Ditulis oleh Admin
Posted :
|
Selasa, 15 November 2011 08:16 |
|
Oral Seks Picu Kanker Orofaringeal |
|
Perilaku seksual terus berubah dari waktu ke waktu, seperti seks oral yang telah menjadi tren gaya bercinta saat ini. Namun berhati-hatilah, karena berdasarkan hasil penelitian, seks oral bisa memicu amandel dan pangkal kanker lidah.
Peningkatan kasus kanker karena seks oral dipicu oleh infeksi dengan human papillomavirus (HPV) yang dapat ditularkan melalui berbagai jenis aktivitas seksual.
"Infeksi HPV meningkat seiring semakin banyak yang melakukan seks oral," kata Dr Greg Hartig, kepala bedah THT di University of Wisconsin Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat di Madison, seperti dikutip dari Foxnews.
Penelitian yang dilakukan oleh Dr William Lydiatt, profesor dan kepala bedah onkologi di University of Nebraska Medical Center, Omaha menemukan sekitar 60-70 persen dari kasus kanker amandel terkait dengan HPV positif.
Sedangkan penelitian yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine pada tahun 2007 menemukan bahwa orang muda terkena amandel dan pangkal kanker lidah dengan hasil tes HPV positif adalah sebagian besar karena melakukan seks oral pada pasangannya.
Orang yang melakukan 6 kali atau lebih banyak seks oral dengan pasangan memiliki risiko 3,4 kali lebih tinggi kanker orofaringeal (kanker tenggorokan, lidah atau amandel). Risiko ini akan meningkat jika ia sering berubah pasangan seksual.
Para peneliti juga melaporkan bahwa sejak tahun 1973, pasien dengan amandel dan pangkal kanker lidah meningkat setiap tahun. Praktek seks oral luas di kalangan remaja juga menjadi faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan jumlah pasien kanker.
Orang yang terkena virus HPV memiliki lokasi spesifik tergantung pada bagian mana tubuh pertama kali memasuki tubuh. Jika masuk melalui vagina sehingga sering menyebabkan kanker serviks tetapi jika dalam mulut akan menyebabkan kanker pada mulut dan tenggorokan.
"Praktek seksual dari orang-orang telah berubah dari waktu ke waktu. Saya tidak tahu mengapa mereka lebih suka melakukan oral seks dibandingkan dengan aktivitas seksual lainnya, "kata Hartig. **
source:novarider
|