REGISTER

*
*
*
*
*
Fields marked with an asterisk (*) are required.
Sabtu, 11 Februari 2012 | Welcome : Tamu |
Banner
Home Wisata Plesir Festival Indonesia 2009 Melbourne Australia
Admin
Ditulis oleh Totok Yudiadnanto,Melbourne, Australia   
Posted : Minggu, 01 November 2009 18:02


Festival Indonesia 2009 Melbourne Australia PDF Print E-mail

merlbonfest1

 


Festival Indonesia, setiap tahunnya selalu menjadi magnet  terutama bagi masyarakat Indonesia di Melbourne, Indonesianis, friends of Indonesia, akademisi, pelajar, pebisnis, investor bahkan para Melbournian (julukan untuk masyarakat Kota Melbourne). Festival yang tahun 2009 ini telah memasuki tahun kelima merupakan salah satu festival etnis terbesar di Melbourne. Tak kurang disaksikan sekitar 50-90 ribu pengunjung di  setiap tahunnya.

 

 

totok

Tak heran jika Premier Victoria John Brumby melalui wakilnya, John Scheffer MP, menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Festival Indonesia. Kegiatan masyarakat Indonesia di Melbourne selama ini bahkan diapresiasi secara khusus pada perayaan HUT RI 2009, dimana Premier Brumby atas koordinasi KJRI mengundang masyarakat Indonesia di Melbourne untuk merayakan HUT RI di kantor Premier.

Acara tahunan KJRI Melbourne diselenggarakan atas kerjasama Depbudpar RI, Festival Indonesia Inc., City of Melbourne, Victoria Multicultural Commission serta melibatkan beberapa sponsor.

Festival dimulai dengan penyelenggaraan Opera Batik di sebuah museum prestisius kelas dunia, National Gallery of Victoria pada 31 Juli 2009. Empat hari kemudian, 4 Agustus diselenggarakan acara Indonesia Pusaka yang menampilkan pianis Jayasuprana bersama Kwartet Punawakawan. Acara ini dihadiri sekitar 1.000 orang, mayoritas warga setempat.

Rangkaian festival dilanjutkan dengan pemutaran film-film Indonesia, Indonesian Silver Screen, di Hoyts Cinema merlbonfest2Melbourne, termasuk di dalamnya pemutaran film-film karya Nia Dinata. Tidak hanya menampilkan seni dan budaya, kuliner Indonesia juga dipromosikan pada acara Meet Indonesia’s Master Chef bersama Dodi Ahdiat dan Sukijo di sebuah tempat berkelas, Crown Towers, pada 17-24 Oktober 2009.

Acara puncak dilangsungkan selama 4 hari berturut-turut, 22-25 Oktober, disusun dalam 4 program spesial. Dimulai dengan penyelenggaraan ANZ Business Forum, sebuah forum untuk menjalin kerjasama bisnis dan investasi pengusaha Australia-Indonesia. Acara tersebut menghadirkan pembicara, Miranda Gultom, Deputi Senior Bank Indonesia.

Hari kedua dilanjutkan acara Garuda Indonesia Night bertajuk “A Journey to Ancient Tradition” bertempat di BMW Edge Melbourne. Acara dihadiri sekitar 500 orang termasuk diantaranya Presiden Legislatif Victoria The Hon. Robert Smith MLC, anggota parlemen Johan Scheffer MP, Direktur Departemen Imigrasi dan Kewarganegaraan Jose Alvarez, Dirjen Pemasaran Menbudpar Sapta Nirwandar, Dubes RI Canberra Primo Alui Joelianto, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, Gubernur Kalbar Cornelis, Miranda Gultom serta beberapa Bupati dari Kalimantan dan beberapa pejabat daerah NTT dan NTB.

Acara yang dimeriahkan oleh penampilan seniman nyentrik, Sujiwo Tejo tersebut menampilkan terutama seni budaya Kalimantan diisi dengan pertunjukan tari dan musik dari berbagai propinsi termasuk Kaltim, Kalbar, Kalteng NTT, NTB dan Sumatera. Penonton diajak untuk menyelami seni dan budaya kuno masyarakat Dayak sebagai sebuah kekayaan lain Indonesia yang selama ini jarang ditangkap mata internasional.

Selanjutnya pada 24-25 Oktober acara dipusatkan di Federation Square, sebuah alun-alun yang berada tepat di jantung kota Melbourne pinggir sungai Yarra. Di area seluas 3,6 hektar tersebut dibagi menjadi 3 titik acara yang berlangsung secara simultan yaitu Cultural Fair, Food Bazaar serta Trade and Tourism Exhibition. Tercatat 35 stall dari berbagai PEMDA, UKM, Travel Agent dan stall kuliner memeriahkan acara. Sementara dipanggung utama dipentaskan 80 pertunjukan tanpa henti dari pukul 10 pagi hingga 7 malam. Pertunjukan yang melibatkan 560 artis tersebut menampilkan artis-artis baik lokal maupun didatangkan khusus dari Indonesia, termasuk penampilan UPI

Dalam usianya yang kelima, Festival Indonesia semakin percaya diri bahwa selain menjadi ajang promosi Indonesia utama di Victoria Australia, festival ini juga merupakan hub bagi semua pihak yang berkepentingan untuk menjalin kerjasama baik dalam bidang bisnis investasi maupun seni budaya. **


 
Indonesia Punya Green Canyon

Jika merasa terlalu jauh berkunjung ke Green Canyon yang ada di Amerika sana, sekarang Anda tidak perlu terlalu kecewa lagi. Indonesia ternyata ...
Wingko Apel Malang, Sensasi Baru Jajanan Tradisional

Wingko, jajanan tradisional yang selama ini lebih banyak dikenal orang sebagai makanan khas kota Babat Lamongan dan Semarang, kini hadir juga di Kota...
Goes to Sumberbendo Festival 2008

Sebuah ajang eksplorasi budaya tradisional bertajuk Sumberbendo Festival 2008, segera digelar masyarakat kampung Sumberbendo, Desa Kucur, Kecamatan...
Festival Indonesia 2009 Melbourne Australia

  Festival Indonesia, setiap tahunnya selalu menjadi magnet  terutama bagi masyarakat Indonesia di Melbourne, Indonesianis, friends of Indonesia,...
Imlek, Tradisi Mengusir Nian

Tahun Baru Imlek 2559 tahun ini tiba di tanggal 7 Februari 2008. Hari raya ini merupakan hari pertama dalam bulan pertama dari sistem kalender warga...
Nikmati 'Surga Laut' di Bangko-bangko

Selain Bali dan pulau – pulau lainnya di Indonesia, Nusa Tenggara Barat merupakan alternatif wisatawan manca negara berselancar. Ombak Pantai...
Jangan Lupa ke Tana Toraja

Ketika ada kesempatan berkunjung ke Makassar  kuranglah lengkap jika tidak meneruskan perjalanan mengunjungi Tana Toraja. Di tanah ini kita akan...
Pantai Parangtritis Yogyakarta

Pantai Parangtritis adalah salah satu pantai yang mesti dikunjungi, bukan cuma karena merupakan pantai yang paling populer di Yogyakarta, tetapi ...
Bromo, Ku Kan Kembali Lagi

Tak terasa Toyota Kijang yang saya kendarai telah memasuki Sukapura setelah sekitar satu setengah jam menempuh perjalanan dari kota Malang. Jarum jam...
Rinjani Yang Bikin Iri Hati

Anda menyukai tantangan dalam berwisata? Tidak ada salahnya untuk mencoba plesir  ke Gunung Rinjani. Untuk menemui  esotisme pemandangan Rinjani ...