|
Myanmar adalah negara berkembang yang sangat antusias untuk memiliki mobil nasional karya bangsa sendiri. Mobil kebanggan negeri rezim militer ini bermodel jip, mirip Jeep Willys tahun 1944, bernama YarZar .
YarZar diproduksi oleh KTSgeri ini dibandrol 12,5 juta krown di wilayah Sanchaung, Yangon. Automobile Productions. Mobil yang masih dijual di dalam negeri.
Tiger Kubs
Uni Emirat Arab memiliki industri mobil yang keluar pasar dengan nama GAIC. Setelah sukses di pasar dalam negeri untuk seri sedan dan pick up, GAIC mulai merambah pasar negara tetangga Saudi Arabia.
GAIC juga telah meluncurkan mobil rakyat Tiger Kubs dengan harga yang lebih murah dari mobil produksi sebelumnya.Harga mobil bertipe city car ini dibandrol US$3000 atau sekitar Rp 24 juta.
Proton dan Naza
 
Setidaknya Malaysia kini telah memiliki dua mobil nasional protond dan Naza. Dengan mengandeng Jinhua Neoplan Proton memproduksi Lotus, pengembangan dari Proton Gen 2 dengan masin hybrid gas-elektrik.Perusahaan patungan ini direncanakan akan memproduksi Lotus hingga 15 ribu unit per tahun.
Sementara Naza , perusahaan otomotif lainnya mengeluarkan produk terbarunya New Sutera, 4 whells drive. Mobil ini merupakan mobil rakitan dengan kompoten yang didatangkan dri empat negara. Mesin 1.1 liter dari Daihatsu, panel dari Pininfarina Itaia, features dari NVH dan suspensi dari Lotus Engineering Inggris.
Samand Iran Samand adalah mobil nasional Iran yang kini genjar diproduksi di luar Iran. Khodro, produsen Samand memberikan keistimewaan bagi negara-negara anggota OKI untuk memproduksi mobil ini di negerinya. Khodro sangat berambisi mobinya menjadi mobil rakyat dunia.
Negara-negara Eropa, Afrika, Asia dan Amerika telah berlomba-lomba untuk mendatangkan mobil yang dikhusukan untuk kalangan menengah ini. Kabar terakhir angka produksi Samand telah mencapai lebih dari 500 ribu unit per tahunnya.
Samand masuk pasar China setelah Khodro berhasil menggandeng partner lokal Jinhua Neoplan dengan mendirikan pabrik di Tai'an provinsi Shandong. Total investasi yang ditanam mencapai US$200 juta. Pada tahun ini dicencanakan diproduksi 30 ribu Samand. Dan akan meningkat hingga 120 ribu pada tiga tahun mendatang.
Makin Progresif
Pabrikan India TATA makin progresif menggarap pasar mobil dunia dengan meluncurkan Nano. Harga mobil ini di India sekiatar Rp 30 juta.
Bentuknya yang kecil dan kompak membuatnya mudah untuk diparkir, mampu menyelusuri gang-gang di kota.
Klasik Alif Pakistan juga tidak mau kalah. Pakistan memiliki Alif dengan model klasik era tahun 40-an. Mobil ini cocok bagi kolektor yang menginginkan koleksi mobil model era perang dunia ke dua namun produksi baru.
 
Pelan Tapi Pasti
Tak mau kalah dengan India dan Pakistan juga memproduksi mobil nasional. Pelan tapi pasti, negara yang masih dalam gejolak perang ini mengembangkan industri mobil lokal yang sesuai dengan karakter orang Srilangka.
Selain sebagai kebanggaan orang Srilangka, proyek mobil ini juga dapat menahan mengurasnya devisa diisap oleh orang jepang.
d rusdiono

Artikel terkait
1. Indonesia, Jadi Anak Manis Saja Ya...
2. Besar di Bawah Proteksi
3. Myanmar dan Srilangka Tak Mau Kalah
4. Untung Masih Ada Marlip
|