Anda menyukai tantangan dalam berwisata? Tidak ada salahnya untuk mencoba plesir ke Gunung Rinjani. Untuk menemui esotisme pemandangan Rinjani Anda harus rela berjalan kaki hingga 14 jam. Menikmati keindahan Danau Segara Anak, savana dan pemandangan hamparan laut serta pulau-pulau di sekitar Lombok dari ketinggian, adalah kepuasan tiada duanya yang mengalahkan lelahnya perjalanan.
Gunung Rinjani merupakan datatan tertinggi di Pulau Lombok dan merupakan gunung tertingi ketiga di Indonesia (3.720 m. dpl). Kawasan Rinjani masuk dalam Taman Nasional Gunung Rinjani yang merupakan perwakilan tipe ekosistem hutan hujan pegunungan rendah hingga pegunungan tinggi dan savana di Nusa Tenggara.
Potensi tumbuhan yang terdapat di Taman Nasional Gunung Rinjani antara lain jelutung (laportea stimulans), durian (aglaia argentea), bayur (pterospermum javanicum), beringin (ficus benjamina), jambu-jambuan (syzygium sp.), keruing (dipterocarpus hasseltii), rerau (d imbricatus), eidelweis (anaphalis javanica), dan dua jenis anggrek endemik yaitu perisstylus rintjaniensis dan p lombokensis.
Rinjani juga memiliki satu jenis mamalia endemik yaitu musang rinjani (paradoxurus hemaproditus rinjanicus), juga terdapat kijang (muntiacus muntjak nainggolani), lutung budeng (trachypithecus auratus kohlbruggei), trenggiling (manis javanica), burung cikukua tanduk (philemon buceroides neglectus), dawah hutan (ducula lacernulata sasakensis), kepudang kuduk hitam (oriolus chinensis broderipii), dan beberapa jenis reptilia.
Lembah sisi barat Gunung Rinjani terdapat Danau Segara Anak (2.008 m. dpl) yang airnya berbau belerang, dengan suhu yang berbeda dari satu tempat ke tempat lain. Luas danau mencapai 1.100 hektar dengan kedalaman 160 – 230 meter. Pada tengah danau menjulang Gunung Baru Juri yang aktif dan berkembang.
Seperti halnya gunung-gunung lain di tanah air, Gunung Rinjani juga memiliki legenda. Yakni sebuah cerita rakyat tentang Dewi Enjeni. Menurut kepercayaan masyarakat lereng Rinjani, Dewi Enjeni adalah ratu jin penguasa gunung.
Masyarakat meyakini Dewi Enjeni lahir dari perkawinan manusia Sasak dengan jin. Dewi Enjani digambarkan sebagai sosok wanita yang cantik yang masih keturunan Raja Selaparang. Pada penanggalan tertentu, untuk menghormati Dewi Enjeni, warga setempat menggelar upacara religius di Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak. Salah satunya melepaskan ikan-ikan kecil yang terbuat dari emas tipis ke Danau Segara Anak.
Apa yang bisa disaksikan atau dikunjungi ketika wisata di taman nasional ini ? Beberapa obyek yang menarik untuk dikunjungi diantaranya :
1. Puncak Gunung Rinjani. Bagi yang gemar mendaki gunung mendaki puncak rinjani memiliki tantangan tersendiri. Sepanjang perjalanan akan disuguhi panorama alam yang indah khas . Ketika sampai di puncak dapat meinkmati panorama Pulau Lombok, Flores, Bali dan pulau-pulau lain di disekitar Lobok, Laut Flores, serta selat Bali.
2. Danau Segara Anak Inilah daya tarik utama Gunung Rinjani. Menikmati indahnya panorama danau, mencium khasnya aroma air dan menikmati ikan bakar danau setelah memancingnya terlebih dahulu tentunya.
Danau Segara Anak dipenuhi ikan-ikan karper dan mujaer. Umpan pancing bisa pesan atau dibeli ketika masih di Senaru atau Sembalun. Di sekitar danau juga terdapat beberapa buah gua mata air belerang. Air dari gua ini digunakan untuk mencuci pusaka pada upacara Pekelem.
3. Wisata Religi Waktu yang sangat tepat saat berkunjung ke Rinjani adalah di bulan Maulud. Pada bulan ini masyarakat Lombok menggelar upacara Pekelem yakni upacara adat memandikan pusaka di Danau Segara Anak.
3. Sebau dan Gunung Baru Kegiatan yang lazim dilakukan di Sebau dan Gunung Baru adalah melakukan penelitian, menikmati fenomena alam/gejala alam, sumber air panas, mandi, pengamatan satwa dan menjelajahi hutan.
4. Otakkokoq dan Kembang Kuning Menikmati sumber mata air panas beraroma belerang dan air terjun. Selain untuk kebugaran tubuh mandi di Otakkokog dan Kembang Kuning juga untuk terapi pengobatan.
5. Perang Topat dan Ciwaratri Atraksi budaya ini digelar di luar taman nasional pada bulan Desember dan Ciwaratri pada bulan Januari di Mataram.
Jalur Utama
Untuk menuju Gunung Rinjani terdapat beberapa jalur yang lazim dan disarankan dilewati, yakni :
1. Jalur Sembalun Rute puncak Rinjani : Mataram – Sembalun (± 4-5 jam kendaraan umum) - Sembalun Lawang – Puncak Gunung Rinjani ( ± 7 Jam Jalan Kaki) Rute Segara Anak : Mataram – Sembalun-Sembalun Lawang – Danau Segara Anak (± 2-3 Jam Jalan Kaki )
Mataram-Sembalun bisa ditempuh dalam 4-5 jam perjalanan darat. Bila menggunakan kendaraan carter bisa langsung menuju Sembalun. Namun jika menumpang kendaraan umum dari Mataram, turun di Aikmel untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Sembalun dengan kendaraan umum lainnya. Jika menumpang kendaraan umum disarankan berangkat pagi hari. Mengingat angkutan Aikmel – Sembalun hanya sampai jam 12 siang saja.
Di Sembalun bisa dipesan paket-paket perjalanan atau mencari jasa guide dan porter. Informasi lebih lanjut didapatkan dari petugas Taman Nasional di pos jaga Sembalun atau Koperasi Wisata Rinjani Information center (RIC) di pintu masuk Sembalun.
Jalur Sembalun merupakan jalur yang ramai dilalui oleh pengunjung terutama oleh para penggemar treking. Rute yang dilalui adalah gerbang Sembalun Lawang – Pelawangan Sembalun- Puncak Rinjani memakan waktu 9 – 10 jam berjalan kaki.
Jalur ini sangat dramatis dan mengesankan. Trail wisata akan melalui padang savana dengan punggung gunung yang berliku-liku berdampingan dengan jurang di sebelah kiri dan kanan jalur.
Dibandingkan jalur Senaru, jalur pendakian ini tidak terlalu curam. Karena didominasi padang savana yang menjadikan perjalanan akan bermandikan peluh karena teriknya matahari. Namun semua itu tidak akan sia-sia saat menyaksikan keelokan padang savana, selat Alas dan Pulau Sumbawa dikejauhan.
2. Jalur Senaru Mataram – Senaru (± 3-4 Jam Kendaraan Umum) – Danau Segara Anak (± 7-10 Jam Jalan Kaki) – Pelawangan Sembalun (± 4 Jam Jalan Kaki) – Puncak Rinjani (± 2-3 Jam Jalan Kaki)
Mataram-Senaru dapat dilalui dengan menggunakan kendaraan baik itu kendaraan carteran maupun kendaraan umum dari Terminal Mandalika. Waktu tempuh sekitar tiga jam dengan kondisi jalan baik (beraspal hotmix). Di Senaru bisa dinikmati beberapa atraksi wisata. Homestay juga banyak ditemui di desa ini. Termasuk paket paket perjalanan ke Gunung Rinjani yang ditawarkan beberapa trek organizer. Jika ingin melakukan perjalanan sendiri sebaiknya mempergunakan jasa guide atau porter untuk memudahkan perjalanan .
Jalur pendakian Senaru termasuk jalur pendakian paling ramai. Jalur ini merupakan rute wisata trekking menuju Rinjani. Dan merupakan jalur pendakian yang lazim ditempuh warga adat Lombok ketika akan menggelar upacara keagaman dan budaya.
Sebelum melakukan pendakian lebih baik mendapatkan informasi lebih tentang Gunung Rinjani di Pusat Pendakian Terpadu (Rinjani Trek Centre) milik Balai Taman Nasional Gunung Rinjani yang bekerjasama dengan New Zealand Asistance International Development.
Untuk menuju Segara Anak rute yang ditempuh adalah Senaru – Pelawangan Senaru – Danau Segara Anak. Rute ini hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama ± 10 – 12 jam menembus hutan primer. Pada jalur ini tersedia sarana peristirahatan. Dari pintu gerbang Senaru hingga Danau Segara Anak terdapat tiga pos. Menapaki jalur ini akan disuguhi keindahan hutan belantara dan bebatuan yang menakjubkan sebelum mendapati eksotisnya Danau Segara Anak dilihat dari ketingian tebing.
Jika ingin melanjutkan ke pucak Rinjani, dari Danau Segara harus melanjutkan perjalanan menuju Pelawangan Sembalun yang harus ditempuh dengan berjalan kaki selama ± 4 Jam. Untuk menggapai puncak Rinjani, dibutuhkan waktu 4–5 jam.
Perjalanan menuju puncak umumnya berangkat dari Perlawangan Sembalun sekitar pukul 02.00 dinihari untuk bisa menikmati Sunrise dari Pucak Rinjani. Dari puncak Rinjani, bila cuara cerah bisa menikmati indahnya pemandangan seluruh pulau Lombok dan pulau Bali dan laut di sekitar Lombok.
3. Jalur Torean * Mataram – Torean (± 4-5 Jam Kendaraan Umum) – Danau Segara Anak (± 8-9 Jam Jalan Kaki)
Jalur ini diawali dari Desa Torean menuju kali Tiu (batas TNGR) yang merupakan Pos I pendakian. Sepanjang perjalanan akan disuguhi ladang pertanian, padang pengembalaan, perkebunan dan hutan produksi.
Flora yang dapat dijumpai pada jalur ini antara lain: bajur, klokos udang, rotan hutan, bangsal, lengsir, jambu, bunut, blimbing hutan, juwet, paku-pakuan, ketimun, rajumas, tapan dawa.
Sementara fauna yang dapat dijumpai yakni: burung perkici, daweuh, kecial, srigunting.
Jarak dari Pos III Torean menuju ke Plawangan Torean ± 3,5 Km dengan kemiringan ± 30 -40%. Jalur diapit dua gunung dan aliran sungai Putih
4. Jalur Timbanuh (Selatan)
Menentukan pendakian melalui jalur selatan merupakan perpaduan dari kedua jalur Sembalun dan Senaru. Yakni paduan antara hutan hujan tropis dan padang savana. Jarak tempuh dari Dusun Jati hingga Pelawangan Timbanuh sekitar 8-10 jam berjalan kaki.
Ini merupakan jalur baru. Dibanding jalur Senaru dan Sembalun sarana dan prasarananya belum memadai. Keunggulan jalur ini adalah melimpahnya ketersediaan air di sepanjang jalur pendakian. Sayangnya pendakian melalui jalur ini hingga Pelawangan Selatan dan Puncak Selatan Rinjani. Tidak direkomendasikan untuk menuju Segara Anak karena alasan keamanan.
Dari Pelawangan Selatan bisa melihat kawah Gunung Baru Jari dengan jelas.Pelawangan Selatan berada paling dekat dengan Gunung Baru Jari. Pada jalur ini akan melewati beberapa padang edelweis sebelum menuju puncak selatan Rinjani. dari berbagai sumber
|