REGISTER

*
*
*
*
*
Fields marked with an asterisk (*) are required.
Senin, 06 Februari 2012 | Welcome : Tamu |
Home Property Menata Ruang Tamu
Foto
Ditulis oleh   
Posted : Minggu, 05 September 2010 00:11


Menata Ruang Tamu

ruang_tamu5

Disadari atau tidak ruang tamu  mencerminkan karakter  sang pemilik. Penentuan luas, pemilihan furnitur dan aksesoris pelengkap lainnya sanggup mencerminkan tingkat sosial sang pemilik, minat, kesukaan bahkan tingkat pendidikan dan kecerdasan emosi bersosialisasi.



Ruang tamu merupakan  ruang publik. Ruang perantara antara kegiatan terbuka   dengan aktivitas yang  membutuhkan privasi.

Sebagai ruang publik ruang tamu merupakan jendela dari kehidupan, karakter, tingkat sosial dan pribadi pemlik rumah.


Disadari atau tidak ruang tamu  mencerminkan karakter  sang pemilik. Penentuan luas, pemilihan furnitur dan aksesoris pelengkap lainnya sanggup mencerminkan tingkat sosial sang pemilik, minat, kesukaan bahkan tingkat pendidikan dan kecerdasan emosi bersosialisasi. Sebelum menata ruang tamu hal pertama yang perlu diperhatikan adalah mengenal karakter dari masing-masing ruang.ruang_tamu1

Secara psikologis kita akan merasa langsung ‘betah’ jika berkunjung pada rumah seseorang apabila ruang tamunya cukup luas, furnitur tertata rapih dan nyaman.  Serta warna dinding yang memberikan kehangatan.

Bagaimana dengan  rumah yang memiliki lahan terbatas   dengan ruang tamu yang kecil ? Hal ini dapat disiasati dengan mengkategorikan tamu yang berkunjung.  Jika keperluan  sebentar dapat menerimanya di ruang tamu.  Jika tamu yang berkunjung adalah teman dekat atau keluarga sebaiknya dijamu di ruang keluarga yang lebih luas.

Demi kepraktisan, sebagian orang malah meniadakan ruang tamu. Di rumah-rumah yang mungil, ruang tamu fungsinya seringkali digabung dengan ruang lain. Misalnya tamu yang akrab langsung dipersilakan masuk di ruang keluarga. Sementara itu, tamu lain cukup diterima di teras rumah saja.

Di rumah mungil, ruang tamu tentu juga berukuran mungil. Agar nampak  lapang sebaiknya tidak memenuhinya dengan terlalu banyak furnitur. Cukup sediakan sofa dengan dua dudukan (two seaters), satu sofa single seater, dan meja kecil. Apabila masih ada ruang lebih tambahkan meja sudut. Furnitur yang ada jika memungkinkan letakkan disandarkan ke dinding agar ruang terlihat lebih lega.

ruang_tamu2Yang terpenting, peletakkan tidak mengganggu alur sirkulasi dari pintu masuk ke ruang-ruang lainnya. Di rumah dengan ukuran ruang tamu yang cukup luas atau luas, bisa diletakkan sofa dengan ukuran yang cukup besar, misalnya dengan sofa 3-2-1 seaters dan dengan meja tamu dan meja sudut dengan peletakkan yang hampir sama dengan rumah mungil agar tidak mengganggu alur sirkulasi menuju ruang lainnya.

Agar tidak monoton, menggabungkan dua buah sofa yang berbeda sangatlah menarik. Beda disini maksudnya adalah beda bentuk, beda desain, ataupun beda warna. Untuk menjembataninya carilah benang merah antara keduanya, misalnya berupa warna yang senada.

Di ruang tamu dengan luas yang terbatas, lebih cocok diisi dengan furnitur yang ringan, tempat duduk yang tebal, seperti sofa memberi kesan berat. Namun pemilihan sofa yang tepat bisa menjadikan ruang tamu tidak terkesan penuh.



Siasati Dengan Warna

Sebagian desainer ruang  menjalankan metode siasat warna dinding untuk memberikan kesan lapang pada ruang sempit. Adanya perbedaan warna yang mencolok antara ruang tamu dengan ruang lainnya akan  mengalihkan perhatian tamu sehingga kesan ruang yang sempit  tidak terasa.

ruang_tamu4Jika ruang tamu  memiliki 3 atau 4 sisi dinding, aplikasikanlah warna yang agak gelap sebagai background atau latar belakang yaitu posisi dinding dimana tidak ada bukaan jendela atau pintu. Letakanlah sofa atau kursi tamu pada sisi dinding ini dan di atasnya bisa ditambahkan frame lukisan atau gambar yang disusun berjajar dengan tema yang sama. Penambahan karpet di depan sofa juga bisa menjadi alternatif sehingga kesan hangat semakin kuat.

Kombinasi warna kontras dengan warna putih juga bisa dijadikan alternatif karena warna putih bersifat netral. Tapi jika lantai dan plafond kita juga berwarna putih, maka ruangan akan terasa membosankan. Karena itu pemilihan kombinasi warna tersebut harus dilihat dari semua aspek. Jika warna dinding terang maka gunakan furniture dan asesoris yang berwarna gelap, dan begitu pula sebaliknya. Pemilihan gorden juga saya sarankan tidak menggunakan gorden kain yang terkesan berat, tetapi bisa menggunakan roman blind atau roller blind yang lebih ringan atau bisa juga dengan horizontal blind yang berbahan kayu atau kain.  dari berbagai sumber