REGISTER

*
*
*
*
*
Fields marked with an asterisk (*) are required.
Jumat, 10 Februari 2012 | Welcome : Tamu |
Home Science Raptorex, Saudara Tua T-Rex
Foto
Ditulis oleh   
Posted : Senin, 21 September 2009 22:13


Raptorex, Saudara Tua T-Rex

trexTyrannosaurus rex,  dinosaurus  yang lebih dikenal  dengan sebutan T-rex, kini memiliki saudara tua. Para ahli paleantologi mengumumkan telah menemukan fosil  yang mirip dengan T-rex. Namun ukurannya 1/5 lebih kecil. Para ahli menamai fosil ini Raptorex Kriegsteini. Penemuan fosil ini dipercaya akan mengubah pemikiran manusia tentang kehidupan T-rex yang menjadi pemangsa terganas pada jaman akhir Jurrasic.

T-rex beserta tabiatnya sebagai pemangsa ganas sudah sangat terkenal. Hampir semua murid yang duduk di bangku sekolah dasar mengenalnya. Ciri-ciri fisik  berkepala besar, memiliki rahang  kokoh dengan  gigi runcing dan panjang, berekor panjang dan berlengan pendek sudah sangat familier di kalangan anak-anak. T-rex juga memiliki indra penciuman yang kuat. Saking kuatnya imange T rex ini, jika ada boneka yang memiliki ciri dan bentuk seperti di atas, mereka langsung mengenalnya sebagai boneka T-rex.

Sebelum menemukan Raptorex, para ilmuan menemukan  fosil binatang purba yang memiliki ciri mirip dengan
T-rex, yakni Allosaurus. Yang membedakan  adalah dimensinya. Allosaurus berukuran hampir sama dengan T-rex, sedangkan Raptorex hanya 1/5-nya.

raptorexCatatan palaentologi menyebutkan
T-rex merupakan binatang pemangsa terganas paling tua yang pernah hidup di bumi ini. Dinosaurus ini hidup pada 50 juta tahun sebelum periode akhir Jurassic.

Namun, penemuan  fosil Raptorex telah mengubah pandangan tentang
T-rex. Fosil Raptorex  yang ditemukan, diperkirakan berumur lebih tua, yakni 125 juta tahun, lebih tua 75 juta tahun dari fosil T-rex.

Artinya, Raptorex hidup sebelum jaman
T-rex. Karenanya penemuan fosil ini dianggap sebagai cetak biru  cikal bakal T-rex. "Kami memiliki dua kejutan besar. Yakni penemuan Raptorex dan penemuan fosil manusia dino,'' ungkap Paul Sereno, ahli Paleontology dari Universitas Chicago, Illinois, Amerika Serikat.

Antara Raptorex dan
T-rex, lanjutnya, memiliki banyak kemiripan. Utamanya pada formasi kaki belakang yang merupakan kaki utama  untuk berdiri dan memburu mangsa. Mirip dengan kaki belakang T-rex. Seperti hanya T-rex, Raptorex juga licik dan memiliki bagian tubuh bagian depan yang lemah. Untuk melumpuhkan mangsangnya Raptorex mempergunakan  rahangnya yang kuat dan gigi-gigi yang tajam. Sebagai penyeimbang tubuh, Raptorex memiliki kepala yang besar dan ekor yang panjang.

tyrannosaurus_t_rex_posterDengan ciri-ciri itu, ungkap Sereno, para ilmuan berani menyimpulkan bila Raptorex merupakan cikal bakal kelompok binatang yang berevolusi selama 60 juta tahun yang kemudian memunculkan generasi
T-rex. Meski demikian, Sereno dan Stephen Brustte dari American Museum of Natural History, New York  masih belum begitu yakin dengan teorinya itu.


Yang menarik Raptorex bukan ditemukan para ilmuan paleontologi namun oleh dokter mata. Dikatakan  kedua Sereno dan Stphen, keberhasilan penyusunan kerangka Raptorex mendekati utuh tidak terlepas dari jasa ahli mata Hendry Kriegstein dari Hingham, Massachusetts. Ia adalah kolektor yang secara diam-diam membeli sisa-sisa kerangka (fosil) Raptorex yang ditemukan pada formasi bebatuan di timur laut China yang tidak disebarluaskan ke publik.

Fosil-fosil kerangka itu kemudian dirangkai mendekati lengkap oleh Hendry. Selanjutnya  diajukan ke para ahli paleontology untuk dianalisis. Sebagai imbalan, nama keluarga Kriegstein (ayah ibu Hendry menjadi korban holocaust) diabadikan sebagai nama dinosaurus saudara tua
T-rex itu.

Kini, kerangkan Raptorex masih tersimpan di Universitas Chicago.Direncanakan kerangka Raptorex akan dikembalikan  ke negara tempat penemuannya, China.

Penelitian Raptorex masih belum berakhir. Untuk membuktikan bila dinosaurus ini merupakan saudara tua
T-rex, para ilmuan memerlukan jaringan lunaknya.

"Penemuan ini akan lebih meyakinkan bila jaringan lunak Raptorex juga ditemukan,'' kata Yohanes Asara dari Harvard Medical School, Boston. Sebelumnya Asara telah meneliti sampel jaringan lunak
T-rex.

Ahli paleontologi Matius Lamanna dari Carnegie Museum of Natural History, Pittsburgh, Pennsylvania mengemukakan penemuan Raptorex telah meningkatkan pemahaman ilmiah atas asal-usul
T-rex. Namun,  masih belum cukup bukti untuk mengatakan bila Raptorex merupakan nenek moyang T-rex. "Berdasarkan ciri-ciri anaotomisnya, lebih pas kelau Raptorex dikatakan kerabat yang lebih tua secara geologis.''

sumber: sciencemag.org