| Bromo, Ku Kan Kembali Lagi |
|
|
|
|
Tak terasa Toyota Kijang yang saya kendarai telah memasuki Sukapura setelah sekitar satu setengah jam menempuh perjalanan dari kota Malang. Jarum jam menunjukkan pukul 03.10 sore saat saya melirik arloji. Udara sejuk langsung menyapa kulit ari tubuhku ketika kuturunkan kaca jendela mobil. Segar ... rasanya. Ya... aku kembali menghirup udara pegunungan Tengger.
Dengan halus aku pun menampik tawaran menginap, naik kuda atau certer jip ke Pananjakan yang datang bertubi-tubi karena aku masih ingin berlama-lama menikmati Bromo dari bibir kaldera.Aku tersentak dan lamunanku buyar ketika bocah perempuan menjawil (menyentuh agar diperhatikan) tangan saya sambil menawarkan edelwis, bunga khas Tengger.
Dengan wajah memelas ia berupaya menyakinkan saya untuk membelinya. “Pak, beli dong Pak, uangnya untuk sekolah,
Pak,” begitu rengeknya. Karena tak tega, saya pun membelinya tanpa tahu untuk apa selanjutnya. Bunga edelwis yang aku genggam di tangan mengantar lamunanku kembali ke masa silam. Saat-saat indah berlibur ke Bromo. Bocah kecil dengan edelwisnya itu juga menggugah memori yang telah terpendam lebih dari 17 tahun silam. Di Cemorolawang, 20 tahun silam aku membeli dua ikat edelwis, juga dari seorang bocah perempuan. Satu ikat untuk teman perempuanku dan satu ikat untuk diriku. Hari-hari berikutnya, bunga edelwis itu menjadi saksi betapa indahnya dunia saat hati berbunga-bunga dan sumpeknya dunia saat hati dirundung duka. Tiga tahun kemudian, aku datang lagi ke Bromo untuk mengembalikan eldewis itu ke alamnya.Ya ... aku pulangkan ia ke kaki Gunung Batok. Biarlah semua kenangan indah dan suram yang aku rasakan bersama edelwis itu terkubur di lautan pasir Kaldera Tengger. Tempat semua cerita mengawalinya. Ah.. sudahlah ... yang lalu biarlah berlalu... ........................................................
Sementara Gunung Batok merupakan kawasan yang menjadi habitat utama bunga edelwis, salah satu icon wisata Kaldera Tengger. Suhu udara rata-rata berkisar antara 5°C - 22°C. Suhu terendah terjadi pada dini hari di puncak musim kemarau yang mencapai 3°C . Bahkan di beberapa tempat sering bersuhu di bawah O°C (minus).
Bagi Anda yang mengunjungi Gunung Bromo memanfaatkan angkutan umum lebih baik mengambil jalur pertama. Dari Terminal Probolinggo bisa langsung naik angkutan menuju Terminal Ngadisari.
Bermalam di Ngadisari dan paginya diteruskan naik angkutan khusus kendaraan off road menuju Cemorolawang-Lautan Pasir-Pananjakan. Cukup banyak warga Ngadisari yang membuka usaha jasa angkutan khusus ini. Dari kawasan Cemorolawang ini pula kita bisa menyewa kuda untuk berjalan-jalan di lautan pasir dan mengantar sampai anak tangga menuju kawah Bromo. Berapa tarifnya? Tergantung kepandaian kita menawar. Jasa akomodasi juga tersedia cukup banyak baik itu yang homestay atau hotel. Tempat yang paling indah untuk bermalam adalah Cemorolawang. Sidikitnya ada tiga hotel yang langsung menghadap dan berbatasan langsung dengan bibir Kaldera Bromo. Dari halaman hotel kita langsung disuguhi indahnya pemandangan lautan pasir dengan lekak-lekuk keindahan Gunung Bromo dan Batok.
Pengorbanan Kesuma
Dukun (pemuka agama dan adat Suku Tengger) Desa Ngadisari, Sutomo menceritakan asal mula upacara Kasada terjadi pada akhir zaman dinasti Brawijaya yang memegang kekuasaan di Majapahit.Sang permaisuri dikaruniai seorang anak perempuan yang diberi nama Roro Anteng. Menjelang dewasa sang putri menjalin asmara dan berjodoh dengan pemuda kasta Brahma, Joko Seger. Pada saat Kerajaan Majapahit mengalami kemunduran yang bersamaan makin menyebarnya agama Islam di Jawa, beberapa punggawa kerajaan dan kerabatnya memutuskan untuk pindah ke wilayah timur Pulau Jawa.
Dari waktu ke waktu masyarakat Tengger hidup makmur dan damai. Namun sang penguasa tidaklah merasa bahagia, karena setelah
|
Cuaca sangat cerah ketika perahu kami melintasi laut Cina Selatan dan merapat di pulau kecil itu. Sebuah pulau yang terletak tidak jauh dari Kota...
Sebuah ajang eksplorasi budaya tradisional bertajuk Sumberbendo Festival 2008, segera digelar masyarakat kampung Sumberbendo, Desa Kucur, Kecamatan...
Jika merasa terlalu jauh berkunjung ke Green Canyon yang ada di Amerika sana, sekarang Anda tidak perlu terlalu kecewa lagi. Indonesia ternyata ...
Kali ini ..Anda saya ajak plesir ke daerah Gunung Kidul. Daerah yang lebih banyak dikenal orang lantaran pemberitaan tentang kekeringan yang...
Anda menyukai tantangan dalam berwisata? Tidak ada salahnya untuk mencoba plesir ke Gunung Rinjani. Untuk menemui esotisme pemandangan Rinjani ...
Pantai Parangtritis adalah salah satu pantai yang mesti dikunjungi, bukan cuma karena merupakan pantai yang paling populer di Yogyakarta, tetapi ...
Festival Indonesia, setiap tahunnya selalu menjadi magnet terutama bagi masyarakat Indonesia di Melbourne, Indonesianis, friends of Indonesia,...
Tak terasa Toyota Kijang yang saya kendarai telah memasuki Sukapura setelah sekitar satu setengah jam menempuh perjalanan dari kota Malang. Jarum jam...
Selain Bali dan pulau – pulau lainnya di Indonesia, Nusa Tenggara Barat merupakan alternatif wisatawan manca negara berselancar. Ombak Pantai...
Tahun Baru Imlek 2559 tahun ini tiba di tanggal 7 Februari 2008. Hari raya ini merupakan hari pertama dalam bulan pertama dari sistem kalender warga...