan benda keagamaan berasal dari tahun 1414 di Desa Selabraja menunjukkan Malang merupakan pusat peradaban selama 7 abad secara kontinyu.
Malang merupakan w ilayah kekuasaan 5 dinasti yaitu Dewasimha / Gajayana (Kerajaan Kanjuruhan), Balitung / Daksa / Tulodong Wawa (Kerajaan Mataram Hindu), Sindok / Dharmawangsa / Airlangga / Kertajaya (Kerajaan Kediri), Ken Arok hingga Kertanegara (Kerajaan Singosari), Raden Wijaya hingga Bhre Tumapel 1447 - 1451 (Kerajaan Majapahit).
Pada akhir abad ke-18, Kota Malang dipilih meneer en mevrouw alias tuan dan nyonya Belanda menjadi tempat peristirahatan. Selain karena Malang merupakan kota terdekat dari perkebunan di daerah sekitarnya, kota ini memang layak menjadi tempat tetirah (peristirahatan). Letaknya pada ketinggian 440 sampai 667 meter memberi hawa sejuk dengan suhu rata-rata 24,5 derajat Celcius. Belum lagi adanya pemandangan yang indah dari Gunung Semeru, Kawi, Arjuna, dan puncak pegunungan Tengger. Kota Malang sejak masa kolonial dikenal sebagai tempat peristirahatan dan tujuan wisata bangsa Eropa terutama dari negeri kincir angin itu. Iklim tropis pegunungan yang sejuk dan kaya pemandangan indah serta lingkungan yang alami dikelilingi oleh perkebunan, pegunungan, sungai dan taman menjadikan Kota Malang dikenal sebagai Paris Van East Java dan Switzerland of Indonesia.
Ragam Etnik
Kota Malang juga merupakan pusat pertemuan beragam etnik, agama, kepercayaan dan budaya khas Jawa Timur yaitu Jawa Tengahan, Jawa Kulonan, Jawa Wetanan (Blambangan), Pesisir Lor dan Kidul, Madura, Osing (Jawa - Bali) dan Mandalungun (Madura - Jawa) sehingga memiliki keunikan serta daya tarik tersendiri.
Kota Malang pada saat ini merupakan tempat persinggahan / transit dan tujuan perbelanjaan serta souvenir / kerajinan rakyat bagi turis
domestik dan mancanegara. Kebanyakan lokasi wisata di Jawa Timur berada di wilayah eks Karesidenan Malang (sekarang wilayah Pembantu Gubernur di Malang). Terutama di wilayah Kabupaten Malang dan Kotatif Batu, namun fasilitas pariwisata terlengkap ada di Pusat Kota Malang. Maka Kota Malang telah mantap menjadikan wilayahnya sebagai tempat bermukim sementara bagi para turis mancanegara dan domestik. Sebagai Kota Kenangan bagi turis Eropa terutama Belanda Kota Malang masih tetap sebagai primadona karena banyak peninggalan gedung / bangunan, taman khas warisan kolonial serta tempat bersejarah lainnya tetap dilestarikan oleh Pemda.
Untuk memudahkan pengunjung wisata di Kota Malang telah tersedia berbagai fasilitas penunjang bertaraf nasional dan internasional seperti hotel, tempat hiburan, rumah makan, valuta asing, tourist guide, travel biro, sarana transportasi, pos dan telekomunikasi, instansi pariwisata, pelayanan umum dan keamanan.
Bromo
Pengembangan Desa Ranupane sebagai Desa Wisata Pendakian di Jawa Timur Sangatlah menarik bila kita membicarakan sebuah desa yang terletak pada ketinggian 1500 m diatas permukaan laut, dimana masyarakat Ranupane masih merupakan kekerabatan dekat dengan suku asli Tengger, dimana kepercayaan Animisme dan Hindu masih berakar kuat pada suku yang mendiami kaki gunung Semeru dan Bromo ini.
Kita mengenal Ranupane dikarenakan ranupane merupakan desa terakhir yang kita temui bila kita memulai pendakiaan Gunung Semeru. Alamnya sangatlah kering dan dingin dimana tanaman yang menjadi sentra produksi disana di dominasi oleh bawang putih, merah, kol, kentang, wortel,dan jenis sayuran lain yang bisa hidup di ketinggian 2000/msl, hampir saya tidak pernah menjumpai tanaman padi diatas sana.
Sekarang bila kita perhatikan bersama sejak tahun 1960-1970’an hingga awal milenium baru ini Semeru merupakan tujuan utama para pendaki muda / petualang muda Indonesia. Mengapa begitu? ya,dikarenakan reputasi Semeru sebagai gunung tertinggi di pulau Jawa dan masih merupakan gunung yang sangatlah aktif sebagai salah satu gunung berapi Indonesia.
Semeru yang terletak di kabupaten Lumajang yang berdekatan dengan kota Malang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari agenda tour Jawa Timur. Banyak sekali agen perjalanan wisata mempromosikan nomer 2 semeru setelah Bromo dengan upacara Kasodonya-suku Tengger, sebagai bagian dari perjalanan wisata di Jawa Timur. Maka tidaklah heran kita sekarang menemui pembangunan jalan oleh pemda setempat guna memudahkan para wisatawan mengunjungi obyek wisata tersebut.
Kota pendidikan
Kelebihan lain yang dikenal dari Kota Malang adalah tradisi pendidikannya. Sekolah-sekolah peninggalan Belanda seperti HIS (setingkat SD), Mulo (SLTP), AMS (SMU), dan HBS (Perguruan Tinggi) secara historis menjadikan pendidikan bukan sebagai sesuatu yang asing bagi warga kota. Terlebih lagi ketika Perguruan Tinggi Pendidikan Guru -sekarang Universitas Negeri Malang- didirikan pada bulan Oktober 1954.
Pada saat itu Malang menjadi satu-satunya kota yang memiliki perguruan tinggi, selain ibu kota provinsi.Dengan teralisasinya Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) , maka Kota Malang semakin dikenal sebagai kota yang memiliki tiga universitas negeri sekaligus, mendampingi Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang yang sudah lebih dulu berdiri. Saat ini, kota dengan penduduk 751.000 jiwa ini mempunyai 41 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, dengan 121.000 mahasiswa.
|