 Kekayaan alam dan sumber daya manusia yang melimpah belum menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Indonesia masih dipandang hanya sebagai pasar. Bangsa ini pun juga lebih suka dijadikan pasar ketimbang menjadi produsen dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
Tengok saja di dunia otomotif. Pemerintah lebih suka memanjakan pengusaha bangsa yang menganggap "saudara tua" bangsa Indonesia, Jepang. Ketimbang memberikan kemudahan dan proteksi industri otomotif dalam negeri.
Meskipun para pengusaha otomotif "saudara tua" itu pernah berjanji akan membantu Indonesia membangun industri otomotif sendiri, namun kenyataannya adalah nol. Sudahkah ada industri otomotif nasional yang telah memproduksi mobil dengan nama dan cap made in Indonesia sebagai bagian dari alih teknologi? Sudah berapa lamakah mereka menjadikan Indonesia sebagai pasar utama? Apakah waktu yang lebih dari 30 tahun itu belum cukup dalam pengalihan teknologi? Apa memang bangsa ini yang warganya tidak segera pintar dalam penguasaan teknologi? Ataukah pemerintah kita yang kurang mampu menekan pengusaha otomotif luar negeri untuk mengalihkan teknologinya? Jawabannya ada di hati Anda masing-masing.
Terlepas dari masalah tersebut, realnya, Indonesia adalah pasar yang menggiurkan bagi industri otomotif dunia. Jumlah penduduk Indonesia yang sudah mencapai lebih dari 300 juta nyawa merupakan pasar yang amat besar. Bukan hanya Jepang, Amerika Serikat, Jerman, Prancis dan Korea yang tergiur akan potensi pasar Indonesia. Negera-negera berkembang yang telah mampu memproduksi mobil juga mulai merangsek.
Malaysia, Iran, China, Myanmar, Pakistan, India, Uni Emirat Arab dan Sri Lanka kini berlomba menciptakan mobil yang mampu bersaing di kancah nasional dan internasional. Bahkan, mereka juga sudah berancang-ancang mengekspor ke Indonesia. Nah, lagi-lagi kita jadi sasaran pasar. Bahkan oleh negera yang sederajad dengan Indonesia.
Bagaimana dengan Indonesia? Memiliki industri otomotif nasional dengan nama Indonesia dan cap made in Indonesia masihlah menjadi angan-angan, meski telah 63 tahun negeri ini berdiri. Masih berupa mimpi. Timor Indonesia Motor, Bimantara Nusantara dan Texmaco Heavy Industries (Perkasa) yang berupaya membangun industri (terlepas dari persoalan utang dan hukum yang menderanya) kandas di tengah jalan. Dan lagi, Indonesia kembali menjadi anak manis (terlalu kasar jika dikatakan sebagai kerbau) "saudara tua" Jepang, Jerman, Amerika Serikat, Prancis dan negeri lain produsen otomotif.
d rusdiono
Artikel terkait
1. Indonesia, Jadi Anak Manis Saja Ya...
2. Besar di Bawah Proteksi
3. Myanmar dan Srilangka Tak Mau Kalah
4. Untung Masih Ada Marlip
|