REGISTER

*
*
*
*
*
Fields marked with an asterisk (*) are required.
Jumat, 10 Februari 2012 | Welcome : Tamu |
Home Otomotif Si Sexy Lexus LF-A Roadster
aku
Ditulis oleh aku   
Posted : Kamis, 24 Januari 2008 18:20


Si Sexy Lexus LF-A Roadster

Supercar ini benar-benar mengaduk-aduk emosi penggemarnya. Setiap kali pameran otomotif kelas dunia digelar, penampilannya makin sexy. Terakhir, tidak tanggung-tanggung, tampil topless. Ini episode kesekian dari supercar Lexus LF-A yang tampil perdana di Detroit Motor Show 2005 dan terus berevolusi hingga 2008 Detroit Motor Show. Kini mereka menghadirkan LF-A Roadster Concept. Dan cerita tentang supercar ini dihangatkan dengan sejumlah foto spy yang meloncat liar di jagad maya.


Menurut Lexus, LF-A Roadster menggunakan struktur body dari serat karbon danaluminium yang ringan tapi kuat, seperti yang dipakai di LF-A Coupe, saudaranya.Seperti di versi coupe, Roadster ini menggunakan mesin V10 berkapasitas 5.0 liter yang memproduksi lebih dari 500hp. Pengujian di sirkuit, kecepatan puncaknya lebih dari 320km/jam. Mesin ini dipasang di depan kompartemen
penumpang, tapi dibelakang gardan depan. Insinyur LF-A menyebutnya konfigurasi 'front-mid'. Pola yang mirip seperti ini juga dipakai Mercedes-Benz SLR.

Namun dibandingkan versi coupe-nya, ada sisi-sisi yang beda. Termasuk bentuk lampu utama, tampilan bagian depan, modifikasi side skirt dan lobang udara juga perubahan bentuk bagasi. Demikian juga dengan kualitas interionya yang makin halus dan indah.

Mesin dihubungkan dengan torque tube dan batang propeler ke transaxle (transmission + axle) yang dikendalikan lewat paddle shifters dibalik roda kemudi. Mungkin itu sebabnya, tidak tampak tuas transmisi di foto kokpit roadster ini. Torque tube berguna mengurangi getaran sekaligus meningkatkan kekakuan sistem penggerak mobil.


Filosofi disain Lexus L-Finesse menghadirkan sport car berukuran ringkas, bagian depan merunduk dan aerodinamis. Tingginya hanya 1219mm, seperti pada coupe, namun versi roadster ini dilengkapi dengan speed adaptive rear wing. Diburitan ada sepasang grille besar, jalan keluar udara panas dua radiator yang dipasang di belakang. Radiator mendapatkan udara dingin dari lobang udara berukuran besar diatas lengkung rumah roda belakang. Penempatan radiator ini tidak saja menjaga bagian depan mobil tetap merunduk dan juga membantu mencapai distribusi berat mobil optimal.

Mobil sepanjang 4 460mm dan wheelbase 2606mm menggunakan ban peforma tinggi dan wheel dari logam paduan. Ban depan berukuran 265/35R20 dan belakang 305/30R20. Seperti versi coupe, menggunakan rem cakram 14.2 inch ventilated untuk roda depan yang dicengkram 6 kaliper enam piston. Sedangkan roda belakang dikawal cakram 13.6 inch ventilated dengan kaliper empat piston.

Prototipe LF-A Coupe beberapa kali diketahui melakukan pengujian di sirkuit balap Nurburgring, Jerman. Sirkuit ini adalah kawah candradimuka bagi mobil-mobil balap kenamaan. Kabar terakhir, Lexus LF-A berhasil mencatat rekor
tercepat, lebih cepat dari Porsche GT2. Namun tidak konfirmasi resmi mengenai itu.


Bila jadi diproduksi, model ini akan bersaing dengan Lamborghini Gallardo, Ferrari F430, Porsche 911 dan Nissan GT-R. Lexus juga menyiapkan versi hybrid, kombinasi mesin V8 dengan motor listrik seperti yang dipakai di Lexus LS 600h L.






 
510 Si Legenda Datsun (1)

Serangan Telak Mobil Sport V-8   Datsun 510 yang...
VW Camper Mobil Kemah Incaran Kolektor

          VW Camper adalah julukan VW...
Myanmar dan Srilanka Tak Mau Kalah

Myanmar adalah negara berkembang yang sangat...
Indonesia, Jadi Anak Manis Saja Ya...

Kekayaan alam dan sumber daya manusia  yang...
CLC-Class: Coupe Baru Mercedes

Produsen mobil Jerman, Mercedes-Benz tidak pernah...
510 Si Legenda Datsun (2)

Berjuluk BWM Murah Datsun Kotak atau Datsun...
Mobil Berbahan Bakar Udara

Para insinyur di Inggris berjanji dalam  waktu...
Untung Masih Ada Marlip

Kenyataan hingga kini Indonesia masih belum...
New Outlander : Garang Tapi Lembut

  Pada ajang pamer Tokyo MotorShow 2009...
510 Si Legenda Datsun (3)

Kemenangan Nissan Pertama Katayama bukan hanya...