REGISTER

*
*
*
*
*
Fields marked with an asterisk (*) are required.
Sabtu, 11 Februari 2012 | Welcome : Tamu |
Banner
Home Wisata Plesir Pantai Parangtritis Yogyakarta
Admin
Ditulis oleh Admin   
Posted : Kamis, 03 Juli 2008 20:25


Pantai Parangtritis Yogyakarta PDF Print E-mail


Pantai Parangtritis adalah salah satu pantai yang mesti dikunjungi, bukan cuma karena merupakan pantai yang paling populer di Yogyakarta, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan beragam objek wisata lainnya, seperti Kraton Yogyakarta, Pantai Parangkusumo dan kawasan Merapi. Pantai yang terletak 27 kilometer dari pusat kota Yogyakarta ini juga merupakan bagian dari kekuasaan Ratu Kidul.


Penamaan Parangtritis memiliki kesejarahan tersendiri. Konon, seseorang bernama Dipokusumo yang merupakan pelarian dari Kerajaan Majapahit datang ke daerah ini beratus-ratus tahun lalu untuk melakukan semedi. Ketika melihat tetesan-tetesan air yang mengalir dari celah batu karang, ia pun menamai daerah ini menjadi parangtritis, dari kata parang (=batu) dan tumaritis (=tetesan air). Pantai yang terletak di daerah itu pun akhirnya dinamai serupa.


Pantai Parangtritis merupakan pantai yang penuh mitos, diyakini merupakan perwujudan dari kesatuan trimurti yang terdiri dari Gunung Merapi, Kraton Yogyakarta dan Parangtritis. Pantai ini juga diyakini sebagai tempat bertemunya Panembahan Senopati dengan Sunan Kalijaga sesaat setelah selesai menjalani pertapaan. Dalam pertemua

n itu, Senopati diingatkan agar tetap rendah hati sebagai penguasa meskipun memiliki kesaktian.


Sejumlah pengalaman wisata bisa dirasakan di pantai ini. Menikmati pemandangan alam tentu menjadi yang paling utama. Pesona alam itu bisa diintip dari berbagai lokasi dan cara sehingga pemandangan yang dilihat lebih bervariasi dan anda pun memiliki pengalaman yang berbeda. Bila anda berdiri di tepian pantainya, pesona alam yang tampak adalah pemandangan laut lepas yang maha luas dengan deburan ombak yang keras serta tebing-tebing tinggi di sebelah timurnya.


Untuk menikmatinya, anda bisa sekedar berjalan dari arah timur ke barat dan memandang ke arah selatan. Selain itu, anda juga bisa menyewa jasa bendi yang akan mengantar anda melewati rute serupa tanpa lelah. Ada pula tawaran men

unggang kuda untuk menjelajahi pantai. Biayanya, anda bisa membicarakan dengan para penyewa jasa.


Usai menikmati pemandangan Parangtritis dari tepian pantai, anda bisa menuju arah Gua Langse untuk

merasakan pengalaman yang berbeda. Di jalan tanah menuju Gua Langse, anda bisa melihat ke arah barat dan menyaksikan keindahan lain Parangtritis.


Gulungan ombak besar yang menuju tepian pantai akan terlihat berwarna perak karena sinar matahari, dan akan berwarna menyerupai emas bila sinar matahari mulai memerah atau menjelang senja. Pemandangan eksotik ini sempat dinikmati YogYES ketika berkunjung beberapa hari lalu.


Puas dengan pemandangan alamnya anda bisa  menikmati pengalaman wisata lain dengan menuju tempat-tempat bersejarah yang terdapat di sekitar Pantai Parangtritis. Salah satunya adalah Makam Syeh Bela Belu yang terletak di jalan menuju pantai. Anda bisa naik melalui tangga yang menghubungkan jalan raya dengan bukit tempat makam sakral ini. Umumnya, banyak peziarah datang pada hari Selasa kliwon.

 

Selesai mengunjungi makam, anda bisa menantang diri untuk menuju Gua Langse, gua yang harus ditempuh dengan berjalan kaki sejauh 3 km dan melalui tebing setinggi 400 meter dengan sudut kemiringan hampir 900. Untuk memasuki gua yang juga sering disebut sebagai Gua Ratu Kidul ini, anda harus meminta ijin pada juru kuncinya terlebih dahulu. Menurut salah seorang penjaga Pantai Depok yang di waktu mudanya sering menuruni gua, anda bisa melihat pemandangan laut selatan yang lebih indah begitu berhasil memasuki gua.


Pada tanggal 5 bulan 5 dalam penanggalan Cina, anda bisa melihat prosesi upacara Peh Cun di Parangtritis. Peh Cun, berasal dari kata peh yang berarti dayung dan cun yang berarti perahu, merupakan bentuk syukur masyarakat Tioghoa kepada Tuhan. Perayaan ini juga bermaksud mengenang Khut Gwan (Qi Yuan), seorang patriot dan sekaligus menteri pada masa kerajaan yang dikenal loyalitasnya pada raja hingga ia difitnah oleh rekannya dan memilih bunuh diri.

Perayaan Peh Cun di Parangtritis tergolong unik karena tidak diisi dengan atraksi mendayung perahu berhias naga seperti di tempat lain, tetapi dengan atraksi telur berdiri.

 

Atraksi dimulai sekitar pukul 11.00 dan memuncak pada pukul 12.00. Pada tengah hari, menurut kepercayaan, telur bisa berdiri tegak tanpa disangga. Namun, begitu memasuki pukul 13.00, telur akan terjatuh dengan sendirinya dan tak bisa didirikan lagi.


Untuk mencapai Parangtritis, anda bisa memilih dua rute. Pertama, rute Yogyakarta - Imogiri - Siluk - Parangtritis yang menawarkan pemandangan sungai dan bukit karang. Kedua, melewati rute Yogyakarta - Parangtritis yang bisa ditempuh dengan mdah karena jalan yang relatif baik. Disarankan, anda tidak mengenakan baju berwarna hijau untuk menghormati penduduk setempat yang percaya bahwa baju hijau bisa membawa petaka.


sumber: jogyes

 

Comments 

 
0 Foto Posted :2008-08-14 07:35
buddyantoro

sebenarnya ada beberapa jalur yang bisa ditempuh,jalur 1 terminal ke selatan lewat imogiri terus ke siluk sampai disiluk ambil lurus jangan belok kanan ambil arah ke pangang sampai di terminal pangang belok kanan kearah karang tengah setelah terminal ada pertigaan kedua jalan bisa diambil dan akan tembus ke parang tritis,saya jamin rekan rekan akan disuguhi dgn pemandangan yang lebih fresh hanya hati-hati jangan ngebut karena banyak kelokan tajam dan turunan yang cukup terjal.
trak ke 2 setelah jembatan siluk ambil kanan kearah parang tritis sebelum jembatan kretek ambil kanan lewat sisi pegunungan seribu lokasi cukup menantang bagi yang suka adventure.
aku lahir disana,cuma hampir 5 tahun ini aku tidak melewati trak tsb,mudah-mudahan tahun ini aku bisa menikmatinya lagi....jangan lupa mampir ke TPI 45 Mina Bahari cari yang namanya warung yu harti jika ada yang suka ikan segar bisa minta tolong pak warji untuk carikan.....saya jamin pasti anda ketagihan.salam
 
Pantai Parangtritis Yogyakarta

Pantai Parangtritis adalah salah satu pantai yang mesti dikunjungi, bukan cuma karena merupakan pantai yang paling populer di Yogyakarta, tetapi ...
Nikmati 'Surga Laut' di Bangko-bangko

Selain Bali dan pulau – pulau lainnya di Indonesia, Nusa Tenggara Barat merupakan alternatif wisatawan manca negara berselancar. Ombak Pantai...
Dari Pisang Ponti Menuju Istana

  Kekhasan kuliner pisang ponti bisa jadi telah dinikmati banyak orang di berbagai kota di Indonesia. Namun, tidak banyak yang tahu bila kekayaan...
'Finding Nemo' di Pulau Kabung

Cuaca sangat cerah ketika perahu kami melintasi laut Cina Selatan dan merapat di pulau kecil itu. Sebuah pulau yang terletak tidak jauh dari Kota...
Rinjani Yang Bikin Iri Hati

Anda menyukai tantangan dalam berwisata? Tidak ada salahnya untuk mencoba plesir  ke Gunung Rinjani. Untuk menemui  esotisme pemandangan Rinjani ...
Indonesia Punya Green Canyon

Jika merasa terlalu jauh berkunjung ke Green Canyon yang ada di Amerika sana, sekarang Anda tidak perlu terlalu kecewa lagi. Indonesia ternyata ...
Wingko Apel Malang, Sensasi Baru Jajanan Tradisional

Wingko, jajanan tradisional yang selama ini lebih banyak dikenal orang sebagai makanan khas kota Babat Lamongan dan Semarang, kini hadir juga di Kota...
Jangan Lupa ke Tana Toraja

Ketika ada kesempatan berkunjung ke Makassar  kuranglah lengkap jika tidak meneruskan perjalanan mengunjungi Tana Toraja. Di tanah ini kita akan...
Imlek, Tradisi Mengusir Nian

Tahun Baru Imlek 2559 tahun ini tiba di tanggal 7 Februari 2008. Hari raya ini merupakan hari pertama dalam bulan pertama dari sistem kalender warga...
Pesona Magis Wisata Gunung Kidul

Kali ini ..Anda saya ajak plesir ke daerah Gunung Kidul. Daerah yang lebih banyak dikenal orang lantaran pemberitaan tentang kekeringan yang...